Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 100 Tantangan


__ADS_3

Shena sangat tahu apa yang diinginkan dua orang yang ada dihadapannya ini. Seperti yang sudah dikatakan teman-temannya, saudara sepupu beserta suaminya ini tidak menginginkan Shena dan Leo tinggal di desa kelahirannya sendiri. Apapun alasannya, yang jelas sepupunya ini tidak suka dengan kehadirannya di desa ini.


“Kau tidak bisa mengusirku dari tanah kelahiranku, Ary. Aku pemilik perkebunan ini. Kau tidak berhak membuatku pergi dari sini.” Shena masih bersikap tenang dan terlihat berwibawa.


Kalau orang lain pasti langsung berlari menjambak rambut wanita angkuh yang bernama Aryani itu. Seperti yang dirasakan teman-teman Shena sekarang. Sayang saja mereka tidak bisa ikut campur urusan Shena dengan saudara sepepupunya kerena ini adalah masalah keluarga.


“Kau memang pemilik tanah ini, tapi kau tidak bisa tinggal disini. Karena kau tidak punya surat izin tinggal. Kau hanya boleh datang kemari sebagai tamu yang mengecek perkebunan milikmu. Dan itu tidak lebih dari 3 hari saja.” Aryani tersenyum licik penuh kemenangan.


“Sejak kapan ada aturan aneh dan nyeleneh seperti itu?” tanya Fitri. Teman Shena yang satu itu sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat Aryani membuat aturan seenak jidatnya sendiri.


Shena memberi isyarat pada teman-temannya supaya mereka semua tidak ikut campur. Hal itu karena Shena tidak ingin teman-teman Shena terkena imbas dari keotoriteran sikap Aryani yang sok berkuasa disini. Dan anehnya, para pengawal Leo tidak bergerak ditempatnya. Mereka semua hanya bersikap waspada menatap sepupunya dan juga Rega.


“Tentu saja sejak hari ini, dan itu berlaku khusus untukmu, Shena.” Aryani menatap Shena sambil tersenyum senang.


“Bagaimana dengan kabarmu, kak Rega? Aku dengar kau bebas lebih cepat dari yang seharusnya,” sapa Shena sambil tersenyum ramah. Ia lebih memilih tidak menggubris perkataan sepupunya. Istri Leo itu sengaja ingin memancing emosi Rega.


“Apa maksudmu? Pertanyaan macam apa itu?” seru Aryani mulai tidak terima.


Sepertinya ia tahu kemana arah pembicaraan Shena. Sedangkan yang ditanya hanya diam dan terus saja berpaling menghindar dari tatapan amat Shena. Shena melangkah maju mendekat ke arah Aryani dan membisikkan sesuatu padanya sehingga mata wanita jahat itu terbelalak seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.

__ADS_1


“Aku hanya akan memberikanmu dua pilihan, tidak cari gara-gara denganku dan meluruskan masalah surat kepindahanku dan izin tinggalku kemari, atau ... kumasukkan suamimu kedalam penjara karena menculikku waktu itu. Aku bisa membuka kembali kasus penculikan itu jika aku mau dan akan aku pastikan suamimu itu dihukum berat karena telah berani menyuap jaksa,” bisik Shenadengan penuh nada ancaman.


Wajah Aryani langsung jadi merah padam. Ia bahkan sampai menghunuskan napasnya saking marahnya melihat Shena. “Kau benar-benar licik, Shena.”


“Bagaimana, ya? Aku bukan lagi Shena yang mudah kau tindas seperti dulu. Aku mengalah padamu karena aku masih melihat bibi Egha sebagai adik dari almarhum ayahku. Tapi kau sendiri yang memutuskan hubungan dengan bibi meskipun dalam dunia ini tidak ada yang namanya mantan ibu atau mantan anak. Dan kau ....” Shena menunjuk wajah Aryani dengan jari telunjuknya. “Kau itu tidak pantas menjadi putri bibiku. Kali ini, aku sudah tidak bisa bersikap baik lagi padamu. Akan aku buat kau merasakan penderitaan yang dialami bibi Egha saat kau menelantarkannya. Bahkan kata maafpun tidak akan bisa menghapus perlakukan keji yang kau lakukan padanya.” Mata Shena berubah merah saat berkata seperti itu dan ini pertama kalinya teman-teman Shena melihat Shena semarah itu pada seseorang.


Selama ini, Shena terkenal dengan sikapnya yang lemah lembut dan suka mengalah daripada mencari masalah. Mereka semua tidak menyangka, Shena ternyata bisa bersikap sekeren ini dalam menghadapi si nenek lampir Aryani.


“Wuah, daebak! Shena keren euy!” bisik Vita kepada teman-temannya.


“Hok oh, pantas saja Leo cinta mati sama dia. Lah Shenanya keren gitu? Dia cocok banget jadi istri seorang gengster.” Fitri masih tertegun menatap Shena. Sedangkan Dody, jangan ditanya lagi. Sejak tadi ia tak berkedip melihat Shena.


Tanpa sengaja, sepupu Shena itu melihat selembar brosur yang tak sengaja terbawa angin dan tersangkut disalah satu ranting dedaunan teh disampingnya. Seketika pikiran licik mulai terlintas di kepala Aryani untuk membuat malu Shena. Wanita itu mengambil brosur tersebut dan menyodorkannya pada Shena.


“Apa ini?” tanya Shena sambil mengamati brosur tersebut.


“Bagaimana kalau kita ikut kompetisi itu. Jika kau menang, maka aku tidak akan mengganggu kehidupanu dan meluruskan surat kepindahanmu serta izin tinggalmu. Tapi jika kau kalah, kau harus angkat kaki dari desa ini dan jangan pernah kembali lagi kemari. Dan satu lagi, teman-temanmu yang ada dibelakangmu juga akan aku pecat dari pegawai kelurahan.” Dalam keadaan seperti ini, bisa-bisanya Aryani mengancam balik Shena.


“Huh, kenapa aku harus menuruti permainanmu, kalau kau tidak mau melakukan apa yang aku katakan tadi, aku hanya tinggal lapor polisi dan masalah ini selesai,” tegas Shena.

__ADS_1


“Laporkan, saja! Aku juga akan memecat semua teman-temanmu dan akan aku pastikan mereka tidak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun mereka berada,” ancam Aryani lagi. Ia tidak mau kalah dengan Shena.


Shena terkejut sepupunya itu menggunakan teman-temanya agar ia mau menuruti permainan yang dimainkan si nenek sihir itu. “Kau jauh lebih licik dariku rupanya.” Shena tersenyum sinis.


“Kenapa? Apa kau takut? Kompetisi itu berkelompok, kau bisa mengajak suamimu dan orang-orang bodoh yang ada dibelakangmu itu sebagai timmu. Tapi aku beritahu satu hal, kalau kau bakalan kalah dalam kompetisi ini. Jadi, bersiaplah.” Aryani tersenyum menang dan langsung pergi meninggalkan Shena cs begitu saja.


“Siapa yang kau panggil bodoh, ha? Dasar nenek sihir!” teriak Dody penuh emosi tapi Aryani hanya membalasnya dengan lambaian tangan.


Sementara Shena sendiri, masih sibuk mengamati kompetisi apa saja yang ada di daftar brosur itu. Daftar perlombaan yang ada dibrosur tersebut meliputi, memanah, dance dan wakeboarding yang merupakan salah satu jenis olah raga air. Mata Shena langsung terbelalak karena pendaftaran terakhir akan ditutup besok.


“Apa-apaan si Ary itu? Bisa-bisanya dia memaksaku mengikuti pertandiangan yang diadakan besok? Dasar tidak waras!” umpat Shena kesal.


Istri Leo itu tidak punya pilihan lain, meski ia bisa menyelamatkan teman-temanya dari ancaman sepupunya, tetap saja Shena tidak bisa membiarkan Aryani menang. Shena ingin sepupunya merasakan penderitaan seperti yang dialami bibinya dengan cara mengalahkannya dalam kompetisi ini. Sebab itulah, Shena mengambil keputusan akan mendaftartkan diri untuk ikut lomba hari ini juga.


“Aku juga tidak akan pernah membiarkanmu menang. Lihat saja, akan aku buat kau mati kejang karena kalah.” Shena mereemas-reemas brosur itu.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2