Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
First night


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........


CEKIDOT......


👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Tamu undangan terus berdatangan. Ucapan selamat juga masih kami dapatkan.


"Ara," seru Henny berhambur memelukku.


"Henny," balas ku.


Kami berdua berpelukan. Henny adalah sahabat terbaikku, meski kalau bicara dia suka asal keluar tapi dia adalah wanita yang mandiri.


"Selamat ya, Ra. Semoga kamu bahagia." Henny mencium kening ku.


"Terima kasih cintaku," godaku tertawa lebar.


"Cih, aku masih normal Ja," cibir Henny.


"Ra, selamat ya." Kak Dea juga menyalami aku sambil cepika-cepiki.


"Pak Dante, selamat," ucapnya pada Mas Dante.


"Selamat, Ra."


"Selamat Pak Dante," ucap Mas Divta.


"Selamat, Ra."


"Selamat Pak Dante." Mas Bayu juga ikut memberikan selamat.


"Terima kasih," balas kami berdua.


Tampak Divta dan kedua anaknya serta kedua orang tua nya menghadiri pernikahan kami. Aku tahu perasaan Divta masih sama padaku


"Ra, selamat ya," ucap Divta. "Aku b berharap kamu bahagia," sambungnya sambil tersenyum padaku.


"Terima kasih Ta," sahut ku.


Divta adalah yang pernah menolong ku dalam kesusahan. Dia berperan penting dalam perjalanan hidupku. Aku harap Divta juga bahagia. Tetapi jika dia kembali dengan Chelsea, aku jujur saja tidak ikhlas, Divta terlalu baik untuk disakiti oleh orang seperti Chelsea.


"Ja." Mira juga memelukku. "Cantik banget sahabat ku ini." Mira gemes sendiri.


"Pak, saya titip sahabat saya sama Bapak. Bahagiakan dia," pesan Mira pada Mas Dante.


"Pasti," balas Mas Dante tersenyum simpul


"Terima kasih Mir. Kamu kapan menyusul?" Aku mengedipkan mata jahil sambil tertawa pelan.


"Doakan saja semoga ada yang lama," sahut tertawa garing. Mira sudah lama menaruh rasa pada Divta, tetapi hingga kini belum ada respon dari Divta.

__ADS_1


Setelah ucapan selamat dan salam-salaman dilanjutkan dengan sesi foto-foto keluarga. Hari ini aku dan Mas Dante menjadi artis dadakan, setiap tamu yang naik ke pelaminan pasti meminta untuk berfoto dengan kami.


"Ara." Ibu naik ke pelaminan bersama Ayah.


"Ibu." Aku memeluk Ibu. Kemarin aku memang kecewa dan marah tapi sudahlah, aku tak ingin hidup dalam dendam.


"Selamat ya Nak. Ibu harap pernikahan kamu kali ini langgeng sampai maut memisahkan," ucap Ibu penuh harap. Aku juga mengharapkan hal yang sama.


"Terima kasih Bu."


"Daddy. Mommy," seru Tata naik keatas pelaminan.


"Tata."


"Daddy. Mama," ucap Nara dan Naro juga naik keatas pelaminan.


Hari ini ketiga anakku ini kompak memakai warna baju yang sama. Mereka tampak tampan dan cantik.


Aku juga menggundang mantan ayah mertua dan Gisel serta anak Lusia, Ve. Tetapi seperti nya mereka tak datang. Aku tahu mantan ayah mertua masih menyalahkan ku atas kepergian Mas Dante.


Senyum kami berdua mengembang. Tata langsung memeluk kami berdua bersamaan. Impian Tata kini terwujud, dia menginginkan orang tua yang lengkap. Aku bahagia bisa mewujudkan impian Tata karena itu impian ku juga. Impian ku dan Tata telah terwujud.


Nara dan Naro juga memeluk kami berdua. Semburat kebahagiaan terlihat jelas di wajah kedua anakku itu. Walau sebaik-baiknya ayah sambung tidak akan sama dengan ayah kandung. Namun, aku percaya Mas Dante mampu mengemban perannya sebagai ayah dan menyayangi Nara dan Naro seperti anaknya sendiri.


"Sayang dulu dong, Daddy sama Mommy."


Nara, Naro dan Tata menghujani wajah kami berdua dengan banyak ciuman hingga membuat kami tertawa geli saat benda kenyal itu menempel dipipi.


"Mulai nakal ya anak nya Daddy ini, sudah berani-berani cium istri Daddy."


"Daddy hahah geli Daddy. Haha."


Aku hanya tersenyum simpul menatap kedua orang ini. Aku masih tak menyangka jika Tuhan membawa ku pada titik ini. Setelah di hancurkan dengan hebat. Setelah dibuang tak berharga. Kini aku diambil oleh seseorang yang lebih berharga dan mencintai ku dengan tulus.


Mas Dante dan ketiga anakku adalah duniaku sekarang. Dunia yang membuatku bahagia. Mereka akan menjadi orang-orang yang menemaniku hingga akhir usia.


Mas Dante menggendong ku masuk kedalam kamar. Acara yang panjang itu cukup menguras tenaga karena banyaknya tamu undangan.


Aku menyandarkan kepalaku didada bidang nya dengan leher yang melingkar di leher suamiku. Sudah lama aku tak bermanja-manja dan di manja-manja.


"Mas, aku berat ya?" Aku mengendus-enduskan wajah ku didada bidang Mas Dante.


"Kamu itu ringan banget Sayang," Mas Dante terkekeh.


"Berarti aku kurusan dong?" Cemberut ku. Bagaimana aku ta kurus, makan saja tidak teratur dan terurus. Mengurus perceraian ku serta menemani Nara dirumah sakit semua menguras tenaga.


"Mau kamu kurus atau gemuk kamu tetap cantik Sayang. Dan Mas cinta sama kamu," goda nya terkekeh pelan.


"Mas." Aku menyembunyikan wajah merona ku didada bidang Mas Dante.


Mas Dante membawaku masuk kedalam kamar yang mungkin baru pertama kali menjadi tempat tidur kami. Rumah ini memang masih baru dan baru ditempati sekarang.

__ADS_1


Mas Dante meletakkan aku dengan pelan diranjang. Dia menjaga ku seperti telur yang takut bila retak sedikit saja akan berakibat fatal.


Mas Dante berjongkok sedangkan aku duduk dibibir ranjang.


"Mas lebih suka kamu tanpa make up" goda nya.


Aku terkekeh dengan rayuan lelaki ini. Matanya merah menahan hasrat. Sebagai pria normal wajar saja jika Mas Dante tak sabar sudah lima tahun menduda tentu nya itu tantangan yang berat untuknya sebagai laki-laki normal.


"Sayang, makasih ya udah mau hadir dihidup Mas," ucapnya mengelus pipiku


"Iya Mas. Aku juga yang harus bilang makasih karena Mas sudah terima aku apa adanya," senyumku.


"Kalau Mas minta sekarang boleh?" Tatapnya penuh harap.


Aku ngakak. Lelaki ini memang terlihat tak sabar. Malam pertama pasangan yang sudah pernah menikah itu tentu bukan sesuatu yang penasaran hanya saja mungkin berbeda pasangan.


Aku mengangguk, "Iya Mas. Aku sudah siap kok. Sebagai wanita normal jujur aku juga menginginkan nya.


"Mas akan lakukan pelan-pelan," ucapnya mengecup keningku.


**Bersambung..


Maaf ya gaesss malam pertama Dante dan Ara author skip wkwkww


Okehhh makasih buat kalian yang udah mau ikutin kisah nya Ara. Akhirnya Ara bahagia.


Yuk follow akun author


FB : Fitriani Yuri Kwon


IG ; _fitrianiyurikwon_


TikTok: @fitrianiyuri**


Hai guys......


Makasih yg udah selalu ikutin kisah nya Ara dan Dante... Rencana author novel ini bakal lanjut sampai 7 turunan. 8 tanjakan. 9 belok-belok dan 10 tikungan. Nanti bakal lahir cucu cicit serta keturunan ke 7... Ya anggap saja bereinkarnasi.....


Jadi otor cakep sekebon tehh butuh banget dukungan dari kalian guys... Sebab tanpa kalian otor hanya butiran debu ahh apalah namanya...


Jangan lupa mampir ke karya baru author...


Menikahi Brondong


Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri


Berbagi suami dengan adikku...


Kalau kalian ada aplikasi orange hitam putih kalian boleh mampir ke karya author..


Penjara Cinta CEO Kejam..

__ADS_1


Benih yang tertukar..


Di jamin seru dan gak bikin garing.....


__ADS_2