Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Season 3. Ekstra part 04.


__ADS_3

Air mata Ikmal luruh saat dirinya di berikan kesempatan untuk bebas oleh Bintang.


"Terima kasih, Bintang." Ikmal sampai tersungkur di depan kaki Bintang dengan ucapan terima kasih.


Bintang mengangkat tubuh sahabatnya itu. Dia membebaskan Ikmal bukan karena memberikan maaf pada Ikmal tetapi demi adik dan keponakannya.


"Jangan berterima kasih padaku. Aku membebaskanmu karena Bee dan Lala," ucap Bintang dingin.


Ikmal menyeka air matanya. Dia melirik Bee dan Lala yang berdiri di belakang Bintang bersama Nara dan putra kecilnya.


"Bee."


Lelaki itu berjalan kearah wanita yang sudah dia rusak.


"Papa." Lala mengulurkan tangannya agar Ikmal menggendongnya.


"Lala."


Ikmal mengangkat tubuh putri kecilnya itu. Dia pekik Lala kecil, air mata berderai membahasi pipi dan tersangkut di sela-sela kumis tipisnya.


"Papa kangen banget sama, Lala," ucap Ikmal.


"Lala juga kangen, Papa," balas gadis tersebut.


Bee menyeka air matanya. Sejak awal perasaannya pada Ikmal memang tak main-main. Dia tidak menyangka jika lelaki ini pernah menjalin hubungan dengan Mona. Namun, perasaannya tak berubah sama sekali.


"Maafkan Papa, Nak. Papa janji akan menjaga kamu dan Mama." Ikmal menciumi wajah putri kecilnya.


Nara tersenyum hangat melihat ketiga orang tersebut. Sementara Bintang menunjukan wajah tak sukanya. Dia tak hanya dendam karena Ikmal menghamili Bee tetapi juga karena perselingkuhan Ikmal dan Mona.


"Bee."


"Kakak."


Bee juga memeluk lelaki itu. Dia bersyukur akhirnya bisa menyediakan kebahagiaan untuk anaknya Lala. Kadang hati Bee nyeri ketika Lala bertanya di mana papa?


"Maafkan aku. Maaf karena sudah menyakiti kamu. Terima kasih sudah menjaga Lala. Aku mencintaimu, Bee," ucap Ikmal.


Air mata Bee meleleh ketika mendengar ungkapan cinta dari lelaki yang akan menjadi calon suaminya tersebut. Rasanya seperti bermimpi ketika lelaki impiannya ini mengatakan cinta padanya. Jantungnya berdebar-debar.


"Aku juga mencintaimu, Kak."


Ketiga orang itu saling berpelukan satu sama lain. Seperti sudah lama tak bersua.

__ADS_1


Ikmal seorang dokter tampan dan berprestasi sahabat dekat Bintang. Dia pernah khilaf dan mengkhianati Bintang dengan selingkuh bersama Mona. Dan dia juga tergiur dengan bujukan Mona untuk menghancurkan masa depan Bee. Hingga dia mendekam di penjara selama tiga tahun. Sebenarnya hukuman yang Ikmal jalani tetapi karena permintaan Bee dan Nara, Bintang mencabut tuntutan tersebut dengan harapan semoga adiknya bahagia kelak.


Satu hal yang akhirnya membuat Ikmal meninggal Mona bahwa bayi dalam kandungan wanita itu bukan anak Ikmal melainkan anak dari pria lain, walau mungkin Ikmal pernah menjadi salah satu pria yang tidur bersama Mona. Sejak tahu bahwa anak yang di lahirkan Mona bukan anaknya, Ikmal memilih meninggalkan wanita itu.


"Kita akan hidup bahagia. Aku berjanji akan membahagiakan kalian berdua."


Ikmal mencium kedua orang itu secara bergantian.


"Terima kasih, Kak."


****


Bee menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dia hampir tak percaya jika ini adalah dia. Dia seperti putri di kerajaan dongeng.


Mahkota tertanam di atas kepalanya. Rambut yang sengaja di gerai indah menjuntai sampai ke bawah. Dari kecil, gadis ini suka rambut panjang. Jadi ia akan jarang memangkas rambutnya jika sudah melewati bahu.


Gaun indah yang harganya mencapai ratusan juta itu juga membungkus tubuh rampingnya. Bee memiliki bentuk tubuh yang ideal. Sehingga gaun itu pas di tubuhnya.


Wanita anak satu itu masih tak percaya jika dia akan menikah dengan lelaki impiannya dan lelaki yang telah menjadi ayah dari putri kecilnya.


"Kamu cantik sekali, Nak," puji Senja memuji kecantikan anak perempuannya ini yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri.


"Bunda." Bee memeluk sang ibu dengan manja.


Bee berjalan diatas karpet merah, tangannya di gandeng oleh Langit sang ayah. Hari ini dia menjelma menjadi putri di kerajaan cintanya bersama lelaki yang pernah merebut mahkotanya.


Suara kamera juga mengiringi langkah kakinya menuju kebahagiaan. Wajahnya berseri bahagia. Semburat harapan terlihat jelas dari senyumnya yang takkan memudar oleh ruang dan waktu.


.


Tatapan Ikmal tak beralih dari calon istrinya itu. Jantung sudah berdisko didalam sana, seperti ingin keluar melihat secara langsung betapa cantik nya calon istri dari dokter tampan itu. Ini bukan pernikahan pertamanya tetapi rasanya benar-benar berbeda, ada kebahagiaan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Saat bersama Mona dia tak pernah merasakan sebahagia ini.


"Ikmal." Langit menyerahkan tangan Mentari. "Jaga dia untuk, Ayah. Kamu adalah pengganti Ayah," sambil menepuk pundak calon menantunya nya itu.


"Terima kasih, Yah," sahut Ikaml mengenggam tangan Bee.


Acara pemberkatan di mulai dengan janji suci yang mereka ucapkan di depan Tuhan dan para saksi yang hadir untuk meramaikan acara pernikahan mewah antara Ikmal dan Bee.


Ini bukan pernikahan pertama Ikmal tetapi dia sangat gugup apalagi banyak orang yang menghadiri pesta tersebut.


Ikmal menatap wajah Bee yang sangat cantik. Dia pun tak menyangka jika diam-diam menaruh rasa pada adik sahabatnya tersebut.


Lelaki itu mengecup kening sang istri. Ciuman bahagia yang ia sematkan untuk Bee. Bee memejamkan matanya meresapi hangatnya bibir Ikmal yang menempel di dahinya. Tanpa sadar air mata wanita itu menetes, dia seperti berada di dalam dunia dongeng yang di persunting oleh pangeran tampan. Tetapi ini bukan pangeran, ini lelaki yang merebut mahkota. Akhirnya lelaki ini menjadi suami dan akan jadi ayah dari anak-anaknya kelak.

__ADS_1


Acara berlangsung mewah. Banyak tamu terhormat yang berdatangan. Termasuk teman-teman Bee.


*******


Divta menggendong istrinya masuk kedalam kamar penggantin. Keduanya merasa canggung satu sama lain. Untung saja Ikmal berhasil membujuk Lala agar tidak tidur bersamanya karena kedua anak lelakinya itu ingin menempel pada ibunya. Jelas dia tidak setuju karena Ikmal ingin menikmati malam pertamanya dengan Bee.


"Kakak bantu buka baju kamu," ucap Ikmal tersenyum genit.


"Ehhh jangan, Kak," tolak Bee langsung menahan tangan Ikmal.


"Malu," ucapnya dengan pipi merah merona.


Ikmal tersenyum manis. Dia perlahan melepaskan mahkota yang tertanam di kepala istrinya. Dia juga membantu melepaskan jepit rambut yang di gunakan untuk menata bagian atas rambut Bee.


"Kak." Bee gugup.


"Kenapa, Sayang?" Ikmal menyingkirkan anak rambut istrinya.


"Kakak mau itu?"


"Mau apa, Sayang?" kening Ikmal mengerut.


Ikmal mengusap bibir ranum Bee yang masih di lapisi oleh lipstik, dia menelan salivanya susah payah. Dalam hati dia sudah membayangkan ******* bibir ini dan menyesap rasa manis di sana.


Ikmal memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Bee dengan mata terpejam. Ini bukan ciuman pertama mereka tetapi Bee masih saja canggung dan tak percaya diri. Sebab karena dirinya yang terlalu polos kadang suka salah tingkah.


Ciuman yang awalnya lembut. Kini mulai menuntut. Tangan Ikmal membuka resleting gaun istrinya.


Mentari seperti merasakan sengatan listrik yang belum pernah ia rasakan. Rasa aneh yang menggoda. Nalurinya berkata berhenti tetapi tubuhnya tak bisa menolak. Apalagi sentuhan Ikmal benar-benar lembut tanpa ada paksaan. Ini pertama kali. Sedikit aneh, tetapi Bee akan berusaha melayani Ikmal. Meski dalam hati dia belum siap. Walau bukan perayaan baginya tetapi rasanya tetap saja aneh.


Ikmal membaringkan istrinya tanpa melepaskan panggutan mereka. Ia naik keatas ranjang dan menindih tubuh wanita itu. Dia melepaskan panggutan nya. Ia menatap wajah merah Bee.


"Bolehkah?" pintanya penuh harap.


"I-iya, Kak," sahut Bee gugup dengan wajah merah. Mau menolak juga sudah terlanjur.


Bee pasrah, mau menolak tidak mungkin. Mereka sudah terlanjur tak memakai apapun. Entah kapan pakaian itu terlepas dari tubuh keduanya. Terbuai dalam belaian Ikmal, Bee seperti sedang terbang ke langit tinggi.


"Aku akan memasukinya pelan. Tahan yaaa?" bisik Ikmal menggoda.


Bee mengangguk dengan mata terpejam. Dia tak berani menatap wajah sang suami.


Lalu terjadilah malam kedua yang indah bagi sepasang penggantin yang sudah saling mencintai itu.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Semoga adiknya Lala segera hadir di sini."


T-A-M-A-T...


__ADS_2