Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 292 Pasangan Fenomenal


__ADS_3

Kedatangan dua anak perempuan yang sebaya dengan Yuna secara tiba-tiba, membuat Larasati heran. Untuk apa mereka berdua berlari keluar rumah sampai seperti itu.


“Ibuuu … ibuuu … lihat ini, Bu!” teriak salah satu anak perempuan yang paling tinggi dan paling tua sambil berlari mendekat ke ibunya. “Ibu .. lihat ini!” ulang gadis itu sambil menyodorkan ponselnya pada ibunya dengan napas tersengal-sengal.


“Ada apa? Kenapa kau lari-lari seperti dikejar-kejar setan begitu?” tanya Larasati.


“Ibu, baca dulu … lihat ini!” paksa gadis itu, sedangkan saudarinya hanya diam melihat Yuna yang sejak tadi berdiri di samping Shena. Mata mereka beradu pandang memancarkan api permusuhan yang begitu besar.


“Siapa mereka?” bisik Shena pada Yuna. Ia melihat api kebencian gadis yang menatap tajam Yuna.


“Mereka … adalah kakak-kakakku,” jawab Yuna masih membalas tatapan tajam anak perempuan yang melihatnya.


Larasati menyambar ponsel putrinya dan membaca artikel yang disodorkan. Ia langsung tercengang begitu membaca judul artikelnya yaitu, ‘Akhir dari kisah hidup seorang Datuk’. Dari judulnya saja sudah mengejutkan dan yang lebih mengagetkan lagi adalah isi artikelnya.


Di dalam artikel itu disebutkan bahwa Datuk berhasil dikalahkan oleh pasangan fenomenal yang berasal dari keluarga terpandang. Keluarga itu dikenal dengan sebutan ‘Keluarga mafia Pyordova’. Kebrobobokan Datuk, berhasil diuangkap dan sesuai hukum dunia mafia, maka keluarga Pyordova berhak memberikan hukuman atas apa yang sudah dilakukan datuk terhadap mereka, sekalipun itu adalah hukuman mati. Bahkan foto pasangan fenomenal yang disebutkan, juga terpampang jelas di artikel tersebut.


“Sepertinya aku pernah melihat wanita ini. Apakah dia yang membunuh Datuk?” tanya Larasati yang masih belum sadar kalau foto yang ia lihat adalah foto Shena dan Leo.


“Benar, pasangan itulah yang menghancurkan semua hal yang dimiliki Datuk. Kabar terakhirnya adalah mereka berdua sudah mengeksekusi datuk itu. Tidak ada yang tahu seperti apa nasib si kakek tua itu. Artinya kita bebas, Datuk sudah mati, tidak akan ada lagi yang mengekang kita. Kita bisa hidup bebas sekarang!” anak pertama Larasati itu langsung loncat-loncat karena kegirangan mendengar fakta yang terjadi pada mafia kelas kakap diaman mafia tersebut telah berhasil dibasmi oleh Leo dan Shena.

__ADS_1


Namun, hal sama tak terjadi dengan Larasati yang masih terpaku melihat foto wanita yang tidak asing lagi baginya.


“Ada apa, Bu? Kenapa ibu bingung begitu,” tanya putrinya.


“Aku … benar-benar pernah melihat wanita ini, tapi di mana ya?” Larasati terus saja memandangi layar ponselnya dan betapa terkejutnya kedua putrinya ketika melihat Shena yang ternyata, sangat mirip dengan wajah wanita yang ada di artikel itu.


“I-ibu … bukankah wanita itu … a-ada di sini,” ujar putri kedua Larasati yang langsung gugup dan juga takut. Bagaimana mereka tidak takut, sebab pembunuh seorang datuk yang terkenal bengis ada dihadapan mereka walaupaun mereka ragu apakah orang yang tidak lain adalah Shena benar-benar pembunuhnya.


“Masa? Di mana?” tanya Larasati dan iapun menoleh ke arah pandang putrinya.


Betapa terkejutnya ibu dua anak itu setelah menyadari bahwa wajah wanita yang ada diartikel itu memang sangatlah mirip dengan wajah Shena. Berkali-kali ia mengusap-ngusap matanya untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat. Sebab penampilan Shena yang sekarang dengan penampilan wanita yang ada di foto itu sungguh sangat berbeda jauh.


Wanita di artikel itu sangat angun dan terlihat karena semua hal yang meleka ditubuhnya adalah barang-barang branded. Tak heran jika wanita di artikel itu terlihat elegan dan menawan dibalut dengan wajahnya yang cantuk rupawan.


“Tidak mungkin,” ujar Larasati mulai bingung. Tapi wajah Shena benar-benar mirip. “A-apa kau punya kembaran? Tidak mungkin pembunuh datuk itu adalah kau?” tanya wanita itu antara percaya dan tidak percaya.


Namun dari bukti yang dibawa Shena melalui secarik kertas perjanjiannya dengan Datuk, telah menguatkan bahwa wanita diartikel itu benar-benar Shena. Larasati, bergegas memunguti kertas-kestas sobekan itu dan tak sengaja menemukan potongan tanda tangan aslinya. Semakin terkejutlah Larasati tapi ia masih enggan percaya juga.


“Tidak,”Jawab Shena. “Aku tidak punya kembaran, tapi suamiku punya. Mereka berdua kembar tak sedarah dan berbeda profesi. Aku tak perlu menjelaskan padamu karena itu bukanlah hal yang harus kau tahu.” Shena terkekeh.

__ADS_1


Dilihat dari ekspresi ibu dua anak itu, Shena mulai paham kalau artikel yang dibaca Larasati, pasti memuat kabar tentang dirinya dan Leo yang sudah berhasil mengirim si Datuk Situroja ke alam baka.


“Aku lupa kalau aku belum memberitahumu hal yang mungkin … lebih tidak akan bisa kau percaya.” Shena mulai buka suara lagi setelah puas menatap wajah tegang Larasati. “Kau benar, Datuk memang bukan orang sembarangan. Dia mafia yang ditakuti musuh-musuhnya. Tapi suamiku dan aku … sudah berhasil mengirimnya ke alam lain dimana dia takkan bisa datang lagi ke dunia fana ini.”


“A-apa?” pekik ibu Yuna. Ia langsung ngeri melihat Shena.


Sungguh tidak disangka, wanita cantik seperti Shena ternyata bisa membunuh orang juga. Dan anehnya, Shena malah masih bisa bebas berkeliaran dimana saja dan bahkan datang menemuinya. Seketika ibu Yuna bergidik ketakutan melihat Shena dan perlahan, berjalan mundur menjauhi istri Leo itu.


“Kalian berdua, mundur … orang ini pasti sangat berbahaya,” bisik Larasati pada kedua putrinya dan putrinya langsung mematuhi ucapannya. Dua anak Larasati itu berlari masuk ke dalam rumah dan bersembunyi dibalik jendela.


Jika memang apa yang dikatakan Shena benar, artinya Shena bukanlah wanita sembarangan. Ya iyalah, Shena bukanlah wanita biasa, ia adalah istri dari si gangster nggak ada akhlak Leopard Bay Pyordova yang mulai sekarang sudah mendapat nama dimata para mafia kelas kakap lainnya. Leo, tak bisa dianggap remeh oleh musuh-musuhnya. Semua orang harus berpikir ulang jika ingin cari gara-gara dengan suami Shena itu. Berurusan dengan Leo, sama saja cari mati.


“Tidak … itu tidak mungkin, kau … kau se-seorang pembunuh?” Ibu angkat Yuna masih shock berat.


Padahal, Shena tidak melakukan apa-apa dan hanya berdiri diam di tempatnya, tapi sepertinya Larasati mengira kalau Shena adalah pembunuh berdarah dingin seperti di film-film yang pernah ia lihat dan siap membunuhnya kapan saja.


Entah sadar atau tidak, wanita itu langsung berlari masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya rapat-rapat. Ia juga menutup seluruh jendela rumahnya sehingga aksinya ini membuat heran suami dan 2 putrinya.


“Hadeuh, sepertinya jurus Leo yang suka mengintimidasi orang gagal kuterapkan pada wanita bodoh itu,” gumam Shena seakan tahu apa yang ada dalam pikiran ibu Yuna. “Sepertinya, si nenek sihir itu mengira aku adalah pembunuh sadis yang akan membunuhnya sekarang juga,” ujar Shena pada Yuna sambil terkekeh. "Ini belum Leo loh yang datang. Dimana suamiku itu? Kenapa tidak ada di sini?" Shena mulai mencari-cari keberadaan suaminya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2