
SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........
CEKIDOT......
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Kerusakan saraf motorik dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan motorik dari derajat ringan sampai berat atau terjadi kelumpuhan total motorik.
Penyembuhan atau pemulihan fungsi saraf tergantung dari derajat kerusakannya. Sistem saraf dapat dirangsang dengan beberapa cara antara lain latihan-latihan fisik yang sesuai dengan fungsi saraf tersebut.
Cedera fisik pasca kecelakaan dapat melibatkan berbagai bagian, komponen dan organ dalam tubuh manusia. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat perlu di ketahui penyebab dari keluhan tersebut perlu di lakukan penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik secara langsung. Perlu di lakukan evaluasi yang mendalam mulai dari mekanisme cedera hingga bagian tubuh yang terlibat.
Kelumpuhan yang berkaitan dengan cedera dapat di sebabkan oleh beberapa faktor:
Cedera otak. Benturan yang cukup keras pada bagian kepala dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada jaringan otak, mulai dari otak itu sendiri, pembuluh darah, persarafan otak, otot, selaput otak.
Cedera saraf tulang belakang. Saraf tulang belakang merupakan sistem saraf utama tubuh, dan menjadi saraf utama yang menyalurkan sinyal dari dan menuju otak ke seluruh tubuh. Tingkat keparahan kelumpuhan yang terjadi tergantung dari lokasi cedera atau kerusakan yang dialami. Semakin dekat dengan leher, maka semakin parah juga kondisinya.
Pada sistem persarafan tubuh manusia, masing masing komponen memiliki tugas yang berbeda-beda tergantung dari lokasi dan bagian pada tubuh. Seperti saraf tulang belakang yang masing-masing tingkatan memiliki peran yang berbeda. Beberapa ruas pinggan mennyalurkan persarafan pada tungkai dan kaki, beberapa ruas leher mengatur bahu, tangan hingga ke jari.
Kelumpuhan adalah kondisi kehilangan kemampuan menggerakkan salah satu otot tubuh atau lebih untuk sementara waktu atau bahkan secara permanen. Kelumpuhan memiliki banyak sekali jenis nya, tergantung pada kekuatan otot, apakah lumpuh total? Dimana tidak ada gerakan sama sekali pada otot yang bermasalah, atau hanya secara parsial. Dimana otot tersebut masih dapat bergerak namun gerakannya terbatas atau lemah.
Kelumpuhan dapat terjadi pada seluruh anggota tubuh, atau sebagian. Kelumpuhan dapat perlahan, atau mendadak. Bila melihat dari keterangan kelumpuhan tersebut, jenis kelumpuhan yang dialami Nara adalah Paraplegia yaitu suatu kelumpuhan, dimana hilangnya kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh bagian bawah.
Hal ini menyebabkan Nara tidak bisa menggerakkan otot-otot pada kedua tungkai kaki, dan terkadang panggul serta beberapa anggota tubuh bagian bawah lainnya. Bila melihat keterangan kecelakaan yang dia alami, perlu keterangan lebih lanjut, apakah sebelumnya Nara sudah memiliki riwayat gangguan saraf atau tidak, bila sebelum kecelakaan kondisi Nara sehat. Maka kemungkinan kelumpuhan terjadi akibat trauma atau kecelakaan tersebut.
__ADS_1
Pada saat kecelakaan, perlu kronologis kejadian untuk mengetahui ada tidaknya trauma pada tulang belakang, sehingga menyebabkan gangguan saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Namun pada prinsipnya saat terjadi kecelakaan, Nara tidak dapat langsung dipindahkan begitu saja, perlu dinilai ada tidaknya trauma vertebrae atau trauma tulang belakang, trauma cervical, perdarahan aktif, parah tulang, dan sebagainya, karena pada saat melakukan pemindahan bila tidak dengan cara yang tepat, dapat saja menimbulkan kerusakan jaringan yang lebih buruk.
Namun semua ini perlu dipastikan kembali dengan kondisi Nara saat kejadian dan teknik penolong saat mengevakuasi, serta pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi korban, baik secara pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan lanjutan seperti foto rontge, MRI, CT scan, dan sebagainya. Karena banyak kemungkinan lain yang dapat menyebabkan kelumpuhan tersebut. Untuk penanganan disarankan, memastikan penyebab kelumpuhan yang di alami, setelah penyebab ditangani, maka jika perlu dilakukan latihan pada anggota gerak yang mengalami kelemahan oleh bagian fisioterapi.
Ada beberapa saran dan masukkan dari dokter. Istirahat yang cukup. Latih bagian tubuh yang lemas secara perlahan. Kelola stress dengan bijak. Bila terdapat luka, sebaiknya merawat luka secara teratur. Bila sudah menemui dokoter, sebaiknya mengonsumsi obat yang telah diberikan, dan kontrol secara rutin.
Begitulah penjelasan yang aku dengar dari dokter, aku tak paham ilmu kedokteran dan sama sekali tak mengerti apa yang harus aku lakukan.
"Lalu, apakah anak saya masih bisa disembuhkan, Dok?" tanya ku penuh harap. Aku ingin Nara sembuh seperti sediakala. Aku ingin dia bisa berjalan seperti anak-anak lainnya.
"Seperti yang saya jelaskan tadi, Bu. Kemungkinan besar Nona Nara masih bisa disembuhkan tetapi dengan perawatan dan pengobatan rutin," jelas sang dokter yang memakai jas putih dan kacamata tebal. Usia nya diatas empat puluhan mendekati lima puluh tahun.
Aku menghela nafas lega, setidaknya ada kesempatan untuk Nara bisa sembuh kembali.
"Iya Pak," jawab ku sambil tersenyum.
"Lalu pengobatan apa yang harus akan saya jalani Dok?" tanya ku.
Dokter mulai menjelaskan pengobatan yang akan di jalani oleh Nara. Aku hanya manggut-manggut dan sesekali bertanya. Jujur saja aku awam jika masalah ilmu kedokteran. Tetapi aku mempercayakan semua perawatan Nara, sebab rumah sakit ini memiliki fasilitas yang memang lengkap. Biaya berobat juga mencapai puluhan hingga ratusan juta, tetapi tidak apa. Aku akan lakukan apapun untuk kesembuhan Nara. Bagiku tak ada yang lebih penting didunia ini selain Nara, kesembuhan nya adalah kebahagiaan ku.
"Kapan mulai pengobatan nya, Dok?" tanya ku.
"Secepatnya. Kami akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk pengobatan selanjutnya," jawab dokter.
"Baik, Dok. Terima kasih," sahut ku.
__ADS_1
Aku dan Pak Dante keluar dari ruangan dokter. Selama di negeri Jiran ini, kami tinggal di apartemen Pak Dante karena dokter tidak menyarankan Nara harus menjalani perawatan inap.
"Kamu tidak perlu khawatir masalah biaya, biar saya yang urus," ucap nya seraya menggandeng tangan ku. Entah kenapa aku tak bisa lagi menolak. Ketika melihat ketulusan yang dia berikan. Aku yakin bahwa dia lelaki baik. Meski aku tak sepenuh nya percaya, lebih tepat nya belum menerima cinta yang dia ungkapkan untuk ku.
"Pak maaf_"
"Sttt.. Ara, jangan ucapkan apapun. Saya tulus membantu kamu tanpa niat apapun. Kita sama-sama berjuang untuk Nara. Kita harus yakin, kalau Nara bisa sembuh," ucap nya meyakinkan ku.
"Terima kasih, Pak," ucap ku dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis. Tidak boleh cenggeng," ucap nya sambil mengusap kepala ku yang bersandar didadanya.
Dalam hidupku tak pernah terbayangkan, jika aku akan di cintai oleh pria seperti Pak Dante, dia mantan kakak iparku dan sekarang menjadi seorang pria yang mencintaiku.
"Pak," panggil ku mendongkakkan kepala menatap wajahnya.
"Iya kenapa?" Dia tersenyum hangat. "Jangan panggil Pak lagi. Sekarang saya calon suami mu," goda terkekeh.
Wajah ku bersemu merah dan sialnya jantung berdegup kencang.
"Lalu saya harus panggil apa?" tanya ku malu-malu.
Semoga Pak Dante tidak menyerah memperjuangkan ku, aku yakin setelah ini jalan kami takkan mudah. Apalagi ibu tiri ku serta Chelsea tidak akan membiarkan aku bahagia.
Bersambung....
__ADS_1