Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mengungkapkan apa yang terjadi


__ADS_3

Ya, pagi ini diawali dengan aksi dari dua pria yang terlihat seperti sama-sama sangat memuja wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


Bahkan tidak menunggu waktu lama, suara teriakan terdengar dari luar dan membuat mereka saling membuka suara.


"Semoga kita tidak dipecat oleh bos."


"Kalau dipecat bagaimana?" sahut wanita lain yang sudah diliputi raut kecemasan.


"Kan bisa menjelaskan pada bos kalau kita tadi diancam oleh tuan Jack." Sosok pria yang baru datang dengan membawa berkas yang telah disusun rapi untuk dicek bos, kini tidak jadi menemui di ruangan karena berpikir masalah yang akan menimpa wanita jauh lebih besar.


Suara-suara dari beberapa staf yang bekerja di kantor kini membuat mereka sibuk memikirkan nasib masing-masing. Apakah akan mendapatkan kemurkaan bos atau bebas.


Sementara itu, Amira Tan yang baru saja masuk ke dalam ruangannya merasa sangat terkejut hingga memegangi dadanya begitu melihat dua pria duduk di depan meja kerja menghadap ke arah pintu dan seketika langsung membuat jantung hampir meledak dari tempatnya.


"Apa kalian mau membunuhku?" teriak Amira Tan dengan wajah memerah karena merasa sangat marah ketika sangat terkejut dengan perbuatan dua pria itu.


Namun, tidak ada jawaban karena dua pria itu diam dan tidak kunjung menjawab. Sampai saat Amira Tan mengerutkan kening ketika melihat sesuatu yang memantik rasa ingin tahu.


"Kalian berkelahi? Bahkan wajah kalian sudah lebam seperti itu." Amira Tan sadar jika rencana untuk beristirahat hari ini gagal karena ada Jack yang menatap dengan mengintimidasi.


Seolah menunjukkan ingin meminta penjelasan atas semua yang terjadi. Inilah yang tidak disukai Amira Tan, yaitu sikap over protektif Jack serasa seperti rantai yang lama-kelamaan mencekik.


Padahal jelas sekali bahwa di antara mereka hanya sebatas teman saja, tapi seperti menganggap bisa melakukan apapun dengan mengatasnamakan persahabatan.


Seperti menganggap hanya seorang anak kecil yang patut diperhatikan dan dijaga dengan sangat berlebihan.


Jack yang dari semalam khawatir pada Amira Tan karena tidak bisa menghubungi, sehingga mengirimkan banyak pesan, tetapi tak ada satu pun yang dibalas.


Jadi, pagi ini saat berangkat, mampir sebentar ke rumah Amira Tan, tetapi ternyata sudah pergi. Akhirnya memilih untuk pergi ke kantor.

__ADS_1


Rasa khawatir sekaligus kesal dirasakan Jack saat wanita itu tidak kunjung membalas pesan. Berpikir jika Amira Tan mungkin marah, jadi ingin menyelesaikan permasalahan yang memicu masalah itu


Namun, sama sekali tidak pernah menyangka jika saat baru saja tiba di parkiran, melihat mobil Amira Tan juga baru datang, tetapi ternyata pria yang dibenci keluar dari sana. Jadi, memilih untuk segera meminta penjelasan atas apa yang dilihat.


Akan tetapi, jawaban Noah membuat Jack langsung melayangkan pukulan pada wajah pria itu. Hingga aksi baku hantam pun terjadi di luar gedung dan dilerai oleh beberapa staf laki-laki dan security.


Bahkan jawaban Noah sampai sekarang seperti terngiang di telinga dan selalu memantik emosi.


Apapun yang kulakukan dengan Amira Tan, bukan urusanmu!


Rasanya ia ingin menghancurkan pria yang bekerja sebagai bartender itu, tetapi tidak bisa melakukan itu karena khawatir Amira Tan akan membenci dan akhirnya semakin dekat dengan Noah.


"Lebih baik jelaskan padaku tentang pria berengsek yang aku dengar akan bekerja di sini mulai hari ini!" sarkas Jack yang merasa bertambah marah karena hubungan antara Amira Tan dan bartender itu semakin maju satu langkah.


Sementara itu tidak berlaku untuk Jack karena sama sekali tidak ada perkembangan.


Jika diteruskan, maka yang putus adalah Jack dan kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan cinta Amira Tan. Meskipun selama ini sering bersama wanita itu, tetapi tidak mengubah perasaan Amira Tan yang sangat susah untuk ditaklukkan.


Jack tidak yakin jika Noah akan mendapatkan hal sama karena ada sesuatu yang selalu menghubungkan mereka. Jadi, saat ini rasa takut semakin bertambah besar setelah kemunculan pria itu.


Sementara itu, Amira Tan yang masih bersikap sangat tenang, kini berjalan ke arah kursi kerja dan menaruh tas ke atas meja.


Kemudian mendaratkan tubuh di sana sambil menatap dua pria yang berbalik badan agar bisa pada posisi saling berhadapan.


"Kenapa kau selalu bersikap sangat berlebihan seolah adalah suamiku, Jack? Aku tahu jika tujuanmu datang ke sini adalah karena tidak membalas pesan maupun mengangkat telponmu, kan? Apa sehari saja aku tidak boleh mempunyai privasi untuk sekedar refresh otak?"


"Ya, aku memang semalam pergi untuk mencari hiburan tanpa memikirkan apapun. Jadi, tidak memperdulikan telpon atau pun pesanmu. Karena aku tahu jika berkata jujur, yang terjadi bukan bersenang-senang, tapi merasa seperti menjadi seorang tahanan."


Panjang lebar Amira Tan berbicara dan menjelaskan mengenai pertanyaan dari Jack. Mengenai menerima Noah bekerja.

__ADS_1


Tentu saja bukan karena perkataan sang ayah, tetapi akibat dipecat gara-gara membantu Amira Tan semalam. Jadi, berpikir untuk melakukan hal baik.


Berharap Jack bisa mengerti dan segera pergi karena ingin segera beristirahat memejamkan mata.


Sementara itu, Noah yang bersikap sangat santai karena merasa tidak melakukan kesalahan, kini masih menunggu perintah dari Amira Tan mengenai pekerjaan hari ini.


'Aku tahu jika Jack sangat takut aku berhasil mendapatkan hati Amira Tan. Sepertinya pria ini tidak percaya diri di depan pria miskin yang bahkan belum mempunyai pekerjaan tetap sepertiku.'


'Apakah aku harus senang dan bersorak karena ada seseorang tidak percaya diri ketika bersaing denganku? Padahal aku ingin menegaskan bahwa setelah menyadari posisi yang hanya bagaikan debu di istana megah ratu, tidak terlintas di pikiran untuk menikahinya.'


Meskipun merasa harus bertanggungjawab atas perbuatan pada Amira Tan, tetapi Noah berpikir jika itu tidak dibutuhkan oleh seorang wanita hebat yang bahkan sangat jelas tidak sederajat karena perbedaan status sosial.


Jack tetap tidak bisa terima dengan hal itu, jadi berpikir jika ingin menjauhkan Noah dari Amira Tan. "Jika memang masalahnya adalah pekerjaan, aku bisa membantu untuk bekerja di kantorku."


"Aku akan berbicara pada bos, agar menerima Noah bekerja di sana. Jadi, kamu tidak perlu bertanggungjawab atas kesalahan tidak sengaja yang kamu lakukan, Amira." Jack kini menunggu wanita yang kini masih mengarahkan tatapan intens itu membuka suara.


Di saat bersamaan, Noah tertawa terbahak-bahak karena kali ini sudah tidak bisa menahan hal yang dianggap konyol dari sikap Jack karena sangat takut jika berhasil merebut Amira Tan.


"Apa kau sedang takut padaku?"


"Apa maksudmu? Aku bahkan bisa menghabisimu sekarang juga!" sarkas Jack yang kini menarik kerah baju Noah.


"Bukan itu maksudku!" Noah mengempaskan tangan Jack dari pakaian dan merapikan. "Kau takut aku berhasil membuat Amira Tan jatuh cinta, lalu berlari ke pelukanku dan melupakan pria yang hanya dianggap teman baik."


Puas, itulah yang saat ini tengah dirasakan oleh Noah karena berhasil membalas Jack dengan cara yang paling elegan dan melihat rahang mengeras dengan bunyi gemeretak gigi saling beradu. Seolah mewakili perasaan yang diliputi angkara murka tersebut.


'Sekali saja Jack memukulku, aku akan mengungkapkan apa yang terjadi antara aku dan Amira Tan semalam,' gumam Noah kini menunggu apa yang akan dilakukan oleh pria dengan wajah memerah tersebut.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2