Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Dilema


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........


CEKIDOT......


👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Dante POV


Aku masuk kedalam mobil, sejenak aku menghela nafas panjang dan memejamkan mataku sejenak. Emosi ku seolah di uji sedemikian rupa.


"Bagaimana bisa Ara mirip dengan Killa."


Ya sejak pertemuan pertama ku dengan Ara, aku hampir jantungan ketika melihat wajah nya yang begitu mirip dengan almarhum istriku. Hanya gaya rambut saja yang membedakan mereka.


Aku tak habis pikir, bagaimana ada orang yang bisa begitu mirip dengan istriku. Killa telah menutup mata lima tahun yang lalu. Apa mungkin tiba-tiba ada orang yang datang dan begitu mirip dengannya. Aku sudah mencari tahu tentang Ara. Tetapi tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa dia dan Killa memiliki hubungan.


Lalu kenapa wajah mereka bisa mirip? Apa mungkin istriku kembar? Tetapi kalau kembar kenapa baru bertemu sekarang? Atau kenapa mertuaku tidak mencari keberadaan kembaran dari istriku. Namun, itu tidak mungkin sebab selama ini aku tidak pernah mendengar bahwa Killa kembar. Mungkin ini hanya kebetulan saja.


Aku menjalankan mobil ku dengan pelan meninggalkan rumah sakit. Entah kenapa aku bisa begitu panik ketika Ara menelepon dan mengatakan jika Nara sakit? Bayangkan tengah malam aku rela keluar rumah demi menolong Ara dan anaknya. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa melakukan nya? Biasanya aku tidak peduli pada siapapun.


Mengingat wajah Tata, aku kembali ingat pada Ara. Wajah Tata adalah campuran antara aku dan Killa, tetapi kenapa malah terlihat seperti wajahku dan wajah Ara. Ada apa ini sebenarnya, apa ada rahasia yang benar-benar tak aku tahu dan terjadi ketika aku tak menyadari nya.


Aku memarkirkan mobilku di parkiran perusahaan. Jujur saja mataku mengantuk karena semalam aku menginap dirumah sakit menemani Ara.


"Siang Pak Dante," sapa Kang Diman, salah satu satpam yang bertugas di pos.


"Siang Kang," balas ku.


Aku masuk kedalam gedung, sebenarnya tadi aku berniat langsung pulang kerumah tetapi mengingat pekerjaan ku yang belum selesai, jadi aku ke sini saja.


"Doddy keruangan saya," perintahku.


"Baik Pak."

__ADS_1


Doddy menyusul aku masuk kedalam ruangan. Doddy adalah asisten kepercayaan ku yang sering menggantikan ku jika aku tak berada di perusahaan.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Doddy sopan.


"Apa kamu sudah mendapatkan informasi detail tentang Ara?" tanya ku.


Ya aku belum puas mencari informasi siapa sebenarnya wanita itu. Aku benar-benar yakin jika Ara memiliki hubungan dengan Killa, entah hubungan apa aku tidak tahu, yang jelas tidak ada orang yang kebetulan mirip didunia ini jika tak memiliki hubungan darah.


"Sudah Pak," jawab Doddy. "Maaf Pak hingga kini saya tidak menemukan informasi yang menyatakan jika Bu Killa dan Bu Ara punya hubungan. Bu Ara juga tidak memiliki kelahiran kembar," jelas Doddy.


Lalu jika tak ada hubungan, kenapa bisa mirip? Aku benar-benar tak habis pikir jika ada orang yang bisa mirip tanpa ada hubungan darah sedikit pun. Bukankah ini sesuatu yang langka terjadi diperaban dunia ini.


"Doddy, apa menurut mu ada orang yang kebetulan mirip tanpa ada hubungan darah?" tanya ku lebih tepatnya meminta pendapat agar aku tidak pusing sendiri.


Doddy menggeleng, "Tidak mungkin Pak. Walau ini termasuk kasus yang jarang terjadi, meski mirip. Tetapi Bu Ara dan Bu Killa bukan hanya mirip namun terlihat kembar," jelas Doddy.


Seperti nya aku satu pemikiran dengan Doddy, aku yakin jika Ara itu kembaran Killa. Hanya saja ada sesuatu yang terjadi sebelum nya. Mungkin saja memang sengaja ada yang menyembunyikan kebenaran ini.


"Doddy, kamu selidik semua nya. Cari informasi sebanyak mungkin," titahku.


.


.


"Daddy."


"Tata."


Aku berjongkok menyambut pelukkan anak perempuan ku ini. Aku begitu menyanyangi Tata, sebab dialah harta paling berharga dalam hidupku. Kami sebenarnya tak baik-baik saja ketika kehilangan wanita yang sungguh kami cintai. Tetapi bagaimana lagi, tidak ada yang bisa menghindari perpisahan dan kematian.


Aku masih ingat kepergian Killa yang tiba-tiba hingga membuatku heran. Sebelum operasi dokter tak mengatakan apapun tentang istriku. Killa baik-baik saja, hingga operasi tersebut berjalan lancar dan Tata lahir. Tiga hari di rawat tiba-tiba kondisi nya drop dan sempat koma selama seminggu. Setelah itu Killa menghembuskan nafas terakhir nya tanpa mengucapkan kata selamat tinggal.


Kasus ini cukup membuatku terkejut, dokter tak mengatakan apapun selain sudah berusaha semaksimal mungkin. Sebenarnya apa yang terjadi diruang operasi. Tidak mungkin Killa bisa koma tanpa penyebab nya.

__ADS_1


"Daddy, mana Mommy?" tanya Tata.


Setiap kali aku pulang kerumah Tata selalu menanyakan di mana mommy? Entah kenapa dia bisa begitu lengket dengan Ara, padahal Tata ini sulit didekati.


"Nanti kita bertemu Mommy," ucap ku mengangkat tubuh munggil ini.


Tata adalah harta paling berharga dalam hidupku, kami bahagia walau hanya berdua. Tetapi setelah pertemuan kami dengan Ara, Tata lebih sering menanyakan di mana mommy nya? Kadang aku jawab dan kadang juga tidak.


"Benelan Daddy?" seru Tata dengan wajah sumringah dan mata berbinar-binar.


Beberapa hari ini Tata sering menangis mencari Ara. Ketika dia bangun tak mendapati wanita itu maka dia akan berlari keluar menangis histeris sambil berteriak, padahal dia baru pertama kali bertemu dengan Ara. Untung saja Mama punya jurus jitu untuk menenangkan cucu nya.


"Baru pulang, Dan?" tanya Papa saat aku duduk disofa dan meletakkan Tata.


"Iya Pak," sahutku.


"Bagaimana keadaan anak Ara?" tanya Papa menutup koran ditangannya. Kegiatan Papa setiap hari adalah membaca untuk mengurangi rasa bosan nya sebagai pensiunan.


Aku menghela nafas panjang, "Masih belum sadarkan diri. Anak Nara menderita gagal jantung," jelasku.


Mengingat Ara yang menangis, entah mengapa hatiku bagai teriris. Pasti berada diposisi nya bukan hal yang mudah. Terlebih dia baru saja bercerai dengan suaminya. Kenyataan yang benar-benar menyakitkan ternyata Galvin tega mencelakai anaknya sendiri.


"Gagal jantung?" ulang Papa.


Aku mengangguk, "Iya Pa," sahutku.


"Lalu bagaimana?" tanya Papa tampak penasaran.


"Nara harus menjalani beberapa pemeriksaan dulu, Pa. Setelah itu mungkin akan dibawa ke rumah sakit yang fasilitas nya lebih lengkap," jelas ku. Tak bisa kubayangkan berada diposisi Ara. Dia sudah kehilangan banyak hal dalam hidupnya tetapi dia juga harus menghadapi kenyataan bahwa anak nya sakit parah.


"Kamu sudah selidiki semua tentang Ara?" tanya Papa


"Susah Pa, tapi tidak ada apa-apa antara Ara dan Killa," sahutku.

__ADS_1


Sebenarnya bukan hanya aku saja yang merasakan kegelisahan ini tetapi juga kedua orang tua ku. Bahkan setelah Ara pulang kemarin, Mama menangis histeris ketika mengingat wajah Ara yang begitu mirip Killa, almarhum istriku menantu kesayangan Mama. Kami dijodohkan tetapi saling mencintai. Namun, sayang takdir mengalahkan kebahagiaan yang sudah diukir sedemikian rupa.


Bersambung...


__ADS_2