Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 37 Cara Mafia 3


__ADS_3

Jaksa penuntut itu sudah kehilangan muka di depan semua orang yang sudah menyaksikan video tentang dirinya saat sedang mandi. Entah siapa yang melakukannya yang jelas, apa yang dilakukan orang itu sudah mencoreng nama baiknya.


Aku pasti akan membalas siapapun yang sudah berani membuatku malu! Batin jaksa itu sambil terus menatap wajah Leo.


Sedangkan yang ditatap hanya senyam-senyum saja tanpa merasa berdosa sedikitpun. Sesekali Leo malah bertindak konyol dengan gaya sok kerennya memberikan kissbye pada istri tercintanya, yang duduk di sebelah pengacara Abas tak jauh dari kursi Leo saat ini. Shena yang melihat perangai suaminnya itu hanya bisa melongo saja.


Apa Leo sedang kerasukan setan nggak waras? Bisa-bisanya dia seperti itu? batin Shena sambil terus mengusap perutnya.


“Bagaimana Jaksa?” tanya hakim membuyarkan lamunan Shena.


“Maaf, Yang mulia. Saya kehilangan video aslinya, bukan video ini yang saya maksudkan.”


“Yang mulia! Saya masih belum mendapat jawaban dari pertanyaan saya?” teriak emak-emak yang mengajukan pertanyan seputar video jaksa ketika sedang mandi.


“Pertanyaan itu sangat melenceng dari topik persidangan ini, Nyonya. Saya tidak harus menjawabnya!” ujar jaksa tersebut dengan nada tinggi.


“Kalau begitu? Kenapa anda memutar sebuah video yang melenceng juga dari kasus persidangan ini seolah anda sengaja memojokkan tuan muda Leo? Kami yakin ini hanya akal bulus anda untuk menjatuhkan tuan muda Leo beserta istrinya dengan mengaku-ngaku memiliki bukti yang menandakan bahwa tuan muda bersalah.” Kata-kata wanita paruh baya itu masuk akal juga. Jaksa dan hakim pun jadi tak bsia berkata-kata.


“Wuah, daebak. Siapa emak-emak itu?” bisik Shena pada pengacara Abas.


“Mereka adalah kumpulan emak-emak fans fanatik suami anda, Nyonya. Mereka datang kemari untuk mendukung anda berdua,” terang pengacara muda itu sambil terus memeriksa berkas yang ia pegang.


“Hah, aku baru tahu, suamiku populer juga dikalangan emak-emak.”


“Tuan muda Leo, memang populer dimana-mana, Nyonya. Dan satu-satunya yang bisa menakhlukkan dia hanyalah anda seorang. Tuan muda sudah menyiapkan semua ini untuk melindungi anda dari gangguan orang-orang jahat. Sebaiknya kita bersiap karena jaksa itu akan terus menyerang tuan muda Leo.”

__ADS_1


Shena merasa terharu mendengar ucapan pengacaranya. Gadis itu menatap wajah tampan suaminya yang juga meliriknya dengan lirikan cinta yang menggoda. Siapapun bakal kelepek-kelepek dilirik Leo seperti itu.


Apa yang dikatakan pengacara Abas memang benar. Jaksa itu tak berhenti menyerahkan bukti-bukti lain untuk menjatuhkan suaminya.


“Kami masih punya saksi kunci yang mulia ....” ujar jaksa itu mengeluarkan serangan terakhirnya. “Saksi inilah yang melihat langsung bahwa tuan muda Leo menembak seseorang dengan menggunakan pistol asli. Izinkan saya, memanggil saksi-saksi tersebut.”


“Silahkan!” hakim mempersilahkan jaksa memanggil saksi-saksinya.


Walau Leo sudah berhasil membuat malu jaksa, sepertinya sang jaksa seksi itu tak mau menyerah begitu saja. Ada banyak jalan menuju roma, itulah pepatah yang dia anut untuk menjatuhkan seorang tuan muda sombong nan arogan seperti Leo.


Rupanya, jaksa itu masih belum kapok juga. Sekuat apapun senjata yang dikeluarkan jaksa itu untuk menyerang Leo, tetap saja tidak akan pernah bisa menjatuhkan si gengster nggak ada akhlak dengan mudah. Untuk itu, Leo sudah menyiapkan segalanya agar bisa mengacaukan ruang sidang.


Satu persatu saksi pun dipanggil kedepan dan duduk di kursi saksi. Jaksa penuntut mengajukan pertanyaan terlebih dulu, setelah itu baru giliran pembela yang mengajukan pertanyaan bila ada.


Saksi pertama adalah cleaning service hotel milik Leo yang sekaligus menjadi tempat kerja saksi tersebut. Bapak-bapak paruh baya itu agak tegang saat disuruh menjadi saksi. Kerena usianya sudah tak lagi muda, ia pun jadi lupa-lupa ingat tentang kejadian beberapa waktu lalu.


Yang ditanya hanya diam dan melihat sekeliling ruangan seperti orang kebingungan.


“Mr. Budi, apa anda bisa mendengar, saya?” tanya jaksa sekali lagi.


“Maaf, anda siapa? Saya, siapa? Sedang apa saya disini? Dimana, saya? Budi itu siapa, ya? Apa saya, kenal?” bapak-bapak itu malah balik bertanya pada jaksa sehingga membuat beberapa orang tertawa mendengar kesaksian orang yang sudah pikun itu.


Sedangkan jaksa penuntut sendiri malah bengong dan jadi kikuk. Ia tidak menyangka bakal menghadirkan saksi yang salah dan tak bisa diharapkan.


“Pak Jaksa, sepertinya saksi anda ini menderita amnesia, harusnya sebelum membawa saksi keruang sidang, anda harus memeriksa kembali riwayat kesehatannya.” Abas memberikan pendapatnya mengenai saksi pertama yang dipanggil jaksa penuntut.

__ADS_1


“Bagaimana anda yakin kalau orangtua ini menderita amnesia?” tanya jaksa itu pada Abas.


“Karena saya punya catatan riwayat kesehatannya. Bapak ini adalah pegawai cleaning service di hotel milik tuan muda Leo. Harusnya, besok adalah waktunya beliau pensiun. Ini surat-surat yang sudah bapak ini lengkapi sebagai persyaratan pensiunnya berserta riwayat kesehatannya.” Abas menyerahkan berkas-berkas yang tadi sudah ia periksa kepada hakim.


Hakim itupun membuka data-data milik saksi. Setelah diperiksa, semua data itu memang benar. Saksi memang menderita amnesia.


Kini, jaksa tersebut tak bisa berkata-kata. “Ada apa lagi, ini? Perasaan kemarin, orang ini baik-baik saja,” gumamnya sambil memijit-mijit kepalanya yang mungkin sedang cenat-cenut karena untuk kesekian kalinya ia kalah lagi dari Leo.


“Saksi pertama, tidak bisa memberikan kesaksian, panggil saksi berikutnya!” ujar hakim memberikan keputusan berdasarkan data yang diberikan.


Jaksa penuntut, hanya bisa mengusap kepalanya yang sudah mulai kliyengan. Ia berharap, saksi berikutnya tidak menambah sakit kepalanya lagi. Saksi kedua yang ia panggil adalah seorang wanita muda yang waktu itu merupakan salah satu pengunjung hotel dimana saat kejadian, ia juga ikut menyaksikan keributan yang dibuat Shena dan Leo.


Namun, sebelum wanita itu diinterogasi, tiba-tiba saja ia pingsan dan ternyata, wanita muda tesebut tengah hamil muda. Entah ini kebetulan atau bagaimana. Yang jelas, kedua saksi yang dihadirkan jaksa tak bisa memberikan kesaksian.


Kini, tinggal saksi terakhir. Saksi ini adalah saksi kunci yang bisa membuktikan bahwa Leo bersalah. Dia adalah orang yang akan ditembak Leo waktu itu. Orang itu, merupakan mantan menejer hotel Leo sendiri. tanpa menunggu lama lagi, ia pun memanggil mantan menejer hotel yang dipecat Leo secara tidak hormat karena telah berani berbuat kasar tak hanya pada kakek tua, tetapi juga pada istri tercinta Leo, yaitu Shena.


Mata Leo dan sang mantan menejer saling beradu pandang tatkala sang menejer duduk sejajar dengan Leo di dua kursi yang berbeda. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Leo tidak menyangka mantan menejernya itu masih berani menampakkan batang hidungnya dihadapannya. Sepertinya, gertakannya waktu itu masih belum cukup membuat orang tak punya urat malu itu jera. Entah kenapa, Leo jadi tertawa sendiri seperti orang yang sedang kerasukan.


"Kau menggali lubang kuburmu sendiri dengan berani datang kemari. Bersiap-siaplah kalau begitu," gumam Leo sambil menatap tajam mantan menejer hotelnya.


BERSAMBUNG


***


Nanti jam 12 malam aku up lagi satu episode yang tak kalah seru ... sabar menunggu ya ...

__ADS_1



__ADS_2