Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Sibuk melihat ke arah lain


__ADS_3

Amira Tan baru saja tiba di rumah dan langsung membersihkan diri karena akan pergi ke Club untuk menemui Noah. Satu jam kemudian, ia telah rapi dengan memakai mini dress dan hot pants. Kemudian merangkap dengan kemeja lengan panjang dan celana.


Sengaja ia memakai baju dobel karena saat berpamitan dengan orang tuanya, tidak ingin dicurigai. Bahkan tadi sudah mendapatkan ide untuk beralasan jika malam nanti tidak pulang karena ingin minum sesuatu yang membuatnya mabuk.


"Hanya sehari saja aku ingin melupakan pria bodoh itu yang pergi dari kehidupanku." Amira Tan berbicara sendiri di depan cermin dan memikirkan tentang apa saja yang akan dilakukan di club malam.


Selain untuk mengajari Noah dengan bertingkah sok senior dan berpengalaman, Amira Tan juga ingin bersenang-senang.


Tentu saja ia sudah mengetahui istilah clubbing yang bukan pertandingan menampilkan penampilan terbaik, tapi untuk Nejoying the Nigth.


Jadi tidak pelru pakai oong dress panjang ala princess kerajaan. Hal itulah yang membuatnya memakai mini dress tanpa lengan karena berpikir harus mengenakan pakaian yang paling nyaman.


Apalagi di clubbing, aktifitas paling umum adalah dance on the floor dan pastinya ia tidak akan ketinggalan.


Bahkan suasana itu akan membuat Amira Tan enjoy dan pasti ikut jingkrak-jingkrak di sana. Hal itulah yang membuatnya memastikan pakaian yang dikenakan nyaman saat nanti bergerak dan berkeringat banyak.


Kini, ia memilih sepatu yang nyaman untuk dipakai jingkrak-jingkrak di bawah lampu remang-remang dan dentuman musik DJ.


"Aku harus melepaskan ini, daripada rusak atau hilang." Amira Tan melepaskan anting, kalung dan cincin.


"Ikuti saja ritme club dan pasti langsung bar-bar ketika mendengar musik DJ. Aku dulu sangat bodoh karena mabuk di Club saat pertama kali ke sana."


"Itu semua karena Bagus dan tidak bertanggungjawab sama sekali. Malah yang ada, menyakiti hatiku untuk kesekian kali. Kalau hari ini tidak masalah karena sudah ada Noah yang menjagaku nanti."


Amira Tan kini mengingat perkataan Jack saat marah ketika menceritakan tentang mabuk di hari pertama ke Club.


Jangan mudah terima tawaran minum dari Starnger, apalagi kalau botolnya sudah kebuka. Ada banyak hal yang mungkin ada di dalam sana. Jika memang ingin mencicipi yang berakohol, cari yang kadarnya di bawah lima persen.

__ADS_1


Ajak satu teman, atau aku untuk menjagamu saat mabuk. Jangan bawa mobil sendiri. Pastikan kamu tahu lokasi toilet sebelum get drunk. Pastikan toiletnya duduk, bukan closed jongkok. Berhentilah ketika kesadaran kamu sudah kurang dari 30 persen.


Amira Tan geleng-geleng kepala ketika kalimat itu dikatakan oleh Jack saat menasihati ketika baru pulang. "Mana mungkin aku mengajak Jack. Bukan senang, aku malah tambah stres nanti."


"Ingat, Amira Tan. Hindari kontak fisik dengan lawan jenis karena banyak pria berengsek di sana mencari kesempatan. Meskipun tidak semuanya, tapi mayoritas. Jangan mau disentuh, apalagi diraba-raba, kamu wanita bukan saku celana cowok."


Amira Tan berbicara sendiri di dalam kamar seperti orang gila sebelum keluar dari ruangan pribadi tersebut. Setelah siap dan merasa penampilannya sempurna, kini berjalan keluar dan menuju ke lantai dasar untuk menemui orang tua yang tadi dilihat sedang menonton TV.


Beberapa saat kemudian, ia menghampiri orang tua untuk mengungkapkan ide yang tadi ada di kepala. "Pa, Ma, aku pergi ke acara temanku yang mengadakan party di rumahnya."


"Nanti, seandainya malam ini tidak pulang, jangan khawatir karena berencana tidur di rumah temanku yang ulang tahun itu." Amira Tan bersikap natural, agar orang tuanya mempercayai kebohongan yang baru saja dikatakan.


Sementara itu, pria paruh baya yang saat ini memicingkan mata karena tidak biasa putrinya akan menginap di rumah teman. Apalagi mengetahui bahwa Amira Tan adalah tipe wanita yang tidak suka pesta.


"Tidak biasanya kamu tertarik pergi ke pesta, Sayang?"


Amira Tan berbicara sambil tersenyum dan langsung mencium pipi putih sang ibu sebelum berbicara macam-macam ataupun mengomel.


"Aku pergi, Ma. Jangan khawatir, nanti aku menelpon jika tidak pulang." Amira Tan melambaikan tangan dan saat ini melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke arah pintu keluar.


Bahkan ia bisa mendengarkan suara teriakan sang ibu yang terdengar sangat khawatir. Namun, tidak ingin menoleh ke belakang.


"Hubungi Jack untuk menjagamu!"


"Oke!" Amira Tan hanya menjawab singkat untuk mengiyakan perintah sang ibu.


Meskipun itu hanyalah sebuah tipu muslihat karena tidak akan menghubungi pria yang dianggap mengacaukan rencana untuk bersenang-senang malam ini.

__ADS_1


'Mana mungkin aku menghubungi Jack. Nanti yang ada, Jack akan bertingkah seperti bodyguard dan melarangku untuk melakukan apapun di Club.'


Puas beragumen sendiri di dalam hati, kini Amira Tan sudah masuk ke dalam mobil dan menginjak pedal gas untuk melajukan kendaraan mewah miliknya tersebut menuju ke tempat kerja Noah.


"Meskipun sebenarnya, aku tidak tahu apa yang akan dikatakan pada Noah untuk bisa melupakan kejadian di atas ranjang itu. Lebih baik dipikirkan nanti saja setelah bertemu dengan Noah."


Amira Tan saat ini masih fokus menatap ke arah depan ketika mengemudi dan perjalanan malam ini cukup ramai karena weekend. Banyak orang yang pastinya keluar untuk sekedar bersenang-senang menyambut hari libur.


Setelah lebih dari setengah jam, mobil yang dikemudikan olehnya telah masuk ke area parkir Club dan langsung mencari tempat kosong. Kemudian ia melepaskan baju panjang yang dikenakan dan menaruh di kursi sebelah kiri.


Sebelum turun, Amira Tan melihat penampilan di cermin dan setelah merasa tidak ada yang kurang, kini belanja keluar dari mobil dengan tas selempang kecil berisi dompet dan ponsel.


Saat Amira Tan berjalan masuk ke Club, mengerutkan kening karena seperti mengenal siluet belakang sosok pria.


"Siapa itu? Rasanya seperti tidak asing?"


Amira Tan memilih untuk mempercepat langkah kaki dan merasa penasaran siapa pria di hadapan yang baru saja masuk ke dalam Club. Begitu berada di dalam dengan lampu remang-remang, ia melihat dari samping kanan.


Seketika Amira Tan membulatkan mata begitu melihat bahwa pria itu adalah suami dari adik tirinya yang tak lain adalah Arya.


'Arya? Kenapa dia ada di sini? Apakah memang sering datang ke Club ini?' gumam Amira Tan yang saat ini memilih untuk mengamati ke mana Arya duduk.


"Arya datang sendiri?" Amira Tan berniat untuk tetap mengamati apa yang dilakukan oleh suami dari adik tirinya tersebut. Kemudian ia berjalan ke arah meja bartender dan langsung disambut oleh Noah dengan senyuman.


"Aku dari tadi sudah menunggumu." Noah yang tadi melihat ke arah sang pengacara, merasa aneh karena wanita itu seperti sibuk melihat ke arah lain.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2