
SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........
CEKIDOT......
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Divta POV.
Aku terduduk lemah dibangku ruangan ku. Nafasku terasa berat sekali mengingat pertengkaran ku dan Ara semalam. Aku tidak tahu jika selama ini Chelsea mengancam Ara dan anak-anak. Padahal aku sudah tegaskan bahwa aku takkan kembali lagi pada perempuan gila itu.
"Argh." Aku mengusap wajah ku kasar.
Perkataan Ara yang memintaku pergi dari kehidupan mereka masih terngiang dikepalaku. Kenapa rasanya sakit sekali mendengar ucapan yang membuatku merasa seperti laki-laki yang tak pantas di cintai?
"Ara."
Aku frustasi memikirkan wanita yang satu ini. Entah kenapa rasa sakit mendengar ucapan Ara semalam masih membekas. Rasa sakit ini lebih parah dari yang kurasakan atas pengkhianatan Chelsea dan mengetahui kenyataan bahwa Senja memilih Dokter Langit.
"Kenapa kamu meminta ku pergi? Kamu tahu bahwa aku tak bisa jauh darimu. Aku mencintaimu Ara."
Sejak dulu, aku memang menaruh hati pada Ara. Tetapi ku pikir ini hanya rasa kagum ku sebagai seorang sahabat. Apalagi saat itu kami sama-sama sudah memiliki kekasih hati. Aku sudah bersama Chelsea dan Ara telah menjalin hubungan dengan Galvin.
Perasaan yang tak seharusnya ada ini sempat hilang bertahun-tahun lalu, setelah aku menikah Chelsea. Tetapi entah kapan, rasa ini datang lagi. Apalagi setelah pertemuan ku dan Ara di mall, disana lah semua nya bermula. Aku tidak memiliki niat apapun dalam membantu Ara. Aku ikhlas sekali pun harus mengorbankan waktu, tenaga dan uang. Tetapi kenapa Ara malah berpikir jika aku melakukannya karena ada maksud dan tujuan nya.
Chelsea, aku tidak tahu apa maksud nya yang meminta ku kembali padanya. Bukankah dia yang meninggalkan aku dan anak-anak serta memilih lelaki lain? Mengkhianati janji suci yang kami ucapkan depan Tuhan dan para saksi.
"Kenapa, Div?" tanya Raza.
"Tidak apa-apa," kilah ku malas. Aku benar-benar frustasi. Sejak pulang dari rumah Ara semalam aku tidak bisa tidur sama sekali.
__ADS_1
"Sedang memikirkan janda itu?" tebak Raza seraya terkekeh.
Raza adalah sahabatku yang tahu jika aku memiliki perasaan pada Ara. Aku sering mencurahkan isi hatiku pada Raza.
Aku mengangguk lemah dengan jari yang ku gunakan memijit-mijit pangkal hidungku. Rasanya kepala ku pusing, apalagi Al dan El selalu menayakan tentang Ara. Ini semua karena ulah Papa dan Mama yang mendesak ku terus mendekati Ara.
"Kenapa dengannya?" tanya Raza penasaran sambil duduk di kursi yang ada didepan meja ku.
"Dia memintaku menjauh," jawab ku lemah.
"Lho, apa dia sudah tahu bahwa kamu menyukainya?" tanya Raza. Selama ini memang aku sering bercerita tentang Ara pada Raza.
Aku mengangguk, "Aku mengakui perasaanku padanya tetapi dia malah memintaku menjauhi dia dan anak-anak," jawabku dengan wajah kecewa. Aku sudah menganggap Nara dan Naro sebagai anakku sendiri. Bahkan aku sudah menyiapkan dana untuk membantu biaya pengobatan Nara di Kucing, Malaysia. Tetapi kenyataan nya malah Ara meminta ku pergi menjauh dari kehidupan mereka.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Raza heran.
Raza cukup mengenal sosok Ara karena aku sering menceritakan tentang wanita tersebut pada nya. Apalagi Raza pernah bertemu Ara sekali dan dia setuju jika aku mendekati Ara.
"Ini semua karena Chelsea," jawabku.
Raza tampak terkejut. Dia menatap ku dengan penuh tanda tanya. Raza juga tahu masalah Chelsea, karena aku sering menceritakan tentang mantan istriku tersebut pada nya.
"Kenapa bisa karena Chelsea?"
"Chelsea memintaku kembali tetapi aku tidak mau. Chelsea beranggapan bahwa Ara adalah penyebab aku menolak nya," jelas ku.
Raza terdiam sejenak seolah berpikir keras. Raza sudah menikah dan memiliki istri seorang guru PAUD. Hubungan rumah tangga mereka harmonis karena istri Raza wanita penyayang dan patuh pada suami.
"Alasan Chelsea ingin kembali padamu, apa? Bukankah dia yang meninggalkan mu?" tanya Raza tak habis pikir.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu Za, tiba-tiba saja Chelsea datang dan meminta hak asuh anak-anak. Setelah sekian lama dia pergi, lalu dia dengan seenaknya mengambil anak-anak dariku. Tentu saja aku tidak mau. Apalagi dia memaksa ku kembali padanya. Sampah yang sudah aku buang tak mungkin, ku punggut kembali," jelas ku panjang lebar.
"Lalu sekarang, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Raza. Seperti nya Raza juga bingung jika berada diposisi ku.
Aku menggeleng, "Aku tidak tahu, Za. Apalagi Ara memintaku pergi dan asa Boss dikantor nya yang lebih perhatian sama dia," sahut ku.
Aku tersenyum kecut ketika Pak Dante begitu perhatian pada Ara. Boss mana yang mau mengantar karyawannya malam-malam tanpa ada hubungan apapun.
"Kamu cinta sama Ara?"
Aku mengangguk cepat. Jelas, aku sangat mencintai Ara, dia yang membuatku seolah lupa pada rasa sakit di masa laluku.
"Jika begitu selesaikan masalahmu dengan Chelsea, lalu perjuangkan Ara. Jangan sia-siakan kesempatan ini, Div. Ara itu wanita baik, dia cocok sama kamu. Kalian sama-sama tumbuh dari luka. Apalagi dia menyanyangi anak-anak mu," saran Raza menepuk bahu ku.
"Tapi bagaimana jika Chelsea malah nekad dan mencelakai anak-anak Ara? Aku tidak mau gara-gara aku hidup Ara semakin menderita," ujarku.
"Seperti yang aku katakan tadi, Div. Temui Chelsea dan bicara baik-baik padanya. Apa sebenarnya yang dia mau? Aku yakin Chelsea kembali dengan maksud dan tujuan tertentu. Jangan sampai nanti kamu malah menyesal ketika Ara sudah menjadi milik orang lain," ucap Raza lagi.
Aku terdiam sejenak memikirkan ucapan Raza. Benar apa yang Raza katakan, aku tidak mau membiarkan lelaki lain menyakiti Ara. Sebab Ara adalah milik ku, aku akan selesai kan semua masalah ini dan menyakinkan Ara tentang semua perasaan yang ada didalam dadaku ini.
"Terima kasih saran nya, Za," balas ku sambil tersenyum.
Aku bersyukur memiliki sahabat sebaik Raza yang selalu bisa membantu ku dalam menyelesaikan masalah. Walau hanya lewat ungkapan kata-kata, tetapi cukup menghibur semua perasaan gundahku.
"Sama-sama, Bro," sahut Raza. "Kalau begitu aku permisi dulu, selamat berjuang. Jangan lupa takend absensi ini," sambil menunjukkan berkas ditanganku.
Aku mengangguk dan bernafas lega. Aku akan berjuang lebih lagi untuk menaklukkan hati Ara. Aku yakin sebenarnya Ara juga memiliki perasaan yang sama seperti ku.
"Aku tidak akan menyerah, Ra. Aku akan membuat kamu dan anak-anak bahagia. Takkan kubiarkan siapapun menyakiti mu," ucap ku.
__ADS_1
Masalah Chelsea, aku akan menemui nya. Aku akan selesaikan semua masalah yang dia buat sendiri. Apa mau nya? Kenapa malah memintaku kembali dengan ancaman akan merebut hak asuh anak-anak? Selama ini dia baik-baik saja tanpa ada aku, lantas kenapa dia seperti mencari masalah.
Bersambung....