Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Rasa sakit


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........


CEKIDOT......


๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Aku terkejut ketika mendapat panggilan telepon dari kepolisian, Mas Galvin ingin bertemu dengan ku.


"Biar aku antar, Ra," tawar Divta mencengkram tangan ku.


Aku menghela nafas panjang. Sudah berapa kali aku katakan agar Divta pergi sejauh mungkin dari hidupku. Tetapi kenapa lelaki ini seperti tidak tahu diri.


"Ta, aku sudah berapa kali sih bilang sama kamu. Hidup aku sudah banyak masalah. Tolong, Ta. Kali ini saja dengarkan aku. Aku tidak hidup dalam teror nya Chelsea." Air mataku menetes dengan permohonan.


"Tapi_"


"Kalau kamu memang sayang sama aku, jauhi aku, Ta. Aku sudah cukup menderita selama ini. Mengerti lah." Aku menangkup tangan didada seraya memohon supaya Divta benar-benar menjauhi hidup kami.


Divta tampak menghela nafas panjang. Beberapa bulan terakhir hubungan kami memang renggang, sejak Chelsea mengancam kami agar menjauhi Divta.


"Ra."


Aku langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu ucapan Divta. Aku sudah lelah dengan banyak nya permasalahan yang aku hadapi. Ditambah lagi dengan kegilaan Divta yang tak ada ujungnya membuatku semakin jenggah padanya.


Aku menghela nafas panjang. Hingga kini aku belum menemukan pendonor jantung untuk Nara. Kemana lagi aku harus mencari dan membeli orang yang mau mendonorkan jantungnya untuk anakku.


Kepala ku terasa berdenyut sakit. Selesai satu masalah datang masalah baru, entah kapan hidupku akan bebas dan sepenuh nya dari masalah-masalah ini. Menangis pun aku sudah tak mampu, seolah air mata ini ingin menyerah berjuang bersama ku.


Ku sandarkan kepala pada dinding jendela mobil, tatapan sendu melihat keluar sana. Seandainya aku bisa berbicara pada Tuhan secara langsung, aku ingin bercerita betapa lelah nya aku saat ini. Betapa aku tak sanggup menjalani proses yang menghempaskan seluruh tubuh ku. Aku ingin bercerita pada Tuhan pada proses nya terlalu berat dan bolehkah aku protes.


Sampai di kantor polisi, aku turun dari taksi dan tak lupa membayar ongkos. Kutatap gedung tersebut, seraya menghela nafas panjang. Sebelumnya aku pernah berurusan dengan kantor ini, ketika menjerat Mas Galvin serta ibu dan istrinya ke penjara.


Aku masuk dengan langkah lebar, sebenarnya aku tak punya waktu untuk mengurus hal-hal tak penting ini. Aku ingin fokus menjaga dan mengurus Nara.

__ADS_1


"Selamat siang Bu Ara," sapa salah satu polisi.


"Selamat siang Pak," balas ku.


"Silahkan langsung masuk, Bu. Pak Galvin ingin bertemu," ucap polisi tersebut mempersilahkan ku masuk.


Aku mendengar heran, jadi yang ingin bertemu dengan ku adalah Mas Galvin bukan polisi. Apa mau nya lagi?


"Iya Pak," jawabku.


Aku masuk kedalam. Kuliaht disana Mas Galvin sudah duduk menunggu. Ku hela nafas panjang, Mas Galvin mau apa lagi? Menghabiskan waktu ku saja.


"Ara," sapa nya tersenyum ramah.


Aku duduk dikursi depan Mas Galvin tanpa menyapa. Rasa sakit yang Mas Galvin turihkan didalam dadaku, kini masih menyayat sangat dalam. Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan luka yang sudah terlanjur dia tanamkan sangat dalam ini.


"Apa kabar kamu, Ra?" tanyanya menatap ku dalam.


Tidak ada lagi cinta yang tersisa untuk lelaki ini. Semua perasaan yang dulu menggebu didalam dada, kini hilang bak ditelan bumi. Entah kapan semua rasa ini tak ada lagi di hatiku.


Aku kadang bertanya pada diriku sendiri, kenapa aku bisa mencintai lelaki ini dan bahkan dulu rela menyerahkan sepenuh hidupku hanya demi hidup bersamanya dan kini aku malah merasa diriku wanita paling bodoh.


โ€œAda apa ingin bertemu aku?โ€ tanyaku dingin


โ€œBagaimana kondisi Nara?โ€ tanya balik Mas Galvin sambil menatapku dengan tatapan dalam.


Aku tahu jika Mas Galvin masih mencintaiku. Terlihat dari tatapan matanya yang seperti menginginkan aku kembali ada dalam hidupnya. Namun, sayang aku sudah tak sama seperti dulu lagi. Apapun yang dia lakukan tidak akan bisa mengubah semua rasa sakit yang dia turihkan didadaku.


โ€œDari mana Mas tahu kalau Nara sakit?โ€ tanyaku menyelidik. Aku tidak memberitahu Mas Galvin tentang kondisi Nara.


โ€œAyah yang memberitahu Mas,โ€ jawabnya.


Aku menatap Mas Galvin dengan penuh selidik. Seandainya Mas Galvin tidak berkhianat pasti sekarang kami sudah hidup bahagia bersama anak-anak. Namun, dia menghancurkan kebahagiaan yang sudah diukir sedemikian rupa. Lalu membuat hidupku bagai tak di inginkan.

__ADS_1


โ€œRa,โ€ panggil Mas Galvin.


Walau aku tak mencintai Mas Galvin lagi, hatiku tetap terenyuh oleh belas kasihan ketika melihat dirinya yang tak terurus. Dulu dia tampan dengan tubuh kekar dan tinggi. Namun, lihatlah sekarang penampilannya sungguh menyedihkan.


โ€œAda apa?โ€ tanyaku dingin.


Entahlah aku tak bisa melupakan semua yang Mas Galvin lakukan pada aku dan anak-anak. Mas Galvin bahkan tega mengusir aku dari kamar kami. Lalu menampar wajahku tanpa mendengar penjelasan dari mulutku. Hal yang takkan pernah aku lupakan ketika Nara dan Naro mengalami kecelakaan, Mas Galvin tahu bahwa ibu dan istrinya yang merencanakan itu semua. Tetapi dia malah diam saja seolah tak terjadi apa-apa.


Kini Nara lumpuh dan tak bisa normal kembali, lalu Mas Galvin dengan seenak jidatnya meminta maaf agar aku tak membawa kasus ini pada kepolisian. Aku bukan wanita bodoh yang bisa dibutakan karena cinta. Aku takkan biarkan mereka lepas dari hukuman. Mereka harus mendapatkan yang sesuai dengan perbuatan tersebut.


โ€œMaaf,โ€ ucap Mas Galvin menunduk


โ€œUntuk apa? Bukankah aku sudah memaafkan Mas sejak dulu?โ€ tanyaku.


Tak ada lagi wajah ramah yang dulu selalu aku sematkan untuk menyambutnya setiap pagi atau sekedar menyambutnya pulang bekerja.


โ€œMas sudah menyakiti kamu dan anak-anak,โ€ ucap Mas Galvin


โ€œBukankah sudah dari dulu?โ€ Aku tersenyum sinis ketika Mas Galvin yang menunduk dan enggan menatap wajahku


โ€œMas menyesal,โ€ ujarnya


โ€œPenyesalan Mas tidak akan bisa menyembuhkan luka dihatiku dan kaki Nara. Kami telah cacat seumur hidup karena perbuatan kejammu, karena keegoisanmu. Kami takkan bisa kembali seperti semula. Apa menurut Mas pantas penjara 20 tahun dengan luka yang akan kami derita seumur hidup?โ€ ucapku dengan penuh amarah dan kebencian. Aku memang pendendam aku bahkan tak bisa lupakan hal-hal menyakitkan yang orang lain tanamkan dihatiku. Aku bahkan bisa mengingatnya walau sudah berlangsung selama belasan tahun.


Mas Galvin tak menjawab dia menunduk, tetapi aku bisa mendengar isakkan kecil keluar dari bibirnya yang artinya dia menangis tertahan dalam diam.


โ€œKamu harus tahu Mas, bahwa setelah kamu tidak ada kami hidup terlantarkan. Aku harus belajar menjadi ayah dan ibu untuk anak-anak. Aku berjuang setengah mati agar bisa menyediakan masa depan yang cerah untuk mereka. Semua tidak mudah, Mas. Semua aku lewati dengan air mata. Lalu Mas dengan gampang meminta maaf setelah membuat hidup kami hancur, bagai tak dinginkan.โ€ Air mata pun menetes membasahi pipiku dan sialnya aku tak bisa menahan lelehan bening tanpa warna ini


โ€œMas mau mendonorkan jantung Mas untuk Nara.โ€


Deg


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2