
Noah yang dari tadi merasa sangat khawatir dengan ekspresi dari sosok wanita dengan wajah pucat begitu mendapatkan telpon yang diketahui dari sang ayah. "Cepat jelaskan padaku dan jangan membuatku khawatir, Sayang."
Noah bahkan saat ini seperti mendapat firasat buruk dan khawatir jika apa yang disampaikan oleh ayah wanita sangat dicintai tersebut akan berdampak pada hubungan yang baru saja terjalin.
Amira Tan yang merasa sangat khawatir dengan keadaan dari sang ibu, kini menghambur memeluk erat Noah. "Ibuku sekarang berada di rumah sakit. Aku sangat aku terjadi sesuatu hal yang buruk padanya."
Noah mengusap lembut punggung belakang wanita dengan suara bergetar yang menandakan rasa khawatir dan ketakutan tersebut. Mencoba untuk menenangkan perasaan Amira Tan, agar tidak berpikiran negatif.
"Ibumu pasti sudah mendapatkan perawatan dari para staf medis yang berpengalaman. Jadi, tidak perlu khawatir dan berdoa saja untuk kesembuhan. Memangnya apa yang sebenarnya terjadi pada ibumu? Kenapa tiba-tiba berakhir di rumah sakit?"
"Apakah ibumu mempunyai riwayat penyakit berbahaya seperti jantung contohnya?" tanya Noah yang saat ini ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada calon ibu mertua dan berpikir bahwa lamaran akan gagal karena hal ini.
'Aku tidak mungkin melamar Amira Tan pada orang tuanya jika keadaan seperti ini. Jadi, harus menunda sampai calon ibu mertua sembuh dulu, bukan?' gumam Noah yang saat ini menarik diri untuk bisa melihat wajah pucat Amira Tan dan mengusap lembut pipi putih itu.
Apalagi merasa tidak tega ketika melihat bulir bening lolos dari bola mata yang dari tadi berkaca-kaca begitu mendapatkan kabar buruk mengenai sang ibu.
Amira Tan saat ini masih mencoba untuk menormalkan perasaan gelisah sekaligus kekhawatiran karena memikirkan keadaan dari wanita yang sangat disayangi.
Hingga semua perbuatan Noah yang penuh kelembutan, sedikit menghibur dan berhasil menenangkan perasaan kacau balau karena sangat sok dengan kabar dari sang ayah.
"Ibuku selama ini memang sangat lemah dan sering sakit-sakitan. Semua itu berawal dari perbuatan ayahku dulu yang berselingkuh dengan ibunya Putri. Semenjak saat itu, sering pingsan dan kata dokter ada gangguan syaraf karena diakibatkan sering stres dan memendam masalah sendiri."
Amira Tan saat ini berpikir bahwa penyebab sang ibu berakhir di rumah sakit adalah karena tadi ayahnya mengatakan mengenai hubungan mereka sehingga membuat wanita paruh baya tersebut drop.
__ADS_1
"Apakah ayahku tadi pulang langsung menceritakan tentang hubungan kita pada ibuku? Lalu merasa terkejut dan berakhir pingsan? Bagaimana jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada ibuku? Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri. Cepat, antarkan aku ke rumah sakit sekarang!"
Noah merasa apa yang disampaikan oleh Amira Tan seperti menjadi akhir dari hubungan mereka. Apalagi wajah pucat penuh kekhawatiran dari sang kekasih tersebut, seperti tidak memperdulikan kelangsungan hubungan mereka karena hanya fokus pada keadaan sang ibu.
Namun, ia mencoba untuk berpikir positif dan tidak ingin membahas hal tersebut hari ini saat perasaan Amira Tan tidak baik-baik saja, sehingga hanya mengangguk lemah dan langsung mengemudikan kendaraan meninggalkan kantor menuju ke rumah sakit yang disebutkan.
Meskipun sepanjang perjalanan, ia jadi dipenuhi kekhawatiran mengenai nasib hubungan mereka setelah ini. Namun, bibir tidak mampu berucap sepatah kata pun untuk bertanya pada Amira Tan yang diketahui sedang terlihat ketakutan karena dari tadi duduk dengan tidak tenang di sebelah.
Sementara itu, Amira Tan saat ini terlihat menggigit kuku jari karena merupakan kebiasaan ketika sedang diliputi kegelisahan. Sambil menatap ke arah jalanan yang dipenuhi oleh lalu lalang kendaraan di sore hari.
'Tuhan, lindungi mama. Aku tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk padanya. Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri jika mama meninggal hanya karena mendengar kabar bahwa aku saat ini menjalin hubungan dengan Noah.'
Saat ini, ia merasa bingung saat diliputi ketakutan jika benar yang dipikirkan. Tidak tahu harus bagaimana. Hingga suasana di dalam mobil yang penuh keheningan di antara mereka, membuat Amira Tan menoleh ke arah sosok pria di balik kemudi.
Noah yang dari tadi sibuk dengan pikiran sendiri ketika memikirkan kelangsungan hubungan mereka, seketika sekilas menoleh ke arah Amira Tan.
"Ya, ada apa?"
"Aku takut." Amira Tan hanya menjawab singkat dan tidak melanjutkan apa yang saat ini dipikirkan.
Karena akan semakin menambah beban di dalam hati dan pastinya menyakiti pria yang dicintai tersebut.
Sejujurnya Noah ingin menjawab hal yang sama pada Amira Tan, tetapi tidak ingin jika sang kekasih semakin down. "Penuhi pikiranmu dengan hal-hal yang positif dan juga berdoa pada Tuhan, agar melindungi ibumu."
__ADS_1
"Jadi, jangan berpikir hal-hal buruk karena itu hanya akan menambah perasaan gelisah." Ia bahkan berakting tersenyum tipis, demi memberikan suntikan semangat pada Amira Tan saat ini.
'Aku tahu jika saat ini kamu khawatir dengan nasib hubungan kita karena juga merasakan demikian, Sayang. Namun, akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankanmu,' gumamnya yang kembali fokus menatap ke arah jalanan.
Meskipun tidak sepenuhnya bisa fokus mengemudi karena pikiran dikuasai oleh ketakutan serta kekhawatiran, tetapi masih berusaha untuk bersikap biasa di depan Amira Tan.
Sementara itu, Amira Tan yang saat ini sedikit terhibur dengan apa yang disampaikan oleh Noah, bernapas lega dan menuruti dengan cara sibuk merapal doa di dalam hati demi kesembuhan sang ibu.
Bahkan semua doa-doa baik dipanjatkan ketika Amira Tan menyatukan kedua tangan saat memohon pada Tuhan. Bahkan bukan hanya meminta kebaikan dari kesehatan sang ibu, tetapi juga hubungan percintaan mereka yang baru saja dimulai.
'Tuhan, aku percaya bahwa Engkau tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat. Aku berharap semua baik-baik saja dan menyerahkan padamu.'
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, hanya dipenuhi oleh keheningan karena keduanya sedang sibuk memikirkan hal yang sama, yaitu kelangsungan dari hubungan percintaan yang baru saja dimulai.
Jika beberapa saat yang lalu keduanya merasa percaya diri bahwa akan tetap bersama meski apapun yang terjadi, tetapi sekarang berbeda.
Amira Tan bahkan merasa ragu dengan hubungannya bersama Noah. Khawatir tidak akan bisa mempertahankan pria yang sangat dicintai jika sampai terjadi sesuatu pada sang ibu.
'Jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada ibuku karena hubunganku dengan Noah, apa yang harus kulakukan?' gumam Amira Tan yang masih melanjutkan kegiatan menormalkan perasaan dengan cara menggigit kuku jari.
Hal yang dari dulu selalu menjadi kebiasaan buruk dan sering dimarahi oleh sang ibu jika melakukan hal seperti itu, tetapi hari ini tidak ada yang melarang dan membuat anak merasa bersalah karena menjadi penyebab wanita yang telah melahirkannya tersebut berlatih di rumah sakit.
To be continued...
__ADS_1