Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Sehidup semati


__ADS_3

Arya melihat wanita berstatus sebagai istrinya sudah tertutup kain kafan. Setelah memastikan sendiri di lokasi kecelakaan dan beberapa saat kemudian langsung dibawa ke rumah sakit.


Ia bahkan tadi sudah menghubungi orang tua dan mertuanya agar segera datang ke rumah sakit yang sama didatangi ketika tadi bertemu dengan Putri serta saudara tiri yang mengalami kemalangan ditusuk oleh orang tidak dikenal.


Bahkan tanpa sengaja tadi melalui ruangan operasi dan melihat dua wanita yang masih duduk di sana, nggak sangat terkejut dan bertanya padanya. Ia pun mulai menjelaskan semua yang terjadi mengenai sang istri ketika mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawa.


Ia bahkan tadi sempat memohon maaf pada dua wanita tersebut agar memaafkan kesalahan Calista di masa lalu agar dipermudah jalannya menuju ke alam barkah.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika nasib Calista akan berakhir seburuk ini. Aku sudah merasakan karma atas perbuatanku dulu pada Putri dan sekarang istriku yang merasakannya, tapi harus kehilangan nyawanya," ucap Arya ketika menunggu di depan ruangan jenazah.

__ADS_1


Hingga ia melihat sosok wanita yang berjalan semakin mendekat dan membuatnya tidak bisa mengalihkan perhatian karena merasa heran atas kedatangannya. Ia refleks bangkit berdiri dari posisinya yang awalnya duduk di kursi.


"Aku turut berduka cita atas apa yang terjadi pada istrimu," ucap Putri saat ini menatap ke arah pria yang sangat terlihat kusut atas kejadian yang menimpa sang istri.


Ia itu benar-benar sangat syok begitu melihat Arya berjalan di belakang brankar yang didorong oleh para perawat. Bahkan seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan ingin memastikan sendiri, sehingga datang menghampiri Arya.


Hingga ia baru percaya setelah tiba di depan ruangan jenazah. "Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika hidupmu akan berakhir seperti ini, Arya? Kenapa kau dulu memilih jalan seperti ini dan membuat aku serta Xander terlunta-lunta?"


"Maafkan aku," Arya yang sudah tidak tahu lagi apa yang harus dikatakannya pada sosok wanita bernasib malang karena perbuatan orang tuanya dan juga dirinya.

__ADS_1


"Inilah sebuah karma dari para pendosa." Arya bahkan saat ini merasa jika hidupnya tidak berarti lagi setelah mengetahui apa yang dilakukannya di masa lalu ada wanita cantik yang membuatnya seperti tidak punya lagi tujuan.


Apalagi setelah melihat bagaimana nasib nahas Calista, sehingga berpikir jika mungkin ia akan berakhir sama. "Apakah selanjutnya adalah kematianku? Apakah kamu akan merasa lega dan senang melihatnya? Apalagi aku telah berbuat jahat padamu dan putra kita?"


Ia merasa kalimat terakhir yang diucapkannya seolah menjadi tombak yang menghunus jantungnya. Bahkan saat ini seperti sesak dan kesulitan bernapas ketika memikirkannya.


Hingga ia mendengar Putri berbicara dengan sangat tegas padanya dan membuatnya tidak bisa membuka mulutnya untuk berkomentar.


"Ya, kau benar! Aku akan merasa sangat senang setelah mengetahui kau meninggalkan dunia ini. Bahkan kalau bisa sekarang susul wanita jahat itu agar bisa sehidup semati!" Putri saat ini mengingat kejadian beberapa tahun silam di ruangan kerja pria yang pernah menjadi dunianya tersebut.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2