Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)

Love Is Hurt (Poligami Pernikahan)
Season 3. Hari bahagia


__ADS_3

Andai ada keajaiban, akan kuukirkan. Namamu di atas bintang-bintang, angkasa. Agar semua tahu, kau berarti untukku. Selama-lamanya kamu milikku.


#NattaReza, Kekasih Impian.


Nara POV.


Aku menatap pantulan diriku di depan cermin, gaun mahal dan indah ini melekat dengan sempurna di tubuh ramping ku. Senyumku menggembang. Hari ini adalah hari yang telah ku nantikan sejak lama. Hari yang akan menjadi sejarah perjalanan cintaku.


Kadang aku masih tak percaya jika saat ini kembali menikah dengan lelaki yang sama, Mas Bintang. Mantan suamiku. Kami pernah terpisah dan menjalani kehidupan masing-masing, kini Tuhan persatukan kembali.


Rasanya lucu, sudah sah-sah bercerai dan saling membenci dan meninggalkan. Lalu kini kembali lagi bersama dalam ikatan pernikahan yang sama. Mas Bintang mantan suamiku dan akan menjadi calonku lalu menjadi suamiku. Entahlah, aku merasa semua tak nyata tetapi inilah yang aku rasakan saat ini. Aku terbayang-bayang hidup dalam tekanan ketika bersama Kak Rimba dan sekarang, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk hidup bahagia bersama suamiku.


"Kakak cantik banget!" puji Tata.


"Iya, Kak. Cantik banget." Naro ikut menimpali. Saat ini kami sedang berada di ruangan rias.


"Tidak salah Mas Bintang pilih Kakak jadi istrinya," celetuk Shaka, sambil mengedipkan matanya jahil.


Ketiga adikku adalah orang-orang yang paling berjasa dalam kehidupanku. Mereka selalu mendukung dalam keadaan apapun. Tanpa mereka aku tidak akan bisa mencapai bahagia. Semoga dan semoga inilah perjalanan cinta terakhirku.


Aku terkekeh mendengar pujian mereka bertiga. Aku juga tak menyangka jika aku akan secantik ini. Ini jauh berbeda. Bahkan aku sendiri hampir tak mengenal diriku.


"Semoga kamu bahagia ya, Nak. Mama bahagia kalau kamu bahagia." Mama memberikan pelukan hangat padaku.


"Terima kasih, Ma. Terima kasih sudah mendukung Nara dan menemani Naram Nara sayang sama Mamaa." Aku membalas pelukan Mama.


"Ya sudah ayo. Mereka sudah menunggu," ajak Naro mengulurkan tangannya yang akan menggandengku.


Pernikahan kami diselenggarakan di rumah mewah Mas Bintang, rumah yang dulu dia beli untuk hadiah pernikahan kami. Rumah ini pernah menjadi saksi keretakan rumah tangga kami dan rumah ini akan menjadi saksi penyatuan kamu. Jauh-jauh hari Mas Bintang sudah menyiapkan masa depan untuk kami berdua. Agar kelak hidup kami terjamin.


Aku berjalan di atas karpet merah ini dengan gaun panjang serta sebuket bunga di tanganku. Rambut panjang menjuntai dan tergerai dengan indah.


Bisa di katakan ini pernikahan Kudus karena kami belum saling menyentuh satu sama lain yang melewati batas.


Naro dan Shaka mengiringiku menuju altar. Andai Papa masih ada pasti dia akan sangat bahagia melihat putri cantiknya bersanding dengan lelaki yang dia cintai dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Bidikan kamera mengiringi langkahku. Di atas altar tampak Mas Bintang dan seorang Pendeta tengah menunggu kedatangan ku. Mataku berkaca-kaca. Ini adalah pernikahan yang akan aku kenang hingga nanti. Dulu pernikahan pertama kami tak berkesan karena tanpa cinta tetapi sekarang kami menikah karena saling mencintai.


Mas Bintang tampak tersenyum menunggu kedatangan ku. Ini bukan pernikahan pertama kami tapi ini adalah pernikahan terakhir untuk kami berdua. Kami sama-sama terluka. Kami sama-sama pernah kehilangan seseorang. Semoga kami pun belajar untuk saling menerima satu sama lain dan sama-sama takut kehilangan. Dan kami sama-sama saling menemukan walau pernah saling menghilang.


"Mas, Naro serahkan Kak Nara sama Mas. Buat dia bahagia. Jangan pernah menyakiti hati dan perasaannya. Jika suatu saat kamu sudah bosan dengannya kembalikan dia pada Naro. Naro sangat menyayanginya." Mataku berkaca-kaca mendengar ucapan Naro. Harusnya yang berbicara begitu Papa tetapi karena Papa sudah tidak ada jadi di wakilkan oleh adikku.


"Shaka juga serahkan Kak Nara sama Mas," ucap Shaka juga.


"Baik, Naro. Baik, Shaka. Mas akan membahagiakan Kak Nara dengan seluruh jiwa dan raga Mas," jawab Mas Bintang tegas dan lantang.


Mas Bintang menyambut tangan ku dengan lembut. Terlihat bahwa dia benar-benar tengah berbahagia.


Ps : Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya.


Ps : Saudara Bintang Langit Angkasa, maukah saudara menikah dengan Anara Putri yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Bintang : Ya, saya mau


Ps : Saudari Anara Putri maukah saudara menikah dengan Bintang Langit Angkasa, yang hadir di sini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Ps : Silahkan untuk mengucapkan janji suci.


Bintang : Saya Bintang Langit Angkasa menerima engkau Anara Putri menjadi istriku dan setia selalu baik dalam suka maupun duka, dalam susah mau pun senang, dalam sakit maupun sehat. Saya akan mencintai dan menjaga engkau dengan segenap hati dan jiwa saya berjanji dihadapan Tuhan, amin.


Nara : Saya Anara Putri menerima engkau Bintang Langit Angkasa menjadi suamiku dan setia selalu baik dalam suka maupun duka, dalam susah mau pun senang, dalam sakit maupun sehat. Saya akan mencintai dan menjaga engkau dengan segenap hati dan jiwa saya berjanji dihadapan Tuhan, amin," ucapku.


Ps : Selanjutnya pemasangan cincin (Galaksi dan Tata datang membawa nampan berisi satu kotak beludru berwarna merah)


Ps: Cincin ini bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bahwa saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir.


Ps : Silahkan mempelai pria untuk memasangkan cincin (Mas Bintang mengambil cincin itu dari tangan Galaksi)


Bintang : Anara Putri cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Mas Bintang memasangkan cincin itu ke jari manis ku)


Ps : Silahkan mempelai wanita untuk memasangkan cincin (Tata menyerahkan satu cincin padaku)

__ADS_1


Nara : Bintang Langit Angkasa, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Aku memasangkan cincin itu ke jari manis Mas Bintang).


Ps : Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.


Mas Bintang mengecup keningku dengan sayang. Aku meresapi ciuman hangat itu. Semoga aku bahagia kali ini.


'Terima kasih Tuhan. Jadikan aku istri yang berbakti pada suami dan anak-anakku kelak.'


"Selamat kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Ingat jangan ada kata pisah lagi kalian sudah berjanji di hadapan Tuhan dan para saksi. Semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian. Jadilah keluarga yang berpondasi pada kebenaran firman Tuhan," ucap sang Pendeta menasihati kami.


Aku dan Mas Bintang terkekeh karena Pendeta ini pernah mentasbihkan pernikahan pertama kami. Dia sedikit terkejut ketika kami katekisasi kedua kalinya.


"Terima kasih, Pak Pendeta."


Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Sebenarnya aku meminta Mas Bintang agar acaranya sederhana saja dan tidak perlu mewah. Tetapi Mas Bintang malah ingin acara ini mewah, kata nya ini adalah moment sekali seumur hidup. Anggap saja membayar pernikahan pertama kami yang tidak terlalu mewah.


Para tamu undangan berdatangan. Entah berapa ribu undangan yang tersebar. Terlihat banyak para abdi Negara teman Naro, Galaksi, Shaka serta rekan kerja Mas Bintang dan kolega bisnis Daddy.


"Bintang. Nra. Selamat yaa." Mama memeluk kami berdua secara bergantian.


"Terima kasih, Ma," jawab kami berdua bersamaan.


"Son, selamat." Daddy juga memberikan pelukan hangat nya pada Mas Bintang


"Terima kasih, Dad," balas Mas Bintang.


"Nara."


"Ayah." Aku mengecup punggung tangan lelaki yang sudah ku anggap seperti ayahku sendiri.


"Semoga bahagia ya. Ayah titip Bintang sama kamu," pesan Ayah.


"Iya, Yah. Makasih," sahut ku dengan mataku berkaca-kaca.


Ayah tersenyum. Pria paruh baya ini memang selalu baik padaku. Dari pertama aku masuk kedalam kehidupan Mas Bintang Ayah selalu mensupport aku dan hingga aku sah menjadi istri Mas Bintang untuk kedua kalinya

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2