Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 36 Cara Mafia 2


__ADS_3

Karena semua orang pada heboh, Hakim langsung memerintahkan stafnya untuk memeriksa ruang kendali listrik agar bisa dinyalakan kembali. Dan dalam hitungan menit, listrik pun kembali menyala lagi. Meski suasana sempat dipenuhi kepanikan dan juga tegang akibat insiden mati lampu dadakan, hakim berhasil kembali menenangkan semua orang yang masih berada dalam ruangan ini agar sidang kasus Leo dan Shena bisa dilanjutkan kembali.


“Maaf untuk insiden tak terduga yang terjadi tadi, mengingat listrik sudah kembali menyala, maka kita lanjutkan saja sidang ini. Harap semuanya tenang dan kembali ke posisi semula,” teriak hakim itu dengan lantang seolah sangat bersemangat untuk mengakhiri sidang ini dengan bukti yang pastinya akan membawa Leo berakhir dalam hotel prodeo.


Komputer yang tadinya mati, kembali dinyalakan agar bisa melanjutkan memutar vido CCTV yang diberikan jaksa penuntut. Video tersebut juga diputar di layar LCD sehingga bisa disaksikan oleh banyak orang terutama yang hadir dalam persidangan ini.


Begitu layar LCD itu diputar, Shena mengatupkan kedua tangan diwajahnya karena tak kuasa melihat hal-hal yang tidak ingin ia lihat. Sebab, video itu pasti berisi bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya. Yaitu momen saat Leo menembak mantan menejernya. Walaupun itu hanya gertakan, tetap saja bisa membuktikan bahwa pistol yang Leo gunakan saat itu adalah asli, bukan palsu.


Beberapa detik sudah berlalu setelah pemutaran video CCTV yang diperlihatkan jaksa pada semua orang yang ada disini, tapi ada sesuatu yang ganjal dari reaksi para pemirsa ketika melihat video itu. Mereka semua tertawa dan juga takjub dengan apa yang dilihat dilayar LCD.


Hal itu membuat Shena jadi heran sekaligus bingung, kenapa semua orang malah tertawa? Seingat Shena, tidak ada adegan lucu saat insiden itu terjadi, yang ada malah suasana tegang karena Leo berkali-kali melepaskan pelurunya untuk menakuti mantan menejer Leo.


Karena tidak ingin terlalu lama penasaran, Shena pun memberanikan diri menurunkan kedua tangannya dan betapa terkejutnya ia setelah menyaksikan video yang ada dihadapannya. Video itu bukan berisi tentang adegan Leo menembak menejernya, tetapi adegan itu berisi tentang seseorang yang sedang mandi disebuah kamar mandi pribadi.


Video tersebut memperlihatkan kran air sedang mati dan orang yang ada dalam video itu tidak bisa melanjutkan aksi keramasnya. Alhasil, orang itu penuh dengan busa sabun. Ia terlihat kebingungan dan juga kesal karena tidak bisa membilas tubuhnya dengan air bersih. Untungnya, dalam video itu bagian bawah tubuh orang yang sedang mandi sengaja disensor sehingga bagian intim milik pribadinya tak terlihat dan tentunya aman terkendali karena pedang etalibunnya tak terekspose.


Sekarang Shena mengerti kenapa semua orang tertawa dan takjub saat melihat video itu. Dan yang semakin membaut terkejut adalah, orang dalam video itu, ternyata jaksa penuntut itu sendiri. entah kejadian itu disengaja atau tidak, yang jelas pemeran pria dalam video itu adalah jaksa penuntut dalam sidang kasus ini.


“Ada apa ini? Kenapa videonya jadi berubah pornoaksi begini?” tanya salah satu staf yang memutar video itu.


Semua staf teknisi berusaha menguasai diri dan buru-buru mematikan video tersebut agar tak dilihat banyak orang lagi. Namun sayangnya, semua orang sudah melihat termasuk Shena dan Leo.


Wajah Leo hanya tersenyum datar menyaksikan video yang menghebohkan itu. Sedangkan Shena, mulutnya tak bisa mengatup lagi saking terkejutnya. Ia menatap wajah suaminya dan Leo membalas tatapan mata Shena dengan mengedipkan salah satu matanya sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Daebak, dasar si Leo benar-benar nggak ada akhlak! Bisa-bisanya dia melakukan itu pada jaksa, gila! Batin Shena yang entah kenapa jadi terpesona melihat Leo yang terus saja menggodanya.


Tak bisa digambarkan betapa shocknya jaksa tersebut melihat dirinya sendiri ada dalam video yang tak pantas diperlihatkan itu. Beberapa orang jadi heboh dan mulai bergunjing ria, alih-alih mendapat hujatan, orang-orang yang sebagian besar terdiri dari kaum hawa emak-emak itu malah memuji betapa seksinya jaksa penuntut itu ketika tidak memakai baju.


“Wah, ternyata dia seksi sekali kalau tidak pakai baju,” ujar salah satu emak-emak yang duduk di deretan bangku depan.


“Iya benar, sayang aja ia membela orang yang jahat. Coba kalau membela orang yang benar, pasti aku mau jadi istrinya.” Emak-emak itu, matanya berbinar-binar menatap jaksa yang belum sadar dari shocknya.


“Yeee ... ingat umur dong, masih mendingan aku, si janda kembang yang lebih pantas jadi istrinya,” aku seorang emak-emak yang lainnya.


“Apaan? Yang lebih pantas jadi istrinya itu aku,” sanggah yang lain pula. Suasan jadi hingarbingar lantaran para emak-emak ini memperebutkan diri siapakah yang lebih pantas menjadiistri jaksa.


“Oey, kalian semua? Kalian rebutan jaksa itu, memangnya dia mau sama kalian?” tanya salah satu emak-emak yang duduk dibelakang. Daritadi ia risih mendengar perdebatan para emak-emak ini.


“Harap tenang saudara-saudara!” teriak hakim itu tetapi semua orang masih saja heboh membicarakan betapa seksinya tubuh jaksa penuntut saat mandi.


Kejadian ini, tentu saja merupakan aib yang memalukan bagi seorang jaksa. Begitu sadar dari rasa shocknya, ia mengambil flashdisk yang ia tancapkan untuk mengamati apakah itu flashdisk yang sama atau bukan.


“A-apa ... yang terjadi? Siapa yang merekamku saat mandi?” gumam jaksa penuntut itu pada dirinya sendiri. Ia masih belum percaya dengan situasi yang terjadi saat ini. Ini sungguh memalukan. Benar-benar memalukan.


Sementara Elise juga tak bisa berkata-kata. Ia menduga pasti ada kesalahan disini. Tidak mungkin video itu menghilang dan berganti dengan video tak senonoh milik jaksa penuntutnya. Pasti ada yang menggantinya. Dan siapa lagi kalau bukan Leo. gadis itu menatap tajam Leo yang menyeringai sinis padanya. Seolah membenarkan dugaannya.


Tanpa ada yang menyadari, insiden lampu mati memang merupakan kesempatan terbaik untuk menukar flashdisk yang diberikan jaksa penuntut itu dengan flashdisk yang sudah Leo siapkan jauh-jauh hari dengan menyuruh orang bayaran yang ahli dibidangnya. Begitu orang tersebut selesai menukar flashdisk tersebut, ia pun ikut berhamburan keluar ruangan dan membuang flashdisk asli milik jaksa penuntut tersebut. Dengan kata lain, bukti yang digunakan untuk menjatuhkan Leo telah raib, lenyap, hilang tanpa jejak. Musuh tidak bisa berkutik lagi sekarang karena buktinya telah hilang.

__ADS_1


“Jelaskan pada kami, apa maksud dari video ini, pak Jaksa?” tanya hakim yang jadi ikutan kesal karena prediksi menjebloskan Leo ke penjara telah salah.


“Saya sendiri juga tidak mengerti yang mulia, saya tidak tahu bagaimana bisa ada rekaman video ketika saya mandi. Saya sungguh tidak tahu.” Jaksa penuntut itu terus menatap Leo, ia curiga pasti Leolah yang melakukan semua ini.


“Yang mulia!” ujar salah satu emak-emak yang ada dibangku belakang. “Izinkan saya bertanya satu hal mewakili semua orang yang ada dalam ruang sidang ini supaya mereka tidak mati penasaran sampai nanti.”


Hakim itu mengerutkan dahi mendengar penyataan emak-emak tersebut. “Silahkan!” jawabnya karena juga penasaran pertanyaan apa yang akan diajukan oleh wanita paruh baya itu.


“Terimakasih yang mulia. Pertanyaan saya adalah, apa yang dilakukan pak jaksa penuntut setelah menyadari airnya mati? Bukankah tadi seluruh bagian tubuhnya dipenuhi dengan busa sabun? Bagaimana pak jaksa menghilangkan busa-busa itu? Kami sungguh penasaran, tidak mungkin pak Jaksa keluar dari kamar mandi dengan tubuh penuh busa dan langsung memakai pakaian kerja tanpa dibilas?” tanya emak-emak itu dengan lantang. Sedangkan yang ditanya langsung naik pitam.


“Pertanyaan macam apa, itu? Itu tidak pantas dipertanyakan dalam sidang ini. Pertanyaan itu sudah sangat melenceng dari kasus yang disidangkan sekarang,” hardik jaksa itu mulai emosi.


Wajahnya jadi merah padam karena malu jika harus menjawab pertanyaan yang diajukan. Ingin rasanya ia keluar dari sini dan berlari masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintu rapat-rapat. Hancur sudah reputasinya sebagai jaksa penuntut handal di dunia hukum dengan isnsiden memalukan ini.


Cara mafia yang digunakan Leo, ternyata lebih menghancurkan daripada menggunakan kekerasan. Leo memainkan sidang kasusnya dengan penuh trik dan intrik, ia selalu bisa memprediksi tindakan seperti apa yang bakal dilakukan musuhnya. Leo, tidak bisa ditebak dan juga tak ada yang bisa menjatukan Leo begitu saja. Bila ia diserang, maka Leo akan membalas seribu kali serangan itu dengan caranya sendiri sehingga musuh tidak bisa berkutik lagi.


Kali ini, habislah kalian semua. Ini masih belum seberapa. Masih banyak kejutan lain lagi yang menanti kalian. Itulah balasan karena sudah berani mengusikku! Batin Leo.


BERSAMBUNG


***


Bagi yang sudah di grubku chat menulisku ... jangan lupa nanti malam jam 08.00 ada kuis Playboy Jatuh Cinta 2. Ikutan yuk, lumayan dapat reward pulsa dari aku sebagai ungkapan terimakasih atas dukungan kalian semua. pokoknya love you all.

__ADS_1



__ADS_2