Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 231 Ramalan Takdir


__ADS_3

Leo, Refald, Yeon dan Roy kembali ke kediaman Leo setelah aksi pertempuran yang menegengkan perihal kejadian yang terjadi pada putra sulung Leo sudah terselesaikan dengan baik. Shena yang melihat suami dan putranya pulang dalam keadaan berantakan jadi panik dan juga penasaran tentang apa yang sudah terjadi pada mereka semua.


Shena juga terkejut melihat kedatangan Refald apalagi Yeon ada dalam gendongannya. Jika ada Refald, pasti sesuatu yang buruk telah terjadi tadi dan Shena tidak tahu apa-apa meskipun tak dapat dipungkiri ada kelegaan dihatinya karena semuanya kembali dalam keadaan selamat tanpa mengalami luka sedikitpun.


"Ada apa ini?" tanya Shena was was melihat Yeon dalam gendongan Refald. Istri leo itu menyambut kedatangan semuanya begitu mereka keluar dari pintu mobil dan berjalan pelan ke tangga masuk rumah.


"Akan aku jelaskan nanti, Sayang. Ayo kita masuk dulu." Leo merangkul bahu Shena dan menatap tajam Roy seolah memberitahu sesuatu. Sahabatnya itu langsung mengerti dan berjalan mendekat kedepan Laura yang berdiri disamping Shena.


"Sayang, ayo kita pulang. Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu." Roy menggandeng tangan Laura dan pasangan suami istri itupun pergi dari kediaman Leo.


"Tapi ... ada apa sebenarnya? Kenapa ada kak Refald juga?" Laura juga penasaran sama seperti Shena.


"Nanti kujelaskan dirumah, Rai pasti menunggu kita. Lagipula kita tidak bisa ikut campur urusan Leo dan keluarganya untuk sementara ini." Roy merangkul bahu Laura dan berpamitan pulang pada semuanya. Meski dalam keadaan bingung, tak ada yang bisa dilakukan Laura selain menuruti ucapan suaminya.


Akhirnya Laura dan Roy pamit undur diri. Bersamaan dengan itu, Fey dan Rey datang bertepatan dengan perginya sahabat Leo dan Shena. Rey turun dari mobil dan langsung berlari menyongsong Leo.


"Paman Leooo!" teriak Rey senang. Putra tunggal Refald itu berlari kedalam pelukan Leo yang juga ikut bahagia melihat keponakan kesayangannya datang tiba-tiba.


"Rey! Kau sudah besar sekarang, hm? Bagaimana kabarmu jagoan kecilku!" Leo menggendong Rey dan memutar-mutar tubuhnya. Anak itu tertawa dan mengajak tos Yeon yang masih betah dalam gendongan ayahnya, si raja dedemit.


"Aku baik Paman. Aku sangat senang sewaktu ibu menculikku dan mengajakku datang kemari." Rey beralih menatap Yeon dengan serius. "Hai Yeon, hai Bibi Shena." Rey menyapa seluruh keluarganya.

__ADS_1


"Hai juga Rey. Wah ... kau semakin tampan saja sekarang." Shena mengusap lembut kepala Rey dalam gendongan Leo.


"Tentu saja, Bibi ... aku kan mirip paman Leo!" aku Rey tanpa peduli bahwa ayah kandungnya yang berdiri disebelah Leo sedang melirik tajam padanya.


"Harusnya kita tukar saja Yeon dengan Rey dulu. Bagaimana bisa anak bengal ini mengaku mirip dirimu padahal jelas-jelas dia mirip aku!" Protes Refald pada Leo. Ia menurunkan tubuh mungil Yeon.


"Paman tak perlu khawatir jika kak Rey mengaku mirip ayah. Aku akan mengaku mirip dirimu Paman. Aku senang paman datang, tapi aku juga sangat senang bertemu dengan saudaraku yang lain." Yeon tersenyum pada Rey.


Keduanya saling tos lagi. Yeon langsung mengajak kakak sepupunya itu berjalan masuk ke dalam kamarnya meninggalkan para orang tua mereka.


"Bimasakti! Lihat siapa yang datang!" Teriak Yeon dari dalam memanggil adiknya.


Tentu saja Bima sakti samat senang dengan kedatangan Rey kali ini. Ketiga jagoan kecil itu saling tertawa karena bisa berkumpul bersama lagi.


Sedangkan Fey dan Shena saling berpelukan untuk melepaskan rindu masing-masing. Sudah lama juga mereka tak berkumpul bersama seperti ini. Keduanya saling berbincang-bincang dan saling berbagi cerita satu sama lain.


Leo meminta Refald dan Fey untuk tinggal di sini sampai festival tahunan disekolah Yeon dan Bima diadakan dua hari lagi. Tak lupa Leo juga menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Yeon hari ini pada Shena hingga membuat Refald dan keluarganya datang kemari.


Awalnya Shena terkejut bukan kepalang mendengar penjelasan singkat suaminya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa guru BK Yeon yang sangat dihormatinya, ternyata tega berbuat seperti itu pada putranya. Benar-benar tidak bisa dimaafkan.


"Beraninya dia!" geram Shena yang berubah ekspresi dari terkejut menjadi marah. "Akan kubunuh orang itu! Mukanya saja sok baik, ternyata dia adalah iblis!" umpat Shena tanpa ragu.

__ADS_1


"Tenanglah Sayang, jangan marah begitu. Kau jadi semakin cantik bila marah." Leo malah merayu Shena saat keempatnya sedang berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah ini.


"Bagaimana aku bisa tenang Sayang. Nyawa putraku dalam bahaya ditangan gurunya sendiri. Aku harus membunuhnya. Akan aku lakukan apapun untuk membuat orang itu mati sehingga tak bisa menyakiti ankku lagi." Shena benar-benar naik pitam dan tak terima anaknya hampir saja celaka.


Entah Shena sadar atau tidak, ia sudah mirip seperti Leo. Sebab itulah ia memang pantas menjadi istri seorang gengster. Shena kalau marah bisa seram juga.


"Aku juga sama sepertimu Sayang. Marah, benci dan rasanya ingin memotong-motong bagian tubuh guru BK itu. Tapi ... jika kita membunuhnya sekarang, ia akan mati dan dikenang sebagai orang baik yang teraniaya oleh kita. Nama baik kita bisa tercemar dan itu tidak bagus untuk keluarga kita. Aku tidak mau itu terjadi, aku tak ingin orang itu mati meninggalkan nama baik di hati orang-orang sini. Kalaupun dia mati, orang-orang harus mengenalnya sebagai sampah masyarakat yang tak layak hidup di dunia ini." Leo menyeringai penuh makna.


"Apa rencanamu?" tanya Shena mulai tenang mendengar ucapan Leo yang sedikit terdengar menakutkan itu. Leopun menjelaskan apa yang ia rencanakan untuk pembalasan atas apa yang sudah dilakukan guru BK Yeon terhadap putranya.


Melihat hal itu, Fey dan Refald hanya diam menyimak saja. "Apa kau sudah tahu rencana Leo itu? Bukankah ...." Fey tak sanggup meneruskan kalimatnya dan lebih memilih menatap Refald yang ekspresinya terlihat menakutkan.


"Ini takdir mereka Honey. Sekeras apapun kita menghalangi takdir itu. Leo dan Shena, tak bisa lari dari takdirnya. Hanya tinggal tunggu waktu saja. Cinta mereka tetap kuat dan abadi selamanya. Sama seperti kita berdua. Sekali lagi, takdir akan mempermainkan mereka sebagaimana kita dulu sebelum kita hidup bahagia seperti sekarang."


"Tapi ... Yeon, Bima dan Lea ..."


"Mereka anak-anak yang sangat kuat jauh dari apa yang kita kira." Refald memotong kata-kata istrinya. "Kita akan menjaga mereka dengan baik karena itu adalah tugas mereka." Refald membelai lembut pipi istrinya dan menatap tajam Leo dan Shena yang saling bergandengan tangan.


"Apa Leo tahu?" tanya Fey was was.


"Mereka tidak boleh tahu. Cukup kita dan sang pencipta saja yang tahu." Refald mengecup mesra kening Fey untuk mengurangi ketegangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2