Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Hidup terus berjalan


__ADS_3

Putri baru selesai menceritakan tentang kisah hidup masa lalu kelam yang dijalani dan berakhir mengenaskan karena dikutuk oleh sang suami.


Bahkan sesekali bulir air mata membasahi pipi ketika mengingat tentang dosa-dosa yang pernah dilakukan saat menghianati ikatan suci pernikahan dengan pria yang dianggap akan selamanya mencintainya.


Namun, ternyata realita tak seindah ekspektasi karena berakhir diselingkuhi oleh pria yang dicintai dan dipercaya selama ini. Bahkan ia merasa seperti menjadi Bagus karena bisa merasakan apa yang mantan suaminya tersebut alami ketika diselingkuhi.


"Bukankah aku jauh lebih hina dari para pelacur? Bahkan mungkin karena ini tidaklah cukup untuk menebus segala dosa-dosaku di masa lalu, tapi aku sangat takut jika mengalami hal yang lebih buruk setelah ini."


"Apalagi mantan suamiku dengan penuh kemurkaan bahwa aku tidak akan pernah hidup bahagia setelah mengkhianati pernikahan. Apalagi sampai mengorbankan dua keturunan yang lain, sehingga menjadi korban dari keegoisanku."


Saat melihat Putri terlihat mengenaskan dengan suara menyayat hati ketika menceritakan semua. Mira memang merasa sangat terkejut karena tidak pernah menyangka, tapi bisa memahami apa yang wanita di hadapannya tersebut rasakan.


Apalagi melihat wajah yang sudah berubah sembab karena efek menangis, sehingga membuat Mira tidak tega untuk berkomentar. Hanya sebuah pelukan yang saat ini dilakukan karena ingin menenangkan perasaan Putri agar tidak semakin terpuruk.


Bahkan saat ini sudah mengusap lembut punggung wanita dengan tubuh bergetar karena efek menangis tersebut. "Tenanglah, Putri."


"Aku tahu bahwa kamu melakukan kesalahan di masa lalu, tapi Tuhan selalu membuka lebar pintu maaf jika kau bertobat dan menyesali semua perbuatan. Apalagi jika berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi kesalahan, Tuhan akan memberikan kesempatan kedua untukmu."


"Jadi, Lebih baik kamu fokus memperbaiki diri daripada mengingat kutukan dari suamimu. Kalau menurutku, sebuah kutukan akan sirna dan dikalahkan oleh pertobatan dan kebaikan. Jadi, Jika kamu terus menebar kebaikan dan merasa yakin bahwa Tuhan memberikan kesempatan kedua untukmu menebus segala dosa-dosa di masa lalu, pasti suatu saat kamu akan hidup berbahagia."


Mira sebenarnya merasa ragu dan juga khawatir jika ketakutan Putri menjadi kenyataan. Bahwa wanita itu akan terus hidup menderita dan tidak akan pernah merasakan kebahagiaan akibat kutukan dari sang suami.


Tentu saja Mira mengerti bahwa kutukan Bagus sebenarnya merupakan doa dari suami yang tersakiti.

__ADS_1


Jadi, memang pada kenyataannya, doa dari orang yang teraniaya selalu menjadi kenyataan. Hal itulah yang saat ini dirasakan oleh Putri tanpa harus menunggu waktu lama karena kebahagiaan semu selama ini tidak disadari oleh wanita dengan tubuh bergetar ketika menangis tersedu-sedu tersebut.


Putri merasa sangat terhibur karena wanita yang memeluknya tersebut seolah berhasil mengirimkan aura positif dan semangat, sehingga sedikit berkurang rasa khawatir dan ketakutan selama ini.


Meski tidak sepenuhnya menghilangkan ketakutan yang dirasakan oleh Putri, tetapi sangat terhibur dengan kalimat penghiburan dari Mira.


"Kamu memang merupakan seorang wanita yang sangat bijak dan membuatku merasa tenang sekarang. Aku ingin fokus memperbaiki diri dengan mengurus Xander. Aku tidak akan pernah menikah lagi karena mendapatkan penderitaan yang lebih buruk dari ini."


"Ternyata, rasanya sangat sakit ketika orang yang dicintai dan dipercaya berselingkuh. Aku sekarang bisa memahami apa yang dulu dirasakan oleh mantan suamiku. Apalagi dia masih sangat mencintaiku dan memaafkan semua yang kulakukan, hingga dulu menikahkan kami, meskipun perasaan sangat hancur."


Mira melepaskan pelukan dan menarik diri, lalu menatap wajah penuh bulir air mata tersebut. "Sekarang kamu sudah merasakan bagaimana perasaan suamimu karena mengalami sendiri."


"Jadi, mulai sekarang, lebih baik kamu fokus untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan pada Tuhan atas dosa-dosa yang dilakukan. Sebenarnya, apa yang kamu lakukan sering terjadi di masyarakat umum maupun kelas atas. Hanya saja, yang membedakan adalah waktu akan menyadarkan semua orang dari kesalahan."


Putri hanya diam dan meresapi semua nasehat dari wanita yang dianggap sangat bijak dan dewasa tersebut, sehingga bisa dijadikan panutan untuk hidup.


Bahkan saat ini, Putri beralih menatap ke arah putranya yang sudah tertidur dengan pulas. Tanpa memperdulikan bulir kesedihan yang menganak sungai di wajah.


"Tuhan memang memberikan pintu maaf untukku dengan cara menunjukkan perbuatan Arya. Apalagi aku tahu bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya."


Mira sudah tidak penasaran lagi tentang cerita hidup Putri. Bahkan masih berusaha untuk membuat wanita itu tidak selalu menyalahkan diri sendiri karena di dunia ini masih banyak orang yang melakukan dosa melebihi Putri.


"Kamu benar sekali, Putri. Jadi, yakinlah pada Tuhan. Bahwa semua orang akan mendapatkan ujian hidup dalam bentuk berbeda sesuai dengan kemampuan karena Tuhan lebih mengetahui semuanya. Kamu tahu, para mantan pelacur yang sekarang bekerja di sini juga sepertimu ketika menyesali perbuatan di masa lalu."

__ADS_1


"Mereka lebih banyak melakukan dosa daripada kamu, tapi merasa beruntung karena langsung mendapatkan hidayah dari Tuhan dan membuat mereka meninggalkan pekerjaan haram, sehingga kini fokus untuk bekerja secara halal."


Mira mengakhiri semuanya dengan mengusap lembut lengan Putri dan bangkit berdiri dari atas ranjang karena tadi duduk di tepi bersama wanita yang masih terlihat mengenaskan karena wajah sembab penuh air mata.


Cucilah wajahmu. Kita makan karena makanan yang kupesan sudah datang."


Saat Putri mengganggukkan kepala sebagai persetujuan atas perintah Mira, ada sesuatu hal yang membuatnya merasa penasaran. "Di mana anak-anakmu? Kenapa dari tadi tidak kelihatan di rumah ini?"


"Tadi aku menitipkan mereka ke rumah orang tuaku. Jadi, sekarang rumah terasa, tapi saat mereka kembali, pasti akan sangat berisik dengan suara dua anakku. Ayo, manfaatkan waktu sebaik mungkin saat putramu tertidur. Kamu harus banyak makan agar tidak kurus seperti orang yang sangat menderita."


Putri saat ini tersenyum tipis ketika merasa nyaman dengan kalimat terakhir dari wanita yang membuatnya merasa terhibur dan menjadi lebih baik.


"Ya, sepertinya aku memang harus banyak makan untuk menunjukkan pada dunia bahwa hidup terus berjalan. Mungkin aku akan benar-benar gemuk jika selalu bersamamu karena kamu memberikan banyak makanan untukku."


Kemudian dua wanita itu keluar dari ruangan kamar sambil tertawa karena menyadari apa yang mereka katakan sangat konyol.


"Jika kamu gemuk, aku ada temannya dan tidak terpuruk karena berat badan yang berlebihan." Mira berjalan keluar dari ruangan kamar dan langsung menuju ke ruang makan.


Tadi, salah satu pegawai sudah menerima makanan yang dipesan beberapa saat lalu dan menyiapkan di atas meja. Sementara mereka sudah makan tadi dengan memesan sendiri nasi bungkus.


Karena memang sebelum Mira pergi menjemput Putri, memberikan uang agar para pekerja memesan makanan sendiri hari ini.


Sementara Putri masuk ke kamar mandi yang ditunjukkan oleh Mira dan seperti perintah wanita itu untuk membersihkan wajah yang pastinya sangat mengenaskan karena tidak berhenti menangis.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2