
Aku tahu kadang merasa sedih saat rindu terasa begitu pedih. Saat ingin saling berbagi melepas lelah, tetapi harus belajar menerima untuk bisa bertemu dengan mudah. Aku ingin membagi keluh kesah lewat ponsel seperti orang-orang lakukan saat merasakan rindu pada orang yang di pisahkan oleh jarak. Rasanya begitu sesak dan menyiksa dada.
Apa yang aku dan Mas Gevan jalani hati ini tak pernah kami rencanakan sebelumnya. Tiba-tiba saja waktu mempertemukan kami kembali setelah berpisah beberapa hari. Kami sepakat untuk berpisah secara baik-baik, walau pada akhirnya hanya mendapatkan luka karena masih ada cinta di hati. Belajar menumbuhkan perasaan untuk orang yang baru. Kami belajar satu sama lain. Aku berusaha memahami melupakan cinta yang pernah menggebu di dalam dada. Berusaha mengesampingkan masa lalu. Berusaha memupuk perasaan-perasaan baru agar tumbuh memekar dengan indah. Tetapi oada kenyataannya melupakan tak segampang itu.
Apakah ada yang tahu? Hal yang lebih sakit dari kehilangan seseorang? Bayangkanlah saat seseorang yang di cintai. Dia yang ada di samping. Namun, hatinya tidak pernah benar-benar bisa di miliki.
Rasa bahagia datang ketika perasaan terbalas. Cinta yang dulu dia ucapkan dibalas dengan pengucapan yang sama, dia juga mencintai. Dia sepenuh jiwa berasa di sampingku. Mewujudkan rencana-rencana baik dengannya. Tidak ada orang lain di hatinya. Tidak ada cinta yang memancar di dadanya.
Setelah hujan usai, daun-daun akan kembali mencoba bangkit dari terpaan badai dan hempasan air. Dan matahari tidak lelah kembali menyinari. Dalam hidup ini selalu ada penguat.
__ADS_1
Pada saatnya, kedepan selalu digantikan dengan kesiapan. Tidak ada yang membuat hati ini merasa tenang dan nyaman selalu akan ada kekhawatiran ketika menghadapi hal-hal yang telah terjadi di luar dugaan. Entah sampai kapan semua perasaan ini akan kembali membaik seperti semula.
"Mas Gevan."
Aku membuka amplop berwarna coklat tersebut. Jantung berdebar-debar seolah sedang berlomba menunjukkan getarannya.
"Mbak pamit, Ta."
Satu-satunya cara untuk membuat hati terasa tenang karena cinta yang tidak bisa dipegang adalah dengan menepi. Menjauh. Menjaga jarak. Hal selama ini tidak mungkin bisa di lakukan. Aku tidak pernah benar-benar bisa merasa untuk pergi, kini harus perlahan berjalan menjauh serta menjaga jarak dengan Mas Gevan. Mencintai Mas Gevan adalah anugerah terbesar walau itu hanya akan menjadi kenang nantinya.
__ADS_1
Namun, Tuhan selalu menang memberi apa yang disanggupi oleh hamba-Nya. Sudah sekian lama aku memendam semua perasaan sakit ini dan aku sanggup. Jika kini aku lelah, barangkali itu juga cara Tuhan memberi waktu untuk berhenti atau menikmati jeda. Sesungguhnya aku tidak punya pilihan. Berhenti atau berjeda. Aku tak bisa benar-benar berhenti memikirkan Mas Gevan tetapi aku bisa jeda sejenak dan beristirahat untuk mengumpulkan energi yang terserap karena semua kejadian yang menimpa hidupku.
Aku melihat serifikat rumah dan asset-asset berharga lainnya atas namaku. Semua milik Mas Gevan telah dia berikan padaku. Entah apa maksudnya? Tidak ada nama Lala atau orang lain di sana. Namaku tertara satu-satunya. Apa mungkin Mas Gevan sudah mengetahui kematiannya dan Lala?
"Dear Tata.
Hai, Sayang. Apa kabarmu? Maaf untuk segala hal. Mas telah menyakiti hati kamu. Mas telah mengkhianati kepercayaan kamu. Ketahuilah, Sayang, Mas menyesal karena sudah berkhianat. Mas tahu apapun yang Mas lakukan tidak akan bisa mengobati luka di hati kamu. Satu hal yang Mas tahu bahwa selama ini anak yang dikandung Queen bukan anak Mas. Mas mengetahui semuanya ketika diam-diam melakukan test DNA. Saat itu Mas ingin sekali mengatakan padamu kebenarannya. Tapi Mas sadar kamu tidak akan percaya. Tidak banyak yang ingin Mas katakan, Mas hanya ingin kamu tahu bahwa Mas mencintai kamu sangat mencintai kamu. Jika diberikan kesempatan kedua Mas tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi. Mas berikan semua milik Mas sama kamu, Mas harap kamu bisa menjaganya dengan baik dan untuk Lala, kamu harus tahu satu hal bahwa Lala tidak akan bisa sembuh sekalipun melakukan transplantasi tulang sumsum belakang. Mas pamit ya, entah kenapa Mas merasa tidak akan lama hidup di dunia ini. Jaga diri baik-baik, Mas dan Lala menyayangi kamu. Kami menunggumu di kehidupan kedua nanti
Yang tersayang
__ADS_1
Gevan Mahardika.