
SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........
CEKIDOT......
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
"Ayah," panggil ku.
Seizin dokter ayah dan ibu bisa masuk kedalam ruangan Nara. Memang tidak boleh banyak orang diruangan ini karena bisa menganggu konsentrasi pasien.
"Ayah, maafkan Ara. Ara tahu kalau Ada salah, Ayah. Maaf karena Ara tidak mendengarkan kata-kata Ayah. Sekarang Ara paham bahwa apa yang Ayah katakan itu benar," ucap ku menangis segugukan bersujud dikaki ayah.
Ayah masih diam. Tatapannya tertuju pada Nara yang terlelap. Mungkin saja ayah ingin menatap wajah cucu nya sampai puas.
Aku menunduk malu. Menjadi anak durhaka bukan hal yang aku inginkan. Aku terlena dengan kenikmatan dunia sampai lupa kalau kedua orang tua ku diburu oleh usia.
Aku terkejut ketika ayah memegang kedua bahu ku dan meminta ku berdiri. Aku menatap wajah tua yang mulai keriput tersebut. Tatapan sendu tergambar jelas di mata ayah. Tatapan kecewa namun diselimuti dengan rindu yang membelenggu.
"Ayah," lirihku.
Tangan tua nan keriput itu mengusap pipi basah ku. Kuresapi sentuhan hangat di pipi ku. Sudah lama sekali aku tak merasakan nyaman nya usapan dari tangan ini.
"Maafkan Ara, Ayah," ucap ku lagi.
__ADS_1
Pelan, Ayah merengkuh tubuhku masuk kedalam pelukannya. Meski wajah nya tampak datar dan dingin tetapi ayah begitu menyanyangi ku.
Aku menangis tertahan dipelukkan ayah, melepaskan semua rindu yang mengembang didalam dada. Rasa sakit tertahan karena perasaan yang tak terbalaskan. Aku tahu, sejahat apapun seorang ayah dia tidak akan bisa membenci putrinya.
"Hiks hiks hiks."
Kulingkarkan tangan lemah ini ditubuh ayah. Ku eratkan tangan ku serta memeluk nya dengan penuh kerinduan. Ayah adalah cinta pertama anak perempuan nya, sampai kapan pun hal tersebut takkan berubah. Meski banyak yang mungkin saja terjadi antara ayah dan anak, ayah tetaplah tempat berpulang paling nyaman.
"Jangan menangis. Kuatlah demi anak mu," ucap Ayah.
Ayah adalah orang yang selalu bisa menyembunyikan kehancuran dalam dadanya. Aku tahu ayah marah dan kecewa, apalagi melihat ku ditelantarkan bak tak berharga.
Ayah melepaskan pelukanku. Dia mengusap bahu ku berulang kali. Aku tahu ayah rindu aku, sama seperti yang aku rasakan saat ini. Aku berharap ini awal yang baik untuk hubungan ku dan ayah. Semoga ayah mau menerima ku kembali, setidaknya disaat seperti ini ada yang memberiku kekuatan untuk menghadapi beratnya perjalanan hidupku.
Air mataku tak bisa ditahan sejak tadi terus mengalir. Sudah lama sekali aku merindukan maaf dari ayah dan sekarang aku benar-benar mendapatkan nya. Setelah ini aku berjanji takkan mengecewakan ayah lagi. Aku takkan membuatnya terluka lagi.
"Sekarang kita fokus sama kesehatan, Nara," sambung Ayah.
Ayah bukan orang pintar yang memiliki pendidikan tinggi. Dia seorang petani sejati dan ayah terbaik. Dia adalah orang pertama tempat ku mengadu saat masalah menerpa ku.
Aku mengangguk seraya menyeka air mataku dengan kasar.
"Terima kasih, Ayah," ucap ku.
__ADS_1
Meski banyak hal yang telah aku lewati tetapi aku masih bersyukur, Tuhan memberikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku dan menerima maaf ayah. Meski ini terlambat.
"Sudah, jangan minta maaf," sahut Ayah.
.
.
"Ra, kamu masuk ke kantor saja biar Kakak yang jaga Nara. Kebetulan Kakak tugas siang sampai malam," ucap Kak Dea sambil menyuntikan sesuatu di saluran infuse Nara.
"Apa tidak merepotkan, Kak?" tanya ku tak enak hati.
"Sama sekali tidak. Nanti Ayah sama Ibu datang kesini juga sekalian jagain Nara," sahut Kak Dea.
Benar aku harus kerja, sebab selama dirumah sakit aku sudah mengeluarkan biaya cukup banyak. Walau ada Pak Dante dan Kak Dea yang bantu, tetapi aku tak bisa bergantung pada mereka.
"Tidak sama sekali Ra. Naro juga sudah diantar sama Mas Bayu, jadi kamu masuk kerja saja," jelas Kak Dea.
Aku mengangguk, hampir satu Minggu Nara dirawat selama itu juga aku tinggal dirumah sakit.
"Ya sudah Kak, kalau begitu aku pamit dulu. Titip Nara ya, Kak. Kalau ada apa-apa Kakak hubungi aku," ucap ku. Kak Dea mengangguk.
Mungkin ragaku bisa berada ditempat lain, tetapi jiwa ku tertinggal disini.
__ADS_1
Bersambung....