Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 48 Paman


__ADS_3

Semua mata memandang kearah pemilik suara bariton yang kini sedang berjalan mendekat ke tempat Leo dan Shena berdiri. Tidak ada yang tidak mengenal pria betubuh tinggi tegap dengan wajah blasteran ala Indo-Jerman itu. Pria tinggi tersebut adalah tamu penting dalam acara ini mengingat ia adalah salah satu anggoda dari badan inteligen terkemuka di Amerika yang juga memiliki jabatan penting dalam organisasinya. Suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah kota daerah ini karena kedatangan tamu penting dari negeri paman Sam.


“Maafkan kami karena telah membuat keributan disini, Sir.” Salah satu pejabat kota itu mencoba mejelaskan apa yang sedang terjadi versi dirinya sendiri. “Alasan kenapa tadi saya datang terlambat dalam pertemuan penting tadi, karena anak ingusan ini telah berani menghalangi jalan saya. Tidak disangka ia masih punya nyali datang kemari dan malah berbaur dengan kita. Sungguh anak muda zaman sekarang memang tidak tahu diri. Bukannya minta maaf, malah berdiri bengong disini.”


Shena benar-benar geram melihat pejabat sombong itu. Pria tua itu tidak tahu siapa orang yang diajak bicara dengannya. Kalau saja ia tahu, Shena yakin, si tua bangka itu tidak akan berani lagi menegakkan kepalanya didepan Leo, apalagi sampai tertawa seperti itu tanpa dosa.


Sedangkan Leo, masih santai saja menatap apa yang dikatakan pejabat kota itu tentangnya dihadapan utusan penting dari negeri paman Sam itu. Bahkan Leo sempat mengambil gelas berisi wine dari pelayan yang melintas disebelahnya lalu meminumnya hanya dengan sekali teguk sambil terus tersenyum sinis.


Pria berbadan tinggi tegap itu menyimak dengan seksama penjelasan dari salah satu pejabat kota tersebut. Setelah selesai, ia beralih menatap Leo yang sejak tadi diam berdiri bersama Shena. Shena yang mengenal siapa orang besar itu hanya tersenyum manis melihat tingkah laku orang yang sedang cari muka dengan cara menjelek-jelekkan suaminya.


“Dasar tua-tua keladi, makin tua makin jadi, habislah riwayatmu kali ini,” gumam Shena diiringi seringai kecil dari suaminya.


“Kenapa kau marah, Sayang?” bisik Leo mesra ditelinga Shena.


“Bagaimana aku tidak marah, Leo. Kakek peot itu terus saja menjelekkanmu!” umpat Shena kesal.


“Jangan membuatku menciummu disini. Nikmati saja pertunjukannya, oke Sayang.” Leo mengedipkan salah satu matanya pada Shena supaya istrinya itu tidak kesal lagi.


“Benarkah apa yang dikatakan Bapak ini, Leo? Kau menghalangi langkahnya?” tanya pria tinggi tegap itu yang tidak lain adalah paman Leo sendiri alias ayah dari kakanya, Refald.


Leo hendak menjawab tapi pejabat tinggi itu menyahut lebih dulu.


“Ba-bagaimana anda bisa tahu nama anak ingusan ini, Sir?” tanya pajabat kota itu mulai gugup. Ia terus saja menatap Leo dan pria tinggi besar itu secara bergantian.


"Kenapa? Apa anda tidak tahu siapa dia?" tanya paman Leo.


"Saya baru pertama kali ini melihatnya, Sir."

__ADS_1


"Ehm, begitu. Leo, apa benar apa yang dikatakan orang ini?" tanya ayah Refald pada Leo.


“Apa yang dikatakan orang ini benar, Paman. Aku sengaja menghalangi jalan rombongannya ketika mereka semua hendak datang kemari.” Sekarang ganti giliran Leo yang menjelaskan dan semakin terkejutlah semua orang yang hadir di pesta ini mendengar Leo memanggil utusan penting dari negeri paman Sam dengan sebutan ‘Paman’.


Seluruh awak mediapun yang turut diundang dalam pesta ini tak mau membuang kesempatan. Mereka langsung berlomba-lomba mengabadikan moment pertemuan Leo dengan pamannya yang ternyata adalah orang berpengaruh di negera adi kuasa itu.


“Hah? Paman?” mata semua orang yang mengelilingi mereka langsung melotot bersamaan.


“Hei nak, kau jangan bercanda? Beraninya kau memanggil Letnan ini Paman, ha?” bentak pejabat kota itu.


Rupanya dari sekian banyak orang yang tercengang dengan momen ini, masih ada saja yang tidak percaya bahwa Leo dan orang yang berpangkat Letnat itu ternyata satu keluarga. Semua orang jadi mulai bergunjing satu sama lain dan mempertanyakan kebenaran dari maksud kata-kata Leo.


“Dia memang keponakanku, Pak walikota. Anak muda ini adalah putra tunggal dari adik iparku, Byon Pyordova. Aku rasa, kau sendiri juga mengenal siapa Byon itu.” Ayah Refald membenarkan pernyataan Leo yang memangilnya dengan sebutan ‘paman’.


“Apa?” semua orang kembali heboh lagi. “Tidak mungkin.” Para pejabat kota jadi shock mengetahui siapa anak muda yang tadi mereka hina.


“Anak muda tidak tahu diri dan berani menghalangi jalanmu sehingga sampai telat datang kemari adalah Leopard Bay Pyordova. Sedangkan wanita yang ada disampingnya itu adalah istrinya, putri tunggal pemilik perkebunan teh terluas di pulau Jawa, yaitu Shena Narendra Bonscha. Kalian juga pernah mendengar nama itu, kan?”ayah Refald melanjutkan penjelasannya.


“Apa? Gadis itu ... cucu dari tuan Bonscha?” pekik salah satu petinggi kota yang sepertinya mengenali kakek Shena.


Semua pejabat itu terhuyung mundur menjauh dari Shena dan Leo dengan mulut menganga lebar antara percaya dan tidak percaya menatap dua anak muda mudi yang ada dihadapan mereka. Ternyata, mereka berdua bukanlah anak-anak dari kalangan biasa. Melainkan merupakan keturuanan dari orang ternama dan berkelas. Ini sungguh diluar dugaan mereka. Orang-orang sombong itu sampai tidak bisa berkata-kata lagi dan langsung merasa ciut tak berani menatap wajah Leo dan Shena.


“Ayolah, ada apa dengan kalian? Kenapa menunduk begitu? Apa wajahku kurang tampan?” goda Leo.


Tentu saja tidak ada yang berani menyahuti lagi kata-kata Leo. Padahal sebelumnya, mereka bahkan berani membentak Leo dengan kasar dihadapan publik. Kini mereka sudah tida bisa berkutik lagi.


“Hei kau, Pak walikota!” giliran Leo yang membentak. “Kenapa kau tidak jalaskan juga pada pamanku alasanku menghadang jalanmu? Apa perlu aku sendiri yang menjelaskannya? Sepertinya disini ada banyak sekali awak media loh, sekali aku buka mulut maka reputasimu sebagai walikota aka hancur berkeping-keping.” Nada suara Leo terdengar mantap dan sangat mengena dihati. Semua orang benar-benar tidak berani mengangkat wajahnya lagi dihadapan Leo dan Shena serta di depan ayah Refald alias Letnan Dilagara.

__ADS_1


“Memangnya apa yang terjadi? Kenapa kau menghalangi jalan walikota ini?” tanya ayah Refald penasaran. Yang ia tahu, keponakannya ini tidak akan bikin onar tanpa sebab.


“Karena paman sudah bertanya, maka aku terpaksa harus menjelaskannya.” Leo beralih menatap pejabat kota yang masih diam menunduk sambil mengepalkan kedua tangannya. Tidak ada lagi bahasa sopan santun dari Leo untuk manusia sombong seperti walikota ini karena telah berani meremehkannya. “Kau tidak keberatan, kan pak Tua?” tanya Leo tersenyum sinis.


Pejabat kota itu hanya diam dan terus saja mengeluarkan keringat dingin. Saat ini memang ada banyak sekali awak media yang sedang meliput berita acara dalam pertemuan penting antar negara. Tadinya, pejabat kota ini bermaskud ingin mempermalukan Leo dan istrinya di depan umum karena telah berani macam-macam padanya, tapi ternyata situasinya malah berbalik menyerangnya. Kali ini ia sendiri yang dipermalukan oleh bocah yang ternyata adalah putra dari seorang mantan mafia sekaligus pengusaha terkenal di seluruh dunia. Runtuh sudah kesombongan walikota karena sudah terlalu sering menyalahgunakan kekuasannya untuk kepentingan peribadinya sendiri.


Tak butuh waktu lama, pemberitaan di berbagai medsos langsung heboh dengan permintaan seluruh masyarakat agar walikota segera mengundurkan diri dari jabatannnya atas skandal yang sudah dibongkar Leo secara real live streaming malam ini.


Mereka semua tidak menyangka hanya karena Leo membantu wanita yang hendak melahirkan dengan menghalangi jalan walikota, ternyata malah bikin geram sang walikota tersebut.


“Saya sangat kecewa dengan anda Pak walikota. Harusnya sebagai abdi negara, anda memberikan contoh yang baik bagi generasi muda penerus bangsa. Tindakan Leo bukanlah tindakan keji yang anda sebut tidak tahu diri. Justru anak muda seperti Leolah yang kita butuhkan agar masyarakat di negara ini menjadi aman, tentram, nyaman dan damai tanpa takut pada orang-orang berkuasa seperti anda. Saran saya, mundurlah dari jabatan ini. Karena posisi walikota, terlalu tinggi untuk manusia rendahan seperti anda yang bisanya hanya menyalahgunakan kekuasaan.


“Saya beri anda waktu 1 x 24 jam, jika sampai batas waktu habis anda masih belum mundur juga, maka saya tidak segan-segan memasukkan data anda dan seluruh keluarga besar anda kedalam daftar hitam negara adi kuasa. Dengan kata lain, selamanya, anda dan semua orang yang berkaitan dengan anda, termasuk orang-orang yang ada disini, tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di negeri adi kuasa lagi. Pikirkan itu baik-baik, saya dengar putra bungsu dan keponakan anda ada yang belajar di sana. Dalam sekejap mereka semua bisa langsung dideportasi dan hak mahasiswa mereka bakal dicabut seketika, yang artinya mimpi merekapun bisa hancur saat itu juga.” Sebuah ancaman yang mematikan dari seorang Letnan Dilagara.


“Wuah, daebak. Tak hanya anaknya yang keren luar biasa, ayah kak Refald juga tak kalah keren.” Shena bertepuk tangan kecil melihat apa yang terjadi dihadapannya, sementara mata elang Leo terus mencari-cari polisi yang tadi sempat ia temui. Sayangnya, orang yang Leo cari sejak tadi tidak memunculkan batang hidungnya.


“Dimana polisi itu?” gumam Leo.


“Kau bicara apa?” tanya Shena.


“Tidak apa-apa Sayang, paman sangat hebat.” Leo memaksakan senyumnya agar Shena tidak ikut khawatir.


BERSAMBUNG


***


__ADS_1


__ADS_2