Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Akhir dari cerita


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........


CEKIDOT......


👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Author POV**


Suara riuh terdengar menggema. Semua orang disibukan dengan persiapan untuk menyambut kelahiran putra Dante dan Diandra, Arshaka Araujo. Putra dari buah cinta kedua pasangan yang tengah berbahagia itu.


Malam ini adalah acara syukuran dan penyambutan kedatangan bayi munggil dan menggemaskan itu.


Diandra, wanita berusia 29 tahun yang disia-siakan oleh suaminya sendiri. Dipoligami dan disakiti. Tak hanya sampai disitu, dia juga harus menjadi orang tua tunggal dari kedua anaknya. Kepergian sang mantan suami menjadi boomerang tersendiri baginya. Di mana dia harus menerima tuduhan keegoisan dari mantan keluarga suaminya. Dia tak pernah merasakan bahagia dalam hidupnya. Baginya kehidupan itu kejam, dia merasa hidup tak adil yang suka sekali menghempaskan dirinya. Bahkan dia sudah berpikir bahwa dirinya akan mati rasa.


Namun lihatlah sekarang, saat dirinya dibuang tak berharga. Ada sosok yang menyambut dan memungutnya dengan penuh cinta. Hingga sosok itu jatuh cinta pada wanita yang telah berhasil membuat putri semata wayangnya bahagia. Perjalanan untuk memperjuangkan cintanya tidak berhenti sampai disitu. Banyak lika-liku luka yang harus keduanya lewati. Waktu terus berjalan, keduanya pun saling jatuh cinta dan memperjuangkan. Meski jalannya tak mudah namun keduanya berhasil melewati semua tantangan yang diberikan oleh sang pencipta takdir.


Diandra Gautama, wanita yang pernah di nikahi oleh sosok pria tampan. Namun, seketika hidupnya di jungkirbalik oleh kenyataan. Wanita tegas dan pemberani namun sebenarnya dia adalah wanita yang kuat dan penuh cinta. Dirinya dipaksa dewasa oleh keadaan. Dipaksa menghadapi segala kemungkinan untuk menghadapi kenyataan.


Namun siapa yang menyangka jika takdir Tuhan justru membawa nya pada titik bahagia yang tak pernah Ara bayangkan. Dia dinikahi oleh seorang pengusaha tampan dan kaya raya, mantan kakak ipar dan bos nya. Tak hanya itu, Tuhan juga menghadirkan sosok bayi munggil ditengah-tengah kebahagiaan yang di ukir oleh Ara.


"Uwu uwu kesayangan Kakak, sudah tidul ya," celetuk Tata terus menciumi wajah adiknya.


Tata begitu bahagia menyambut kehadiran adik kecilnya. Gadis berusia lima tahun tiga bulan itu merasa kehidupan nya sudah lengkap. Cita-cita nya memiliki keluarga utuh kini telah tercapai.


Begitu juga dengan Nara dan Naro yang menyambut kelahiran adik mereka dengan kebahagiaan, walau beda ayah tetapi mereka satu ibu.


"Mommy, kenapa wajah Shaa belbeda dengan Tata?" tanya nya menatap wajah adiknya yang tertidur lelap.


"Kan Shaka masih kecil Nak," sahut Ara asal.


"Sayang, ayo acaranya sudah mau dimulai," ajak Dante masuk kedalam kamar mereka.


"Shaka tidur Mas," jawab Ara menepuk-nepuk bagian dada putri kecilnya.


"Tidak apa-apa bawa saja. Tamu sudah datang," sahut Dante


"Iya Mas." Ara turun dari ranjang dan diikuti oleh Tata.

__ADS_1


"Biar Mas yang gendong," pinta Dante. "Kamu tidak boleh kelelahan." Sejak Ara melahirkan sikap posesif Dante semakin luar biasa.


"Iya Mas." Ara menjawab dengan senyum. Suaminya ini memang posesif padanya tapi Ara senang karena Dante begitu mencintai dirinya.


Mereka keluar dari kamar. Dante menggendong Arshaka yang mereka panggil Shaka. Sedangkan Ara menggandeng tangan Tata. Mereka tampak seperti keluarga bahagia pada umumnya.


Disana para keluarga serta teman-teman Dante dan Ara sudah berkumpul dengan tak sabar menantikan bayi munggil yang telah melengkapi kebahagiaan dua manusia yang saling mencintai itu.


"Hai Shakw." Henny sudah heboh.


"Unyu-unyu nya keponakan Tante Mira ini." Mira menciumi wajah Shaka. Namun gadis kecil itu malah terlelap.


Acara dimulai, banyak para tamu yang berdatangan untuk sekedar memberikan ucapan selamat pada Dante dan Ara. Mereka turut berbahagia atas kelahiran dari bayi yang mereka beri nama Shaka.


"Selamat ya Nak," ucap Arumi. "Semoga dengan kelahiran putra kalian, semakin menambah kebahagiaan dirumah tangga kalian," sambung Arumi.


"Terima kasih Bu," balas Ara.


"Haiii cucu Oma." Yuni Ibu nya Dante juga heboh menciumi wajah bayi munggil itu.


Ara terkekeh pelan. Bayi munggil itu memang mirip wajah Dante ketika kecil. Bagai pinang dibelah dua.


Acara dilanjutkan dengan makan-makan. Banyak dari bisnis kerja Dante yang berdatangan untuk sekedar memberikan ucapan selamat kepada dua orang yang telah menjadi orang tua itu.


Nara dan Naro juga tampak berebut menggendong adik kecil mereka. Kedua itu terlihat senang dengan hadirnya Shaka.


.


.


.


.


Ara menidurkan putra kecil. Nara, Naro dan Tata juga tidur di kamar yang sama tetapi berbeda ranjang. Dante merenggut kesal, ketiga anaknya benar-benar menempel pada Ara, bahkan mereka tak mau jauh dari istrinya tersebut. Sehingga Dante tak ada waktu untuk bersenang-senang bersama istrinya.


Ara tersenyum bahagia menatap keempat buah hatinya. Ara sama sekali tak membedakan antara keempat anaknya. Meski Tata bukan anak kandungnya namun Ara tetap menyayangi putri kecil nya itu.

__ADS_1


"Sayang."


Dante masuk kedalam kamarnya. Acara panjang itu cukup melelahkan. Banyak para tamu yang harus dilayani.


"Iya Mas." Ara tersenyum pada suaminya.


"Mereka sudah tidur?" Sambil duduk dibibir ranjang.


"Sudah Mas." Wanita cantik itu tersenyum.


"Sayang." Dante menatap istri nya dengan penuh cinta.


"Iya Mas kenapa?" Senyum Ara ini selalu mampu mengalihkan dunia Dante.


Dante memeluk istrinya dari belakang. Dia membenamkan wajahnya di cekuk leher Ara


"Terima kasih sudah hadir dihidup, Mas."


"Aku juga berterima kasih sama Mas, terima kasih sudah menerima ku apa adanya. Aku bahagia, Mas." Ara berbalik dan menatap wajah suaminya.


"Mas juga bahagia, Sayang." Dante mengelus wajah sang istri. "Mas masih belum percaya jika sekarang kamu adalah istrinya Mas," ucapnya


"Mas, aku tak ingin kebahagiaan ini berlalu. Semoga cinta kita abadi selamanya, Mas. Terima sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Menjadi suami serta ayah yang baik untuk anak-anak," ucap Ara.


Dante tersenyum hangat, tangannya terulur


Ara tersenyum hangat tangannya melingkar dileher Dante dia juga bahagia. Wanita itu berjinjit dan mengecup bibir suaminya.


Dante tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia menahan tengkuk Ara dan memperdalam ciuman mereka.


**T-A-M-A-T


"Aku tak percaya kata cinta tetapi hadirmu menyakinkanku bahwa perasaan yang tepat selalu membawa bahagia. Terima kasih sudah menerima dan mengobati masa laluku. Kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Kali ini aku akan benar-benar menjaga mu sepenuh jiwa raga dan perasa."


(Dante Araujo)


"Saat semua orang membuang ku. Kamu datang dan menyakinkan ku bahwa semua akan baik-baik saja. Kamu datang dan menjadi penyembuh segala luka yang menghantam dada." (Diandra Gautama)

__ADS_1


__ADS_2