Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Kalimat mengerikan


__ADS_3

Noah seketika menelan ludah dengan kasar karena seolah saat ini tidak berkutik begitu mendapatkan ejekan yang seolah berhasil menusuk tepat di jantung karena merasa tertampar atas perkataan pria yang masih belum beranjak dari hadapannya.


Bahkan saat ini merasa seperti seorang bajingan, sedangkan Jack adalah pria sejati yang berhasil mengubah kemenangannya menjadi kekalahan hanya dalam waktu singkat dan benar-benar membuatnya seperti seorang pecundang.


Bahkan meskipun saat ini merasa sangat marah atas perkataan Jack yang seolah menghina harga dirinya sebagai seorang pria karena mengejek hanyalah melakukan **** karena mempermainkan Amira Tan, padahal melakukan hubungan intim karena mencintai wanita itu.


Namun, semua yang dikatakan oleh Jack berhasil membuatnya seperti terlihat sebagai pria bajingan dan berengsek. Ingin sekali langsung meninju wajah Jack karena tidak terima dengan penghinaan dari pria itu, tetapi tangan yang mengepal masih ditahan dengan sekuat tenaga.


Noah mencoba untuk menahan emosi karena berpikir keadaan akan semakin bertambah rumit jika berkelahi dengan Jack dan diketahui oleh orang tua Amira Tan.


Berpikir bahwa orang tua Amira Tan akan semakin membenci dan tidak akan pernah memberikan restu, sehingga semakin memperkeruh suasana dan sudah dipastikan wanita yang dicintai akan kecewa pada perbuatannya.


Jika hal itu benar-benar terjadi, ia berpikir akan kehilangan Amira Tan sepenuhnya. 'Tahan emosimu. Sepertinya Jack sengaja memantik amarah agar kau melakukan hal ini.'


Saat Noah masih sibuk bergumam sendiri di dalam hati sambil menormalkan tekanan emosi yang hampir meledak, kembali mendengar suara Jack di dekat daun telinga.


"Kau tahu, sebenarnya hubungan diantara kalian bukanlah cinta, tapi hanya nafsu semata. Karena jika kau benar-benar mencintai seorang wanita, akan menjaga seolah adalah sebuah barang berharga. Namun, apa yang kau lakukan pada Amira Tan?"


"Kau hanya merusak barang berharga itu hanya demi memenuhi nafsumu. Sementara aku, dari dulu sangat mencintai Amira Tan dan menjaganya dengan baik. Aku bahkan tidak pernah memaksanya, meskipun sedang marah sekalipun."


Jack saat ini tersenyum menyeringai karena merasa telah menang mengalahkan Noah sepenuhnya dengan puas mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya selama ini.


Tentu saja sangat berharap bahwa Noah akan segera mundur dan tidak akan pernah mengganggu Amira Tan lagi setelah menyadari kesalahan.


Apalagi Jack sangat mengenal seperti apa Amira Tan karena sudah bertahun-tahun bersahabat. Meskipun dari luar terlihat sangat arogan dan kasar, tetap saja hanyalah seorang wanita lemah yang bisa dengan mudah dikalahkan oleh seorang pria dengan sebuah paksaan.


Jack sangat yakin jika Noah pada awalnya memaksa saat melakukan hubungan intim, bukan atas dasar Amira Tan menginginkan.

__ADS_1


"Aku sudah lama berteman dengan Amira Tan dan sering bersama. Bahkan sangat mudah bagiku jika memperkosanya karena seorang wanita tetaplah lemah di tangan pria. Namun, aku bukanlah seorang bajingan sepertimu."


"Aku tidak pernah memaksanya untuk mencintaiku, ataupun memaksa untuk melayani nafsuku. Kau memang telah berhasil menjadi pria pertama yang menikmati tubuhnya, tapi akan kupastikan hatinya sebentar lagi berpaling padaku."


Kemudian Jack bergerak mundur untuk bisa melihat ekspresi wajah Noah yang sudah bisa ditebak seperti apa. Jack seketika tersenyum puas begitu berhasil membuat pria di hadapannya memerah wajahnya.


"Bukankah semua yang kukatakan benar?


Sementara itu, Noah yang kali ini sudah tidak bisa mengendalikan amarah karena benar-benar sangat murka pada Jack, sehingga langsung mengarahkan kepalan tangan yang dari tadi ditahan.


"Berengsek! Aku akan menghabisimu, Jack!" sarkas Noah yang berhasil mendaratkan pukulan pada wajah pria di hadapannya tersebut.


Bahkan bisa melihat jika saat ini Jack mengusap darah yang keluar dari sudut bibir bagian bawah. Namun, ia belum puas untuk menghancurkan Jack dan berniat untuk kembali mengarahkan tinjunya.


Jack berniat untuk menerima pukulan tanpa melawan karena ingin membuat Amira Tan membenci pria itu dan menyadari bahwa lebih baik dari Noah. Bahkan jika masuk ke dalam ruangan perawatan orang tua Amira Tan dengan wajah babak belur, sudah pasti akan mendapatkan simpati semua orang.


Sementara Noah hanya akan mendapatkan kebencian yang bertambah dua kali lipat. Bahkan mungkin Amira Tan juga akan marah pada Noah, sehingga hubungan di antara mereka akan renggang dan bisa masuk untuk mencari celah mendekati wanita pujaan hati.


Namun, indra pendengaran Jack menangkap suara seorang wanita yang sangat dihafal dan seketika menoleh untuk mencari sumber suara. Hingga melihat sosok wanita yang berjalan cepat menuju ke arah mereka.


"Hentikan!" teriak Amira Tan yang baru saja keluar dari lift dan ketika hendak berjalan keluar lobby rumah sakit, melihat aksi sang kekasih yang meluapkan amarah pada Jack dan hanya diam saja tanpa melawan.


Bahkan tadi mendengar suara beberapa orang yang membahas tentang aksi perdebatan dan perkelahian di lobi rumah sakit, tetapi sama sekali tidak pernah menyangka jika ternyata mereka adalah Jack dan Noah.


Tadi ia yang merasa kepalanya sangat pusing karena mendengar perkataan dari orang tua yang menyuruhnya segera menikah dengan Jack, beralasan pergi ke kantin untuk mencari makanan karena lapar.


Namun, yang sebenarnya adalah ingin menghirup udara segar di taman depan Rumah Sakit, sekaligus mencari keberadaan Noah dan berharap bisa bertemu, sehingga akan berbicara dengan kepala dingin tanpa emosi.

__ADS_1


Hingga pemandangan yang dilihat adalah dua pria tengah berdebat karena dirinya, sehingga buru-buru ingin menghentikan dan kali ini berlari untuk mendekat.


Ia merasa lega karena Noah tidak melanjutkan aksi baku hantam dan mendengarkan perkataannya.


Begitu berada tepat di hadapan para pria itu, Amira Tan mengarahkan tatapan tajam pada keduanya. Khususnya pada Noah. Ia saat ini memegang lengan kekar Noah untuk menyalurkan aura positif demi menenangkan emosi sang kekasih agar tidak kembali mengarahkan pukulan pada Jack.


"Aku mencarimu dan syukurlah kau masih ada di Rumah Sakit. Kita bertiga perlu berbicara untuk membahas masalah ini karena sangat serius dan tidak bisa ditunda lagi. Jangan mengandalkan emosimu."


Amira Tan yang masih menatap wajah memerah Noah, seolah saat ini ingin menenangkan sang kekasih agar tidak meluapkan amarah pada Jack karena berpikir bahwa pria itu tidak bersalah.


Kemudian beralih menatap ke arah Jack karena Noah sama sekali tidak berkomentar apapun untuk menjawabnya.


"Jack, kita harus bicara karena ini sangat urgent. Orang tuaku menjodohkan kita. Padahal aku tidak mencintaimu, tapi hanya mencintai Noah. Bukankah kau tahu itu? Jadi, tolong bicara secara baik-baik pada mereka. Bahwa kau tidak menerima perjodohan ini."


Jika Jack yang dulu mungkin akan langsung menuruti apapun permintaan Amira Tan karena sangat mencintai wanita itu, tapi kali ini berbeda.


Jack merasa bahwa takdir berpihak padanya dan diberikan kesempatan untuk mendapatkan Amira Tan, sehingga refleks langsung menggelengkan kepala sebagai tanda tidak akan mematuhi apa yang diucapkan oleh wanita di hadapannya tersebut.


"Maaf. Aku tidak bisa melakukannya karena akan sangat berdosa jika sampai ibumu meninggal karena aku menolak perjodohan ini. Tadi ayahmu mengatakan keadaan ibumu yang bisa saja terkena serangan jantung untuk ke-dua kali dan tidak bisa diselamatkan jika mendengar kabar buruk."


"Apakah demi pria ini, kau ingin melihat ibumu mati?" Jack kali ini mengarahkan tatapan tajam pada Amira Tan agar menyadari bahwa apa yang baru saja diucapkan bisa berakibat sangat fatal dan berakhir penyesalan.


Kelemahan Amira Tan saat ini sudah berada dalam genggaman dan Jack memanfaatkan itu demi bisa membuat wanita yang sangat dicintai menjadi miliknya.


Amira Tan yang tadinya merasa sangat percaya diri bahwa Jack akan mematuhi apapun yang dikatakan olehnya, tetapi seketika bulu kuduk meremang dan nyalinya menciut begitu mendengar kalimat terakhir yang sangat mengerikan dan membuatnya seketika menggelengkan kepala dan bola mata berkaca-kaca.


"Tidak, bukan itu yang kuinginkan!" lirih Amira Tan dengan perasaan bergejolak.

__ADS_1


Refleks Noah yang kembali merasa terancam posisinya, seketika mengeluarkan suara untuk bertanya pada sang kekasih. "Lalu kamu menginginkan kita berpisah dan menikah dengan Jack demi memenuhi keinginan orang tuamu?"


To be continued...


__ADS_2