Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mempertahankan


__ADS_3

Amira Tan tersenyum simpul pada seorang dokter yang baru saja berjalan bersama dengan perawat saat hendak memeriksa pasien di ruangan. Bahkan dokter itu adalah orang yang sama karena memeriksa sang ibu.


'Semoga dokter itu tidak menceritakan apa yang dilihat saat ini pada orang tuaku,' gumam Amira Tan yang merasa sangat khawatir jika sang ibu mengetahui bahwa saat ini sedang berdiskusi dengan Jack dan Noah untuk mencari jalan keluar.


Begitu melihat dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan, Amira Tan menatap ke arah Jack dan Noah yang sudah bisa lebih tenang tanpa mengandalkan emosi, sehingga merasa sedikit lega karena bisa berbicara dengan kepala dingin.


"Aku tadi memutar otak untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini." Amira Tan berhenti sejenak karena tengah menatap ke arah Jack. "Aku sangat tahu bahwa kau tidak akan pernah memaksaku dan juga tidak bisa menolak keinginan orang tuaku karena sangat mengkhawatirkan keadaan mama."


"Jadi, sepertinya memang tidak ada jalan lain selain kita menikah." Amira Tan seketika menutup mulut begitu mendengar suara kemurkaan yang sudah diduga. Padahal sebenarnya belum selesai berbicara, tetapi sudah dipotong oleh sang kekasih.


Noah kembali mengepalkan tangan dengan wajah memerah dan sudah menduga apa yang akan dikatakan oleh Amira Tan pada Jack. Namun, tidak akan hanya tinggal diam dan memilih menyerah pada Jack.


"Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan kau menikah dengan bajingan ini! Aku bahkan rela melakukan apapun untukmu, tapi tidak akan pernah menyetujui ide gilamu itu!" sarkas Amira Tan ketika saat ini menatap tajam sang kekasih.


Amira Tan seketika memijat pelipis menghadapi Noah salah paham atas perkataannya yang barusan. Tidak ingin kesalahpahaman merajalela, sehingga mengarahkan pukulan pada lengan Noah. Berharap bisa menyadarkan sang kekasih agar tidak menyela pembicaraannya.

__ADS_1


"Diamlah karena aku belum selesai berbicara, Noah! Jangan memotong pembicaraan orang lain!"


Tentu saja seketika Noah tertawa terbahak-bahak sambil berkacak pinggang saat merasa miris dengan kenyataan menimpa hubungan mereka yang bahkan baru dimulai.


Apalagi sikap Amira Tan seolah saat ini berpihak pada Jack yang dianggap sangat pandai playing victim.


Amira Tan sama sekali tidak memperdulikan tanggapan Noah saat ini karena hanya berpikir ingin solusi yang baru saja diungkapkan bisa menyelamatkan hubungan mereka.


"Aku memang menikah dengan Jack tapi hanya sebuah sandiwara saja demi menuruti perintah orang tuaku. Namun, aku akan membuat sebuah perjanjian pernikahan. Jadi, tidak akan ada yang dirugikan dan akan bercerai setelah keadaan mommy membaik. Aku harap kau bisa mengerti dan menyetujuinya."


Noah bahkan masih tidak bisa menghilangkan pikiran buruk meskipun sudah mendengar jalan keluar yang ditawarkan oleh Amira Tan pada hubungan mereka. Saat ini, tengah melihat ekspresi wajah Jack yang tenang dan langsung menyetujui ide Amira Tan.


Sebenarnya Jack merasa sangat iba pada Amira Tan karena mungkin sangat pusing memikirkan kejadian hari ini merupakan sebuah kebohongan semata, tetapi berpikir bahwa itu dilakukan demi kemenangan untuk mengalahkan Noah yang dianggap sangat sombong ketika mengatakan bahwa ia bukanlah tandingan pria itu.


Jack semakin bersemangat untuk bisa mengalahkan Noah dan membuat pria itu menangis darah suatu saat nanti saat melihat kebahagiaan Amira Tan hanyalah bersamanya.

__ADS_1


'Noah, kau salah jika berpikir menjadi pemenang karena pertarungan yang sebenarnya baru dimulai sekarang,' gumam Jack yang seketika melihat Amira Tan tersenyum dan seperti merasa lega begitu mendengar jawaban darinya.


'Lihatlah, senyumanmu selalu mengalihkan duniaku dan mewarnai hidupku. Aku berjanji bahwa saat kamu menjadi istriku, akan membuatmu selalu seperti ini. Bahagia dan tidak akan pernah menangis ataupun bersedih,' gumam Jack di dalam hati dan melihat Amira Tan mengulurkan tangan padanya.


"Terima kasih, Jack. Kau memang sahabat terbaikku dan tidak pernah mengecewakanku." Amira Tan akhirnya bisa bernapas lega setelah mendengar persetujuan Jack dan tidak mengungkapkan nada protes seperti yang dilakukan oleh Noah.


Tanpa membuang waktu, Jack menjabat tangan Amira Tan yang dari tadi menggantung di udara.


Refleks Noah yang dari tadi tidak suka interaksi antara Jack dan Amira Tan, langsung mengempaskan tangan itu. "Jangan ada sentuhan fisik di antara kalian dan itu harus ada di surat perjanjian pernikahan!"


Noah bahkan saat ini mengarahkan tatapan tajam pada Amira Tan dan Jack karena jujur saja sebenarnya tidak rela jika sang kekasih benar-benar menikah dengan pria lain.


Meskipun mengetahui bahwa itu hanyalah pernikahan atas dasar perjanjian semata, tapi tidak bisa mengalihkan rasa khawatir karena mengetahui seperti apa pria bernama Jack.


Apalagi beberapa saat yang lalu, Jack mengibarkan bendera perang padanya dan mau tidak mau harus melawan.

__ADS_1


'Aku tidak akan membiarkanmu merebut milikku, Jack. Amira akan selamanya mencintaiku dan tidak akan pernah menjadi milikmu,' gumam Noah yang berpikir tidak akan pernah menyerah untuk bisa mempertahankan Amira Tan.


To be continued...


__ADS_2