Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Ular berbisa.


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........


CEKIDOT......


👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Aku masuk kedalam mobil. Seperti saran Raza tadi, aku harus menemui Chelsea dan menyelesaikan masalah kami. Aku tidak mau Chelsea menjadi penghambat kebahagiaan ku nantinya. Sudah cukup selama ini dia membuat hidupku dan anak-anak menderita. Datang beri harapan dan hilang tanpa berpamitan. Apa Chelsea tidak tahu, bahwa hati bukanlah sebuah permainan.


Sampai di Cafe Aming, aku langsung turun dari mobil. Aku sudah menghubungi Chelsea untuk mengajak nya bertemu disini. Semoga saja Chelsea tidak menganggu hidupku lagi dan benar-benar pergi serta menghilang, agar aku bisa menemukan kebahagiaan yang baru.


Padahal Chelsea tahu jika aku dulu sangat mencintai nya, walau kami pernah putus karena dia berselingkuh. Tetapi aku masih menerima dia dan akhirnya kami menikah. Aku berharap dia bisa berubah setelah bersamaku. Namun, nyatanya tidak. Benar kata pepatah orang yang terbiasa selingkuh saat dia masih pacaran maka kebiasaan itu akan terbawa ketika dia sudah menikah.


"Kau datang juga, Sayang," ucap Chelsea menyambut ku dengan senyuman.


Aku duduk tanpa menggapai ucapan nya. Bagiku, apapun saat ini yang Chelsea lakukan takkan bisa mengobati semua luka yang sudah dia turihkan didalam sana. Kesalahan nya sudah membuatku muak akan kata manis yang keluar dari bibirnya. Apalagi dia meninggalkan aku dan anak-anak, saat kami begitu membutuhkan sosok seorang ibu untuk mengayomi hidup kami. Tetapi Chelsea malah menghilang dengan orang yang dia harap akan menjadi tempat bahagia nya.


"Aku tidak mau basa-basi. Cepat katakan padaku, kenapa kamu mengancam Ara dan anak-anak nya?" tanyaku menatap Chelsea tajam.


Dia tersenyum santai sambil menyesap kopi dalam gelasnya. Chelsea seperti tak merasa bersalah sama sekali setelah membuat ku kesal setengah mati. Gara-gara Chelsea, Ara menjauhiku.


"Oh, wanita perebut itu sudah mengadu ternyata."


"Jaga omongan kamu Chelsea!" hardik ku.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu tidak terima kalau aku mengatakan bahwa wanita itu perebut?" Chelsea tersenyum sinis. "Bukankah sejak kita sekolah dulu, Ara berusaha mendekati mu. Sekarang dia seperti punya kesempatan setelah tahu aku dan kamu sudah berpisah," jelas Chelsea.


"Harusnya kamu sadar diri Chelsea. Bahwa kamu bukan siapa-siapa aku. Mau aku dekat siapapun itu sudah bukan urusan kamu lagi. Kita sudah hidup masing-masing. Aku dan kamu bukan lagi kita," kataku penuh penekanan serta menatap Chelsea dengan penuh amarah.


Aku masih ingat bagaimana Chelsea meninggalkan aku. Aku sampai menangis dan berlutut dikaki nya agar jangan pergi, apalagi saat itu anak-anak masih baru berusaha beberapa bulan. Tetapi seperti nya Chelsea tak peduli sama sekali.


"Jangan lupa Divta, aku ibu dari anak-anak mu," sahut Chelsea tak mau kalah. Tetapi dia terlihat tenang-tenang saja. Berbeda dengan ku yang marah dan juga emosi


"Sayangnya, kamu tdiak lebih dari seorang ibu pecundang yang tega meninggalkan anak-anak nya hanya demi laki-laki lain," ujarku.


Bukan nya tersinggung wanita itu malah tersenyum mengejek. Apa Chelsea tidak merasa bersalah sama sekali setelah melakukan kesalahan itu? Apa dia tidak tahu setelah pengkhianatan nya aku merasa mati rasa. Sampai akhirnya aku kembali bertemu dengan Ara?


"Apa beda nya kita? Kamu tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Al dan El. Kamu malah sibuk mengurusi janda itu daripada kedua anakmu," tangkas Chelsea.


Aku mengepalkan tanganku dengan kuat. Kenyataan nya tidak begitu, anak-anak dan Ara sama-sama berharga di mataku. Tidak ada yang lebih penting, mereka sama berarti.


Aku tidak melarang Chelsea bertemu Al dan El, hanya saja yang aku takutkan Chelsea malah mempengaruhi anak-anak nya yang masih berusia 3 tahun itu untuk membuat ku kembali padanya. Sampai kapan pun aku takkan kembali pada ular berbisa ini.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Chelsea melipat kedua tangannya didada. Chelsea sama sekali tak takut dengan ancaman ku.


"Lalu apa maksud mu kembali padaku?" tanya ku.


"Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin kembali sama!" jawaban yang klise menurutku. Aku tahu jika Chelsea menginginkan sesuatu dengan kedatangan nya kembali.

__ADS_1


"Segampang itu kamu meminta aku kembali." Aku berdecih. "Aku tidak akan menjilat ludahku kembali Chelsea. Kita telah usia 2 tahun yang lalu. Jangan pernah bermimpi untuk kembali," sanggah ku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima wanita ini kembali padaku. Dia yang sudah meninggal ku dan dia tak bisa seenaknya memintaku kembali.


"Aku akan mewujudkan mimpi itu," sahut Chelsea dengan senyuman penuh kemenangan. "Divta Tarumanegara, kamu tidak akan bisa lepas dari aku. Aku akan terus mengejarmu sampai kamu kembali menjadi milikku. Aku akan singkirkan orang-orang yang mencoba menghalangi ku, termasuk Ara dan kedua orang tua mu," tekad Chelsea dengan sebuah ancaman.


Wanita itu menatap ku dengan lapar. Apakah Chelsea ini iblis yang berbentuk manusia? Kenapa dia seperti tak memiliki perasaan sama sekali.


"Jangan macam-macam Chelsea!" sentakku.


"Aku tidak macam-macam. Nasib mereka semua ada ditangan ku. Jika kamu tidak mau kembali padaku. Maka bersiap-siaplah kamu akan kehilangan segalanya," ancam Chelsea mengusap dadaku.


Setelah berkata demikian, wanita itu melenggang pergi dengan senyuman kemenangan dan merasa bahwa dia sudah berhasil menaruh ancaman yang akan membuatku kembali padanya.


Tubuh ku merosot di kursi. Apa sebenarnya mau wanita itu? Aku tahu siapa Chelsea, tak hanya memiliki ambisi untuk mendapatkan apa yang dia mau. Tetapi dia juga memiliki dukungan dari kedua orang tua nya.


"Tenang, Ta. Semua akan baik-baik saja," ucap ku menghembuskan nafas ku dengan kasar.


Aku takkan biarkan Chelsea berbuat seenak nya pada keluarga ku dan juga Ara. Aku akan melindungi mereka, lihat saja nanti. Jika Chelsea sampai berani melakukan hal-hal yang menyakiti orang-orang yang kusayang. Aku pun takkan akan segan menghabisi nyawa nya. Dia harus tahu bahwa aku lebih kejam dari dia. Walau dia memiliki orang tua yang berkuasa di kota ini. Tetapi dia tidak akan mampu melawan pemerintah dan negara. Jika semua perbuatannya melanggar aturan.


"Ara, kamu jangan khawatir. Selama aku ada di muka bumi ini. Kamu akan aman," ucap ku.


Aku masih duduk dengan lemah sambil menunduk. Jujur saja walau aku abdi negara, mendengar ancaman Chelsea tadi. Membuat nafasku terasa tercekat. Bagaimana jika dia benar-benar menyakiti orang-orang kesayangan ku, Papa dan Mama, Al dan El serta Ara dan kedua anak nya. Mereka orang yang begitu berarti dalam hidupku.


"Semua akan baik-baik saja," ucap ku mengulang kata yang sama berusaha menenangkan hatiku

__ADS_1


"Divta," panggil seseorang.


Bersambung.....


__ADS_2