Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Season 05. Tata Story 18.


__ADS_3

"Ada apa, Ya?" tanyaku pada Lia.


"Ada Pak Rey di luar, Bu. Katanya mau ketemu Ibu," jelas Lia.


Keningku mengerut heran. Ada apa Pak Rey ingin bertemu? Bukankah gaun penggantin yang di pesan Kak Sherly sudah aku kirim kemarin karena sesuai jadwal pesanan.


"Suruh masuk saja, Ya!" suruhku.


"Baik, Bu," jawab Lia membungkuk hormat.


Tidak lama kemudian pada Rey datang dan masuk ke dalam kamarku. Aku tersenyum simpul melihat lelaki tersebut. Ya, tak ku sangka jika dia adalah saudara sepupu dari mantan suamiku, Mas Gevan.


"Selamat pagi, Bu," sapa Pak Rey.


"Pagi, Pak. Ayo silakan duduk!" ajakku.


"Terima kasih, Bu," jawab Pak Rey lalu duduk di sofa ruang tamuku.


Aku segera meminta Lia agar membuatkan minuman untuk Pak Rey. Jika pagi butikku tidak terlalu ramai jadi para karyawan masih bisa santai dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Tetapi kalau sudah siang apalagi menjelang sore biasanya sangat ramai. Tatkala Lia mengeluh jika banyak pelanggan yang datang tetapi walau begitu dia tetap bekerja profesional.


"Silakan di minum, Pak," ucapku menyambut segelas kopi tersebut dari tangan Lia lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


Pak Rey menarik napasnya dalam. Entah apa yang sedang dia pikirkan karena terlihat jika dirinya sedang merasakan kacau.


"Bapak baik-baik saja?" tanyaku.


"Sherly ingin bertemu Ibu dan Naro," jelas Pak Rey.


Aku terkejut. Sejenak terdiam dan bertanya-tanya dalam hati. Ada apa Kak Sherly ingin bertemu aku dan Kak Naro?


"Bertemu saya dan Kak Naro, Pak?" ulangku sekali lagi memastikan bahwa telingaku tidak salah dengar.


"Iya, Bu," jawab Pak Rey.


"Lalu kapan pesta pernikahan Bapak dengan Kak Sherly? Bukannya besok?" tanyaku. Surat undangan sudah tersebar dan hanya menunggu hari itu tiba.


"Kenapa, Pak?" tanyaku.


"Sherly membatalkan pernikahan kami dan dia ingin bertemu Ibu dan Naro," jelas Pak Rey lagi.


Aku mulai panik kenapa sikap Kak Sherly mencurigakan? Bukankah dia sendiri yang menginginkan pernikahan ini? Lalu kenapa dia yang membatalkan pernikahan mereka?


"Sher---"

__ADS_1


Brak!


Pintu terbuka kasar. Aku dan Pak Rey sontak melihat ke arah pintu. Aku mengernyitkan keningku ketika melihat pelakor itu ada di sana.


"Mbak Queen?" gumamku.


Dia berjalan masuk dengan wajah merah padam dan penuh amarah. Tatapan matanya seolah hendak menelan aku hidup-hidup.


"Ada apa, Mbak?" tanyaku santai.


Tiba-tiba dia hendak melayangkan tamparan di wajahku. Namun, secepat kilat Pak Rey menahan tangan wanita tersebut.


"Jaga sikap Anda, Bu," tukas Pak Rey menghempaskan tangan Mbak Queen.


"Lepas! Saya tidak ada urusan dengan Anda." Mbak Queen menepis tangan Pak Rey dengan kasar.


"Hei kamu dengar ya perempuan pelakor. Berhenti menganggu kehidupan suami saya!" ujar Mbak Queen menunjuk wajahku.


Aku tertawa mengejek. Ya Tuhan, kenapa manusia ini lucu sekali sih? Padahal dia yang pelakor kenapa malah menuduh aku? Benar-benar dunia yang aneh dan ingin rasanya jungkir balik.


"Maaf, Mbak. Apa aku tidak salah dengar? Yang pelakor siapa ya? Bukannya Mbak yang rebut suami saya? Kenapa saya yang di tuduh pelakor, Mbak?" ujarku geleng-geleng kepala salut.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2