
Rick berjalan menyusul Mira dengan suara kekehan pelan yang keluar dari mulutnya. Lelaki itu menggeleng dan tetep gemes lalu berjalan menyusul.
Mira berjalan dengan wajah kesalnya. Apalagi melihat Divta yang menggandeng tangan Mentari, membuat wanita itu semakin kesal.
"Mau digandeng juga?" Rick langsung menggandeng tangan wanita itu.
"Kau_" Mira terkejut ketika lelaki tersebut menggandeng tangannya.
"Jangan marah-marah Kak Mira, nanti cepat tua," celetuk Ricik.
Mira menggerecutkan bibirnya kesal. Tetapi wanita itu tak bisa menolak. Jujur saja ini pertama kali lelaki menggandeng tangannya setelah dia putus dari sang mantan.
Mereka berjalan masuk, tampak para tamu undangan sudah berdatangan memenuhi tempat resepsi diadakan.
Para tamu menyapa Divta dan Rick, mereka berdua orang-orang yang paling dihormati di masing-masing kesatuan. Jadi tak heran jika kedatangan mereka disambut dengan baik.
"Selamat datang Komandan Rick dan Kapten Divta," sapa salah satu pria paruh baya.
"Terima kasih Pak Bondan," sahut keduanya bersamaan.
Mentari menunduk dengan wajah malu, apalagi tatapan para tamu undangan terarah padanya. Dia sadar bahwa dirinya hanya upik abu yang tidak pantas berada disamping Divta.
"Wah, apakah ini calonnya, Kapten Divta?" tanya salah satu Letnan.
"Cantik dan masih muda!" puji yang lainnya.
Divta hanya mengangguk dan tersenyum simpul tanpa berniat membalas ucapan dan godaan dari teman-temannya.
Begitu juga dengan Rick dan Mira yang disangka pasangan. Mira walau sudah berusia matang tetapi tidak terlihat tua, tentunya dengan perawatan mahal.
"Kelihatannya kita memang cocok!" bisik Rick menggoda gadis itu.
"Dih." Mira mendelik.
Mereka duduk di meja VVIP yang khusus untuk tamu-tamu terhormat. Divta dan Rick termasuk orang berpengaruh dalam kesatuan.
Rick komandan muda yang memiliki segudang prestasi. Di usia 26 tahun dia sudah diangkat menjadi komandan termuda karena kepiawaiannya dalam mengayomi team.
"Selesai makan kita pulang," bisik Mira.
Mira paling tidak suka datang di tempat ramai seperti ini. Acara seperti ini mengingatkan dia pada luka lama yang ingin disembuhkan.
__ADS_1
"Iya Sayang," goda Rick.
Mira mendelik mendengar godaan lelaki muda itu. Dia memutar bola matanya malas dan tidak tergoda sama sekali. Rick terlalu muda untuknya, bayangkan perbedaan usia mereka 6 tahun. Bahkan Mira tak pernah membayangkan jika dia akan dekat dengan lelaki semuda Rick.
"Kapten Divta, Komandan Rick," sapa seseorang.
"Dokter Lintang," balas Divta dan Rick berdiri.
"Apa sudah lama datang?" tanya pria tersebut.
"Lumayan lama. Ayo Dok, silakan duduk," ajak Divta.
Lelaki itu duduk disamping Rick dengan senyuman manis. Dokter tampan dengan kacamata tebal dan tubuh tinggi serta berotot.
"Oh ya perkenalkan ini Mira teman dekat saya," ucap Rick memperkenalkan Mira pada lelaki tersebut.
"Lintang."
"Mir_"
Sejenak keduanya membeku di tempat. Wajah Mira yang tadinya sibuk melirik makanan disamping mereka seketika berubah ketika melihat pria berpostur tubuh tinggi itu.
"Mira," ucap Lintang pelan.
"Kalian saling kenal?" tanya Rick melirik kedua orang itu secara bergantian.
"Iy_"
"Tidak," potong Mira cepat.
Lintang menatap Mira dalam. Perasaan bersalah itu menyeruak masuk ke dalam dadanya. Dia belum sempat meminta maaf pada Mira.
"Saya kira kalian sudah saling kenal," ucap Rick tersenyum kecut. Dia bisa menebak jika kedua orang ini sebelumnya pernah bertemu.
"Oh dari mana saja Dokter Lintang, saya baru lihat?" tanya Divta mengalihkan pembicaraan.
"Selama ini saya ada di Singkawang, Kapten. Setelah istri saya meninggal saya kembali ke Pontianak dan pindah ke rumah sakit Dokter Langit," jelas Lintang.
Mira terkejut ketika mendengar bahwa istri Lintang sudah meninggal. Dia memang sudah lama tak bertemu dengan mantan kekasihnya tersebut. Sebab sangat banyak luka yang diturihkan Lintang padanya.
"Saya turut berdukacita, Dok. Maaf saya baru tahu kalau istri Anda meninggal," ucap Divta.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Kapten," sahut Lintang.
Diam-diam Lintang melirik Mira. Mantan kekasihnya itu tak berubah sama sekali, masih cantik dan menyukai warna hitam. Dulu setiap kali mereka datang ke pesta, Mira selalu mengenakan gaun berwarna hitam. Entahlah wanita itu memang sangat suka warna gelap tersebut.
"Apakah ini calon istri Anda, Komandan?" tanya Lintang pada Rick tetapi tatapannya tertuju pada Mira.
Rick tersenyum dan melirik Mira, "Kami sedang dekat, Dok. Kami di jodohkan. Doakan saja yang terbaik," jelas Rick menatap Mira dengan penuh cinta.
Wajah Lintang langsung berubah. Dia berusaha menyembunyikan raut wajah kecewanya. Tetapi dia tak bisa menjelaskan apapun pada wanita tersebut.
"Semoga berjodoh, Komandan," ucap Lintang.
Mentari melirik Mira. Tadi wanita itu banyak bicara dan cerewet kenapa sekarang malah diam saja? Gadis itu menerka-nerka kalau Mira dan Lintang memiliki masa lalu sebelumnya.
"Sayang."
Mereka kembali menoleh kearah sumber suara, terlihat Chelsea berjalan dengan langkah lebar dan wajah yang tersenyum. Air muka Divta langsung berubah, kenapa wanita ini ada lagi dan menganggu hidupnya?
Divta malah mengenggam tangan Mentari seakan meminta kekuatan pada gadis tersebut. Dia selalu tak bisa menahan emosi jika melihat wajah Chelsea, apalagi mengingat pengkhianatan yang wanita itu berikan padanya.
.
.
Mira yang biasanya cerewet dengan segala celotehan dan celetukannya, kini hanya diam dengan tatapan kosong kearah jendela mobil. Bahkan dia tak merespon ucapan Rick yajg mengajaknya berbicara.
Kenangan bersama Lintang seolah terulang kembali, rasa sakit dan luka itu kian menusuk di dalam hatinya. Lintang adalah lelaki yang dia cintai sepenuh hati. Bahkan lelaki yang selalu dia ceritakan dalam setiap kisahnya. Tetapi lelaki itu juga yang menciptakan luka dan trauma di hatinya, sehingga membuat dia tak percaya pada kata cinta.
"Kau baik-baik saja?" Rick melirik wanita tersebut. Rasanya aneh saja, orang yang biasanya berisik tiba-tiba diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Aku baik-baik saja," sahut Mira.
Rick ingin sekali bertanya, ada hubungan apa Mira dan Lintang. Namun, sepertinya wanita tersebut tidak ingin membahas masa yang sudah berlalu itu.
Mobil Rick terparkir di depan rumah Mira.
"Terima kasih, Rick," ucap Mira melepaskan sealbeat-nya. "Good night," sambungnya memaksakan senyum sambil keluar dari mobil.
Rick menatap punggung Mira yang menjauh.
"Aku berjanji, Ra. Akan menghapus luka di hatimu. Aku akan buktikan bahwa aku lebih baik dari orang yang ada di masa lalumu," ucap Rick.
__ADS_1
Kata orang-orang carilah wanita yang memiliki rasa trauma berat. Rubah dia dan bantu dia keluar dari rasa sakit itu. Maka dia akan mencintaimu dengan tulus hati serta menjadikanmu sebagai satu-satunya lelaki yang dia cinta.
Bersambung....