Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Season 05. Tata Story 26.


__ADS_3

Gevan POV.


"Darimana saja, Van?" tanya Queen sinis. Dia melipat kedua tangannya di dada seraya memasang wajah kesalnya.


"Rumah sakit," jawabku.


Aku duduk di sofa sembari melepaskan sepatu dan jas yang berada di tubuhku. Sebenarnya aku ingin menginap di rumah sakit tetapi Queen sudah menerorku sejak tadi. Entah kenapa sifat istriku itu semakin hari semakin berubah? Dia posesif luar biasa dan selalu mengekang ku.


"Ke rumah sakit atau bertemu janda itu?" sindir Queen.


Aku mengepalkan tanganku dengan erat. Aku menyesal telah berhubungan dengan wanita iblis ini.


"Jaga omongan kamu, Queen!" hardik ku.


"Lho, apa yang salah? Tata memang janda, 'kan?" ujarnya dengan enteng.


Entah kenapa aku tidak suka dia mengatakan hal tersebut pada Tata walau kenyataannya memang benar. Itu semua karena ulahku yang telah melepaskan permata hanya karena benda bekas di depanku.


Aku mencengkram dagu Queen dengan kasar. Aku benar-benar marah. Dia boleh melarang aku bertemu dengan Tata tetapi tidak dengan Lala. Bagaimanapun, Lala adalah putri kandung dan darah dagingku.


"Aw, sakit, Gevan," rintih Queen.


"Jangan pernah katakan apapun tentang Tata. Harusnya kamu yang sadar diri, karena sudah merebut suami orang." Aku menghempaskan dagu Queen dengan kasar.

__ADS_1


Wanita itu tampak meringgis kesakitan. Dia memegang dagunya yang merah akibatn cengkraman tanganku. Aku bahkan tak peduli dengan dirinya yang sedang menggandung. Aku yakin bukan hanya aku ayah dari bayi dalam kandungannya. Bukankah selama ini dia memang suka bergonta-ganti pasangan.


"Apa kamu sadar, Gevan? Jika kamu tidak jauh beda sama aku. Sekuat apapun aku merebut kamu dari Tata, jika memang kamu mencintai dia. Kamu akan bertahan walau di terjang badai."


Aku tak menanggapi ucapan Queen dan masuk ke dalam kamar seraya membanting pintu dengan kasar. Apa yang dia katakan memang benar jika aku mencintai Tata harusnya aku tidak tergoda walau di goda.


Aku masih duduk meringkuk di lantai dan bersandar di bibir ranjang sambil memeluk fotoku bersama Tata dan Lala.


Queen terus mengetuk pintu meminta agar aku buka. Aku sama sekali tak peduli. Ini lah kebodohan terbesar dalam hidupku, di mana lebih mementingkan napsu dari pada keluarga kecilku. Akhir nya aku menikmati masa-masa penyesalan yang membawa pada penderitaan.


Aku membenamkan wajahku di kedua lutut, sembari menangis dalam diam. Perasaan rindu kini menyeruak masuk kedalam relung hatiku. Lala putri kecilku sedang sakit penyakit serius, aku sebagai dokter bahkan tak bisa berbuat apa-apa. Tak apa aku terpisah darinya selama ini asal dia terus hidup dan melanjutkan mimpi serta cita-citaku.


Aku baru sadar bahwa perasaan ku pas Queen hanyalah obsesi semata. Nyatanya hingga kini yang aku rindukan adalah Tata, bukan Queen. Sekarang, aku malah menyesali semua perbuatan bodoh yang menghempaskan seluruh tubuhku. Aku bahkan membenci wanita yang telah merusak kehidupan rumah tanggaku itu.


"Lala," lirihku.


Aku benar-benar menyesal telah meninggalkan Tata. Lalu memilih Queen yang jelas-jelas bukan wanita baik-baik.


Apa yang harus aku lakukan agar bisa menebus semua kesalahanku pada kedua anak ku serta mantan istriku, Lala. Rasanya aku tak mampu bernapas hidup dalam perasaan bersalah seperti ini. Apapun, akan aku lakukan demi menerima maaf dari mereka. Bila perlu aku akan serahkan nyawaku pada anak dan mantan istriku.


Aku menunduk dengan simbahan air mata. Apa yang akan terjadi padaku jika Lala sungguh-sungguh pergi untuk selamanya? Saat berpisah karena kebodohanku saja sudah membuatku bagai kehilangan arah hidup. Bagaimana jika aku benar-benar kehilangan sosok gadis kecil yang begitu ku cintai tersebut. Semoga Lala baik-baik saja.


"Lala."

__ADS_1


Tangis ku kembali pecah. Ku pukul dadaku berulang kali saat merasakan nafas yang tercekat di dadaku. Aku takut Lala pergi. Aku takut Lala hilang. Aku belum bisa menjadi ayah yang baik untuk nya bahkan aku telah gagal mengambil peran ku tersebut.


Rekaman kenangan kami bersama seolah terngiang kembali di kepalaku. Dulu, kami hidup bahagia dan saling menyayangi satu sama lain. Tata wanita mandiri dan keras, tetapi aku suka dengan sikapnya yang tegas. Aku sungguh mencintainya. Namun, entah bagaimana aku dengan tega menyakiti hatinya? Entah bagaimana aku membiarkan Queen masuk ke dalam pernikahan kami? Aku paham perasaan kecewa dan marah di hati Tata. Dia rela meninggalkan keluarga nya demi hidup bersamaku. Namun, aku malah membuatnya seperti salah memilih pasangan.


Aku duduk meringgis dengan segala penyesalan yang menyeruak didalam dada. Pikirku, apakah setelah ini lebih baik aku mati saja? Tidak ada harapan untuk aku berjuang untuk tetap hidup. Tanpa Tata dan Lala hidupku hampa. Mereka adalah sumber kebahagiaanku. Namun, sekarang sumber bahagia itu telah hilang dan pergi untuk selamanya.


"Hiks hiks hiks hiks."


Aku tahu menyesal tidak akan mengembalikan yang pergi datang lagi, yang hilang datang kembali. Semua nya telah berlalu bersama waktu yang menerkam dada ini.


"Maafkan Mas, Tata. Maafkan Mas."


Mungkin sejuta kata maaf aku ucapkan tidak akan mengobati segala luka yang bersemayam di hati Tata dan anak kami. Semua percuma. Semua tak ada guna nya. Tetapi kenapa hanya kata maaf yang kini keluar dari bibirku. Sungguh, aku benar-benar tak sanggup hidup seperti ini. Aku ingin menyerah menjalani takdir yang telah ku pilih.


"Seandainya aku tidak menduakan mu, kita pasti masih bersama hingga kini," ucapku dalam penyesalan.


Penyesalan yang teramat sangat, kini telah membuat lobang disebagian hatiku. Sebenarnya aku telah melukai hatiku sendiri dengan cara menjijikan seperti ini. Aku tahu menangis takkan membuat semua masalah ku selesai, tetapi kenapa dengan menangis aku dapat merasakan kelonggaran dalam dadaku.


"Papa harap kamu sembuh, Nak. Papa akan lakukan apa saja agar kamu tetap hidup."


Kuusap foto kami bertiga. Di sana kami masih bahagia dan lengkap. Belum ada badai yang menerpa. Aku adalah seorang suami yang beruntung memiliki istri cantik dan pintar serta baik seperti Tata. Dia benar-benar menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu yang selalu melengkapi aku dan Lala.


Namun, semua berubah ketika Queen masuk ke dalam rumah tangga kami. Aku malah goyah dan tergoda lalu menjalani hubungan gelap di belakang istriku. Aku tak menyangka jika Tata sepintar itu dalam menyelidiki kasus perselingkuhanku. Memang sesuatu yang salah akan ketahuan juga walau dia sembunyikan dengan cara apapun.

__ADS_1


"Lala kamu harus bertahan, Nak. Papa akan menyembuhkan kamu. Kamu semangat sembuhnya."


Bersambung...


__ADS_2