
SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........
CEKIDOT......
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Diandra POV
Aku mengerjab-ngerjabkan mataku ketika merasa ada sesuatu yang berat menimpa perutku. Dalam benak ku bertanya apa yang ada diatas perutku.
Aku membuka mata perlahan, aku langsung melonggo ketika melihat wajah Pak Dante begitu dekat dengan hidungku, bahkan jika aku bergerak sedikit saja pasti aku mencium pipi Pak Dante. Apa yang terjadi kenapa bisa ada disini?
Aku melirik disampingku ada Tata yang juga memeluk ku kian erat dan agresif.
Sial, jantung ku berdengup kencang ketika deru nafas Pak Dante menyapu wajahku. Aroma mint yang keluar dari mulutnya membuat aku salah tingkah. Pipi bersemu merah dan debaran-debaran itu menelusup masuk kedalam hatiku.
Aku mencoba melepaskan diri dari pelukan orang ini tetapi kenapa dia malah memeluk ku kian erat. Astaga, jadi semalam aku tidur disini? Pasti Nara dan Naro khawatir mencari keberadaan ku yang tidak pulang ke rumah. Aku masih ingat, setelah dari rumah Kak Dea. Aku berjalan ditengah derasnya hujan. Lalu aku bertemu Pak Dante dan setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi.
"Pak," panggil ku pelan.
Bukanya melepaskan pelukan nya, Pak Dante malah semakin erat memelukku. Aku merenggut kesal, ini sudah menunjukkan jam 5 subuh. Aku harus pulang mengurus keperluan Naro, aku takut dia khawatir saat tak menemukan aku dirumah.
"Pak Dante, bisa lepaskan pelukannya," bisik ku pelan ditelinga nya pelan karena takut membangunkan Tata yang masih terlelap nyaman.
Mata Pak Dante terbuka sempurna, seketika tatapan kami berdua bertemu satu sama lain. Tatapan itu entah kenapa seperti meninggalkan sebuah rasa yang ingin ku tanggalkan. Tidak, aku tidak boleh terpesona dengan lelaki ini.
"Pak, bisa lepaskan pelukannya. Saya sesak nafas," ucap ku.
Sontak saja tangannya terlepas dari perut ku dan dia terduduk diranjang. Sedangkan aku melepaskan tangan Tata dengan pelan lalu ikut duduk. Aku langsung turun dari ranjang, tadinya yang salah tingkah dengan jantung berdegup kencang. Kenapa sekarang aku merasa malu.
Pak Dante ikut turun dari ranjang. Dia tampak menghembuskan nafasnya pelan.
"Jangan salah paham. Semalam Tata meminta saya tidur sama kamu. Tapi saya tidak melakukan yang hal yang tidak benar sama kamu," ucap nya menjelaskan seolah takut jika aku salah paham
"Tidak apa-apa, Pak," sahutku.
"Apa kamu masih pusing?" tanya nya.
Kami berdua sama-sama berdiri di samping ranjang dengan wajah canggung. Jelas saja canggung, bagaimana tak canggung karena tidur dengan boss sendiri saling berpelukan lagi. Bagaimana kalau ada yang melihat kami pasti akan salah paham dan mengira jika aku wanita penggoda yang sengaja memanfaatkan keadaan hanya demi menarik perhatian Pak Dante.
Dalam hidupku tidak pernah terpikir, jika aku akan menaruh rasa pada boss ku sendiri. Aku sadar diri bahwa kami berbeda kasta. Sampai kapan pun takkan setara.
"Tidak, Pak," jawab ku menggeleng.
Jujur saja aku gugup, sangat gugup malah. Tunggu, kenapa baju beda? Perasaan aku memakai pakaian kantor kenapa piyama sekarang yang membungkus tubuh ku?
__ADS_1
"Pak sia_"
"Itu Mama yang ganti," potong Pak Dante cepat.
Aku menghela nafas panjang. Aku tahu tak mungkin Pak Dante yang menggantikan pakaianku, dia lelaki baik-baik yang menghargai wanita.
"Pak dapurnya di mana?" tanya ku mengalihkan pembicaraan.
"Mau apa?" keningnya mengerut.
"Mau mandi," jawabku ketus. "Mau masaklah Pak," sambung ku.
Dia tampak terkekeh. Selama berkenalan dengan Pak Dante baru kali ini aku melihat dia tersenyum, biasanya dia selalu menampilkan wajah datar dingin tanpa ekspresi.
"Kamu mau masak apa? Sudah ada Bibi yang memasak didapur," jelas nya.
"Hem, mau buat sarapan untuk Tata," jawab ku.
"Ya sudah ayo," ajak nya.
"Lho, Bapak mau ikut?" kening ku berkerut heran.
"Iya, saya mau belajar masak sama kamu," jawab nya.
"Kamu mau masak apa?" tanya Pak Dante melihat ku mengeluarkan beberapa makanan dari dalam kulkas.
"Tata suka apa?" tanya ku.
"Nasi goreng dengan telur mata sapi," jawab Pak Dante.
"Saya akan masak itu Pak," ucap ku mengambil pisau.
Kebetulan pagi ini asisten rumah tangga belum masak, biar aku saja yang masak. Anggap saja sebagai bayaran karena sudah menginap secara gratis disini.
"Ada yang bisa saya bantu?" ucap Pak Dante yang melihat ku sibuk.
"Ambil nasi di rice cooker saja, Pak," jawab ku.
Aku memasak secepat kilat, aku harus kembali sebelum jam 6. Naro biasa nya bangun cepat.
"Bapak mau cicipi?" ucap ku mengangkat sendok yang berisi nasi goreng tersebut.
"Boleh."
Dia membuka mulutnya lalu menyambut sendok yang ku sedorkan kearah mulutnya.
__ADS_1
"Enak?" entah kenapa aku tidak suka mencicipi masakkan ku sendiri. Bahkan setiap kali masak aku tak pernah mencicipi nya.
"Sangat enak. Kamu tidak mau coba?" puji nya sambil menunjukkan jempol tangannya.
Aku menggeleng, "Tidak Pak, saya tidak suka mencicipi masakkan sendiri," jawab ku memindahkan masakkan ku ke dalam mangkuk besar. Aku sengaja masak banyak dan seperti nya cukup di makan satu keluarga.
"Nasi goreng nya enak. Kapan-kapan ajarkan saya masak," ucap nya.
"Bisa Pak," sahutku sibuk menata makanan diatas meja.
Nasi goreng ini adalah menu setiap pagi yang selalu ku siapkan untuk keluarga. Menu kesukaan Mas Galvin, Nara dan Naro. Bahkan kami tak pernah bosan dengan menu ini setiap pagi.
"Oh ya Pak, ini bekal untuk Tata," ucap ku meletakkan kotak nasi diatas meja.
"Iya terima kasih," ucap nya.
"Pak saya pamit pulang ya, soalnya sudah mau siang," pamit ku.
"Saya antar," tawarnya.
"Tidak usah Pak, saya sudah pesan ojek," jawab ku.
"Emang ada ojek subuh-subuh begini?" kening nya berkerut heran.
"Ada Pak," jawabku seraya mengambil tasku. "Ehh ini baju Mama bagaimana?" tanya ku
"Cuci dulu baru di kembalikan," sindirnya.
"Hehe iya lupa." Aku hanya cengengesan sambil menggaruk kepalaku.
"Saya pamit Pak."
"Sampai bertemu di kantor," balas nya.
Aku berjalan cepat, waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Satu jam lagi Naro berangkat ke sekolah. Jarak rumah Pak Dante dan rumah ku cukup jauh.
"Jangan sampai terlambat," gumam ku naik keatas motor.
"Jalan Bang!" perintah ku.
"Iya Bu."
Bersambung. .
Jangan lupa like komen dan vote yaaaw guys....
__ADS_1