
Naro POV.
"Hah?"
Tiba-tiba Dean masuk ke dalam ruanganku. Akh merenggut kesal, sahabatku yang satu ini memang seperti jalangkung, datang tak di undang, pulang tak di antar.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanyaku ketus sambil sibuk dengan stut keyboard laptop yang ada di depanku.
"Ciee pengantin baru! Lagi bahagia ya?" goda Dean mengedipkan matanya jahil.
Aku tak menanggapi. Sahabatku ini memang suka sekali menggoda dan membuatku kesal dengan ucapannya yang kadang tak masuk akal. Tetapi dengan begitu, Dean adalah sahabat sekaligus saudara yang sering berbagai cerita dalam suka dan duka. Hobby nya adalah mematahkan hati perempuan. Dia playboy kelas kakap yang suka bergonta-ganti pasangan. Menghabiskan malam panasnya bersama para wanita bayaran. Mau di tegur dengan bahasa planet saja dia tidak akan mendengar sama sekali.
"Sherly ke mana?" tanya Dean.
Aku langsung melihat kearah Depan. Ada apa dia bertanya tentang Sherly?
"Dih, tidak perlu mencurigai aku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan pacarmu itu," sarkas Dean yang memutar bola matanya malas.
Dean memang salah satu orang yang tahu tentang hubunganku dan Sherly karena aku sering berbagai masalah dengannya. Walau kadang menyebalkan dan membuat darahku naik tetapi dia sahabat terbaik yang selalu mensupport dalam segala hal.
__ADS_1
"Lalu?"
"Benaran Sherly pemotretan di Jakarta?" tanya Dean memincingkan mata curiga padaku.
"Iya, kenapa?" tanyaku balik.
Dean tertawa lebar, sebenarnya apa yang di tertawakan oleh sahabatku ini? Apa yang lucu dari jawabanku?
"Ada yang lucu?" tanyaku kesal. Lama-lama aku bisa mengomel lagi kalau terus di goda oleh Dean.
"Hem, ayolah Naro. Jangan bodoh kamu tidak tahu siapa Sherly sebenarnya," ucap Dean.
"Maksudmu?"
"Jangan ngadi-ngadi," sergahku dengan cepat.
"Kalau tidak percaya lihat saja sendiri."
Aku terdiam sejenak. Apa mungkin Sherly membohongiku? Baru saja dia meneleponku bahwa selesai makan siang setelah pemotretan.
__ADS_1
"Sherly tidak mungkin begitu," sangkalku.
"Dih, makanya lihat sendiri kalau tidak percaya. Aku tadi tidak sengaja lewat di cafe dan melihat Sherly sama Kevin."
Aku segera berjalan keluar dari ruanganku dan menuju mobil dengan langkah tergesa-gesa. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku penasaran apakah benar ada Sherly di sana? Kalau memang iya kenapa dia tega membohongi aku?
"Sherly, semoga itu tidak benar. Tolong jangan buat aku patah hati. Kamu wanita pertama yang aku cintai setelah Mama."
Sampai di cafe Kak Nara, aku turun dari mobil. Dari dulu sejak dulu, pengunjung cafe ini selalu banyak memenuhi setiap meja dan kursi. Apalagi kalau sudah jam makan siang, banyak para karyawan yang datang untuk sekedar menikmati menu makanan yang tersedia di cafe ini.
Aku berjalan masuk dengan pelan, mencoba menyapu setiap insan manusia yang ada di cafe tersebut. Suara riuh dan obrolan-obrolan tak terdengar jelas, sebab banyaknya orang di sini membuat aku sedikit bingung mencari objek yang ingin ku lihat.
Hingga tatapanku terhenti saat melihat wanita yang aku cintai duduk bersama seorang pria sambil berpegangan tangan seolah dunia milik mereka berdua.
Aku berjalan pelan dan duduk di belakang wanita itu sambil menutup wajahku dengan buku menu.
"Kamu benar-benar cerdas, Sayang," ucap Kevin.
"Tentu saja," jawab wanita itu. "Setelah menguasai harta Naro, aku akan pergi meninggalkan dia."
__ADS_1
"Maka dari itu kamu harus bisa bujuk dia supaya mau menerima kerja sama denganku!"
Bersambung..