Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
S2. Meminta kesempatan


__ADS_3

Lintang menghela nafas panjang lalu dia hembuskan pelan. Dokter tampan tersebut memperbaiki jas kebanggaannya yang setengah bergeser.


"Sebenarnya Elda......"


Mira menatap lelaki itu menunggu penjelasan Lintang yang sebenarnya tidak ingin dia dengar. Baginya apapun yang Lintang jelaskan tentang masa lalu mereka. Semua takkan akan mengembalikan hatinya dengan utuh. Rasa sakit yang dulu tertahan cukup lama kini terkuak dan terbongkar di dalam dadanya.


"Elda, bukan hamil anakku," jelas Lintang.


Mira tersenyum mengejek. Bukan hamil anaknya kata Lintang? Padahal jelas-jelas orang tua Elda mengatakan bahwa putrinya hamil karena mantan tunangannya dan lelaki tersebut juga mengaku saat itu.


"Lalu apa urusannya denganku? Aku sudah tak peduli masalah itu karena aku sudah melupakannya," sahut Mira dingin.


"Dengarkan dulu, Mira," mohon Lintang menatap wanita tersebut.


Mira menarik nafasnya dalam. Sebenarnya apapun yang di jelaskan oleh Lintang dia tidak ingin mendengarnya lagi. Dia bosan dia merasa jenggah dan tak ada gunanya memikirkan apa yang di ucapkan oleh pria tersebut.


"Elda sakit," timpal Lintang.


"Sakit apa?" tanya Mira yang sebenarnya merindukan sahabatnya itu. Elda tak hanya teman tetapi juga saudara yang selain membantu Mira.


"Leukemia stadium akhir. Dia hamil anak Reyhan tetapi lelaki itu tidak mau bertanggungjawab dan malam itu orang tua Elda datang ke rumah dan memintaku menggantikan Reyhan untuk menikahi Elda."


"Aku menolak dengan keras tetapi mereka terus memaksa dan memohon karena Elda sedang sakit keras. Dan keluarganya tidak mau menanggung malu."


"Aku sudah berusaha menolak berulangkali. Namun, lagi-lagi mereka memintaku dan setengah memaksa karena orang tua Elda takut jika anaknya depresi," jelas Lintang.


"Mira, sebenarnya Elda juga menolak dan kami sama-sama menolak. Tetapi orang tua nya memaksa kami. Apalagi mereka tahu kalau kita berdua sering datang ke rumah Elda," timpal Lintang lagi.


Mira terdiam dan sama sekali dia tidak tertarik untuk memahami ucapan Lintang. Bagaimana bisa dua orang yah begitu dia percaya sepenuh hati tetapi tega mengkhianati cinta yang dia beri? Bagaimana bisa dua orang yang sudah dia anggap sebagian dari nafas hidup tetapi tega menusukkan belati di dalam dadanya?


"Elda meninggal setelah melahirkan bersama bayinya secara prematur. Bayi itu sempat selamat dan di rawat di dalam kaca selama beberapa bulan walau pada akhirnya dia pun menyerah untuk berjuang," jelas Lintang.


"Mira." Lintang menatap wanita tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak ada niat sama sekali untuk mengkhianatimu. Aku benar-benar mencintaimu. Tetapi aku tidak bisa menolak takdir, aku tidak tega. Aku kasihan pada Elda," jelas Lintang berharap wanita ini mengerti perasaannya.


"Aku sama sekali tidak mencintai Elda dan bahkan saat kami menikah aku tidak pernah menyentuhnya," tukasnya lagi.


Mira terdiam sejenak berusaha mencerna yang di ucapkan sang mantan tunangan. Mencoba untuk membuat dirinya paham. Walau pada akhirnya dia tak paham sama sekali. Hanya karena kasihan pada orang lain, lelaki itu tega meninggalkannya serta membatalkan pernikahan yang sudah di rancang sedemikian rupa.


"Mira, aku berusaha melupakanmu. Aku berusaha menghapus bayang-bayangmu selama sepuluh tahun ini. Tetapi aku tetap tidak bisa menghapus semua tentangmu. Aku mencintaimu, Mir," ungkap Lintang mengenggam tangan Mira yang terletak di atas meja.


"Aku berjanji akan memperbaiki semua kesalahanku. Aku berjanji akan menjagamu," ujarnya menatap wanita tersebut dengan tatapan permohonan agar di berikan satu kesempatan untuk kembali. Sebab jika tak pernah benar-benar bisa melupakan jika masih ada rasa di dalam dada.


Mira menatap lelaki tersebut. Jujur perasaan dulu masih tetap ada. Lelaki ini adalah cinta pertamanya. Lelaki yang memperlakukan dia seperti ratu.


"Mira," panggil Lintang sekali lagi.


.


.


Rick masuk ke dalam ruangannya dengan perasaan kacau. Dia benar-benar jenggah melihat sikap mantan kekasihnya itu. Masih terselip di dalam dadanya bagaimana wanita itu tega mengkhianatinya.


"Tidak," kilah Rick menggelengkan kepalanya.


"Tadi aku lihat ada Sri?" lelaki itu duduk di kursi kebesarannya. Mereka berada di ruangan yang sama dan meja yang berdekatan.


"Lalu?" kening Rick berkerut.


"Sepertinya dia ingin kembali padamu?" sambil menyalakan korek dan menyalakan api rokoknya.


Rick terdiam sambil memainkan bolpoin di atas mejanya. Entahlah, perasaan sakit itu lebih mendominasi apalagi luka yang di turihkan tersebut masih membekas dan basah di dalam sana. Apakah dia mau merasakan sakit yang sama?


"Aku tidak mau jatuh ke dalam lubang yang sama. Orang yang pada dasarnya suka selingkuh. Dia tidak akan berubah walau di berikan kesempatan berulang kali. Baginya selingkuh adalah sesuatu yang menyenangkan untuk menyakiti perasaan orang lain," sahut Rick.


Danu mengangguk sambil tersenyum. Walau Rick tergolong komandan muda tetapi cara berpikirnya memang sudah dewasa.

__ADS_1


"Aku setuju." Danu mengacungkan jempolnya sambil menyesap rokok yang terselip- selip di sela jarinya.


Rick tak menanggapi, bayangan Mira malah melintas di depan mata lelaki itu. Betapa harumnya tubuh wanita itu saat dia memeluknya. Dia suka melihat Mira yang cemburu dan marah seperti tadi. Apa wanita itu juga sebenarnya sudah memiliki rasa padanya?


"Hem, kau sudah menemukan pengganti Sri?" Danu menatap sahabatnya dengan tatapan menyelidik dan senyuman menggoda. "Wanita yang kau bawa di pesta itu?" tebaknya lagi.


"Hem." Rick hanya berdehem saja tanpa berniat menjawab pertanyaan Danu.


"Dia sangat cantik walau sedikit jutek dan cerewet," ucap Danu membayangkan wajah Mira.


"Hem, kau memuji atau mengejek?" Rick memincingkan matanya kesal.


"Heheh." Danu cenggesan sambil mematikan rokoknya. "Tetapi sepertinya dia sudah dewasa?" ucap Danu yang bisa melihat wajah Mira.


"6 tahun lebih tua dariku," jawab Rick.


"What's?" pekik Danu terkejut. "Kau suka wanita dewasa?" Danu mendelik kearah sahabatnya. Padahal dia masih jomblo dan belum laku tetapi so mencari gadis muda.


"Iya, aku suka wanita sepertinya," jawab Rick terkekeh. Masing-masing lelaki punya selera termasuk Rick yang lebih suka wanita berumur di atasnya.


"Dih." Danu mendelik. "Kalian seperti kakak dan adik," singgung Rick.


"Kau tidak mengenalnya. Aku yakin kau kenal dia, kau juga pasti tertarik," sahut Rick.


"Iya, iya. Di mata orang yang sedang jatuh cinta. Apapun pasti menarik," cetus Danu.


"Tapi......" Terdengar helaan nafas panjang.


"Kenapa?" Danu melirik sahabatnya itu.


"Dia masih memikirkan orang di masa lalunya," sahut Rick memijit pelipisnya yang berdenyut sakit. "Dia belum menerima ungkapan cintaku. Aku hanya khawatir jika dia kembali pada mantannya dan meninggalkan aku," ungkapnya yang tak mampu membendung rasa kekhawatiran dan ketakutan di dalam dadanya.


"Lagian belum jadian, kenapa malah takut di tinggalkan?" canda Danu terkekeh.

__ADS_1


"Kau ini...." Rick melempar Danu dengan pulpen di tangannya hingga membuat lelaki itu tertawa lebar.


Bersambung.......


__ADS_2