Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
S2. Ambisi


__ADS_3

"Chelsea, sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya Mayang. "Berhenti mengejar Divta. Jangan mempermalukan dirimu," sambung nya lagi.


Chelsea tak peduli, bukankah sejak dulu ibu nya tidak pernah mau tahu tentang hidupnya. Selama ini ibu nya terlalu sibuk dengan suami dan anak tirinya.


"Chelsea apa kau mendengar Mommy?" tanya Mayang jenggah dengan sikap putrinya ini.


"Kenapa? Sejak kapan Mommy peduli pada hidupku? Urus saja suami dan anak tiri kesayangan Mommy itu," jawab Chelsea memukul meja. Sontak saja air yang ada didalam gelas tumpah.


"Chelsea," bentak Hendri.


Chelsea menatap kedua orang itu sinis. Sejak kecil dia memang membenci ayah tirinya. Entah apa yang membuat Ibu nya itu mau menikah lagi? Sedangkan ayah kandung Chelsea saja tidak diketahui keberadaannya.


"Kenapa?" tanya Chelsea melipat kedua tangannya didada.


Keduanya orang tua nya menetap tinggal di Pontianak, dengan alasan untuk mengawasi dirinya.


"Jangan keterlaluan dengan Mommy mu," tegur Hendri menatap Chelsea tajam.


"Aku tidak peduli. Apa urusannya dengan mu, kau bukan Ayah ku," sahut Chelsea dengan senyuman mengejek.


"Chelsea!" Mayang menggeleng tidak percaya melihat sikap anaknya.


Chelsea tetap santai saja seolah tak terjadi sesuatu. Dia seperti wanita gila yang penuh ambisi. Dia membenci kedua orang tua nya. Apalagi adik tirinya bernama Ara.


"Ya sudahlah itu bukan urusan kalian juga," ucap Chelsea.


Wanita itu melenggang meninggalkan kedua orang tua nya. Dia jenggah setiap hari di ceramahi.


Chelsea masuk kedalam mobilnya dengan wajah penuh amarah.


"Divta, kau harus jadi milikku lagi. Lihat saja nanti, akan ku buat kau bertekuk lutut padaku," ucap Chelsea dengan seringai liciknya.


"Aku takkan biarkan kau bahagia bersama orang lain. Siapapun akan aku singkirkan jika berani merebutmu dariku," ujar Chelsea lagi.


Cinta dan obsesi dua kata sifat yang berbeda tetapi pengertian yang tak sama. Obsesi bisa menghancurkan seseorang jika tidak apa yang dia inginkan tidak mampu dia gapai. Sedangkan cinta, jika jatuh cinta akan salah jika pada orang yang salah juga.


Mobil wanita itu terparkir didepan sebuah rumah mewah. Dia turun dengan langkah angkuh nya.


"Kau baru datang, Sayang?" sambut seorang laki-laki padanya.


"Iya," jawabnya malas sambil duduk di sofa.


"Hem, bagaimana apa kau berhasil meminta Divta kembali?" tanya pria itu.

__ADS_1


Chelsea memutar bola matanya malas, "Ck, kau pikir mudah membujuk Divta?" cetusnya. "Aku harus berjuang mendapatkan hatinya kembali. Setelah itu aku akan hancurkan dia," ucap Chelsea tersenyum licik.


"Jangan lupa peras hartanya," sambung laki-laki itu dengan tawa yang menggelora.


Chelsea tersenyum miring. Dia memeluk lelaki yang duduk di sofa tersebut.


"Terima kasih, Sayang sudah mau membantu aku membalaskan semua rasa sakit ini," ucapnya mengecup kepala Chelsea.


"Jangan lupakan, bahwa aku juga memiliki dendam pada Divta," sahut Chelsea.


"Lalu bagaimana dengan anak mu?" tanya lelaki itu.


"Aku tidak peduli. Biarkan saja Divta yang merawat nya. Aku hanya mengancam saja akan mengambil mereka," jelas Chelsea dengan santainya. Seolah anak-anaknya itu tidak berarti sama sekali.


.


.


Mayang terduduk lemah di kursi meja makan. Hatinya teriris sakit mendengar bentakan Chelsea. Dia berusaha menahan air matanya agar tak menetes dipipi cantiknya.


"Sayang, sudah jangan dipikirkan lagi," ucap Hendri menenangkan istrinya tersebut.


"Ak-ku m-erasa gagal, Mas. Aku merasa tidak pantas menjadi Ibu. Chelsea tumbuh menjadi wanita yang berambisi." Air mata yang sejak tadi ia tahan, berjatuhan di pipi manisnya.


Mayang bukan wanita baik, dia hamil diluar nikah ketika masih muda. Melahirkan tanpa suami dan dia harus menggantikan posisi kakaknya yang meninggal saat melahirkan. Namun, semua hal yang telah ia lewati mengubah Mayang menjadi wanita yang kuat. Apalagi sosok Hendri yang begitu penyayang padanya.


Di awal pernikahan, Hendri tidak menerima kehadiran Mayang. Tetapi seiring waktu berjalan cinta itu pun tumbuh begitu saja di hatinya. Membuat dia tak bisa berpaling dari wanita tersebut. Mayang menyanyangi Killa seperti anaknya sendiri. Walau Chelsea tak menerima ayah dan adik tirinya.


"Chelsea benar, Mas. Jika selama ini aku tidak ada waktu untuknya." Isak Mayang.


"Bukan salahmu, Sayang. Kau tahu seperti apa Chelsea? Dia memang keras dan tidak bisa diatur," jelas Hendri menenangkan istrinya. "Sudah jangan menangis lagi, bersiap-siaplah. Mas akan mengajakmu bertemu cucu kita," ucap Hendri mengusap air mata Mayang.


"Iya Mas," sahut Mayang memaksakan seulas senyum.


Hati ibu mana yang takkan terluka jika dibentak oleh anaknya sendiri. Apalagi bentakan itu seperti sebuah ungkapan rasa sakit dari hati.


Mayang banyak berubah setelah kemarin ditegur oleh suaminya saat dia membentak Ara. Dia sadar bahwa terlalu banyak hal yang dia lewatkan selama ini. Dia egois hanya mementingkan perasaannya. Jujur saja dia larut dalam kehilangan sang kakak. Ditambah lagi, anak tirinya pun ikut pergi meninggalkan luka. Hal itu membuat Mayang seperti terjebak dalam perasaan masa lalunya.


.


.


Mira mendengar tak percaya saat lelaki didepannya itu menyebut umurnya.

__ADS_1


"26 tahun?" ulang Mira sekali lagi.


"Iya, Kak," jawab Rick.


Wajah Mira langsung berubah masam, lihat saja nanti dia akan mendemo kedua orang tua nya.


"Kakak berapa?" tanya lelaki itu sopan.


"Sudah tua. Jauh di atasmu," jelas Mira ketus dan asal dengan tangan yang terlipat didada.


Lelaki di depannya malah tersenyum simpul. Wanita ini terlihat jutek dan judes tetapi sangat berisik. Marvel sudah menceritakan semua tentang Mira pada Rick, jadi dia sudah tahu seperti apa sifat wanita yang ada didepannya ini.


"Hem, aku harap kau tidak mendengarkan apa yang Papa-ku ucapkan," jelas Mira.


"Ucapan apa, Kak?" tanya Rick pura-pura tidak tahu.


"Sudahlah, jangan di bahas. Apa kau sudah pesan makan?" tanya Mira mengalihkan pembicaraan.


"Belum, Kak. Kan tadi Kakak mengajakku berbicara," sahut Rick membuka buku menu.


"Dih, alasan!" sindir Mira.


"Ya sudah Kakak mau pesan apa?" tanya Rick menahan senyumnya.


Demi apapun, wanita di depannya ini sangat menarik. Padahal awalnya dia ragu ketika sang ayah meminta nya bertemu Mira. Sebab Rick memasuki usia dewasa tentu dia menginginkan hubungan yang serius untuk menaiki jenjang selanjutnya nya.


"Apa sajalah yang penting bisa di makan," jawab Mira. Wanita ini memang suka berbicara asal keluar begitu saja.


Rick mengangguk lalu memesan makanan untuk mereka berdua. Sambil menunggu pesanan mereka datang, keduanya tampak mengobrol.


"Kakak punya pacar?" tanya Rick.


"Kenapa tanya pacar segala?" tanya Mira balik sambil menatap Rick curiga.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya guys...


Mampir ke karya author yang lain...


Menikahi Brondong...


Terjebak pernikahan dengan pria beristri..

__ADS_1


__ADS_2