
Laura mengangguk tanda setuju jika sahabatnya itu membantu membukakan kado pemberian suami dari Shena sendiri. Seperti halnya Shena, Laurapun juga penasaran apa isi kotak besar itu. Sebab, ukurannya kelewat besar dan bikin orang penasaran. Shena mendekati kado tersebut, tingginya hampir sama dengan tinggi badan Shena. Pertama-tama Shena membuka tali pita emas yang terikat dibagian atas kado, setelah itu ia membuka penutup kado dan …. Wusssh!
Jantung Shena dan Laura serasa mau copot melihat benda yang keluar dadakan dari dalam kado yang dibuka Shena. “Astaga!” teriak Shena spontan begitu melihat boneka mirip badut muncul dihadapan Shena dan Laura.
“Selamat melahirkan … selamat melahirkan … selamat melahirkan …” ucap boneka badut yang ternyata bisa bicara dan bergerak kesana kemari karena bagian bawah boneka tersebut terdapat pir pegasnya. Sedangkan Laura cuma bisa menekan dadanya yang hampir saja jantungan gara-gara ulah jahil Leo.
“Dasar Leo gilaaaa!” seru Shena marah. Sungguh ia tadi hampir saja melompat saking kagetnya. “Leoooo!” teriak Shena marah. Ia berlari membuka pintu keluar tapi tidak mendapati suaminya dimana-mana, Roy juga sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah pengawal Leo yang ditugaskan menjaga Shena di depan pintu. “Dimana suamiku?” teriak Shena pada para pengawal Leo.
“Pergi bersama tuan muda Yeon dan tuan Roy Nyonya?” jawab pengawal itu. Mereka semua tak berani menatap wajah Shena yang sedang marah.
“Kemana?” tanya Shena masih emosi.
“Kalau itu … saya kurang tahu, Nyonya. Tuan muda tidak bilang apa-apa.”
Shena berdecak kesal sambil berkacak pinggang. “Awas kau, Leo! Beraninya kau mengagetkanku dan Laura? Hadiah apa, itu? Astaga … bikin jantungan saja!” geram Shena kesal, tapi ia tidak tahu harus ia luapkan pada siapa kekesalannya ini. “Kenapa kalian mau saja disuruh beli boneka badut itu, ha?” omel Shena. Pengawal-pengawal malang itu akhirnya jadi pelampiasan amarah istri majikannya.
“Saya hanya menjalankan perintah, Nyonya!” pangawal itupun membela diri.
“Tapi kalian bisakan menolaknya? Atau bilang saja pesanannya tidak ada? Pantas saja ia tak mengatakan apapun padaku. Ternyata ini rencananya, dasar bengek!” Shena benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa suaminya itu memberi kado yang bikin orang darah tinggi.
“Tidak ada yang tidak diketahui tuan muda Leo, Nyonya. Jika kami berbohong, tuan muda akan langsung tahu dan ujung-ujungnya kami semua pasti bakal dipecat,” terang pengawal Leo dan keterangannya memang masuk akal. Sebagai bawahan mana bisa mereka menolak perintah tuannya.
“Sudahlah Shena, jangan marah. Aku tidak apa-apa, itu kan cuma badut. Untung anak kita tidak ada di sini,” seru Laura dari dalam.
Shena kembali masuk dengan diselimuti kekesalan. “Pantas saja dia mengajak Yeon pergi dari sini, ia tahu kalau aku dan kau bakal berteriak kencang. Dasar Leo menyebalkan! Lihat saja, akan aku balas dia nanti. Bisa-bisanya dia bikin lelucon seperti ini!”
__ADS_1
“Kau ini jadi pemarah sekali sekarang, apa karena kau hamil lagi? Tidak baik bumil marah-marah.”
Shena terdiam dan duduk kembali didekat sahabatnya. “Maafkan keusilan Leo, Ra? Entah otaknya itu kerasukan setan apa hingga mengerjai kita sampai begini, sebelumnya juga ia menyesatkan pasangan suami istri ditengah gunung. Dan sekarang dia usil pula pada kita. Sepertinya Leo benar-bena minta dirukiyah! Biar nggak jahilin orang lagi. Mana kunci mobil orang itu dibuang Leo ke laut. Gila kan dia? Sumpah kenapa aku bisa jatuh cinta pada orang seperti Leo, cinta mati pula?” Shena jadi ngedumel kemana-mana dan itu membuat Laura tertawa.
“Kau dan Leo adalah pasangan paling fenomenal yang pernah kukenal. Satunya ceplas ceplos dan terlalu polos, satunya lagi nggak ada akhlak dan jahilnya nggak ketulungan. Cocokkan?” gurau Laura.
“Ya sudahlah, jangan bahas si kampreet itu lagi, bagaimana keadaanmu? Dimana keponakanku?”
“Putraku masih di ruang inkubator, tapi dia sehat, dia akan diantar ke sini sore nanti. Kau tenang saja. Terimakasih sudah datang kemari, Shena. Aku sangat merindukanmu, Roy bilang akhir-akhir ini kalian banyak sekali menghadapi masalah, makanya aku tidak berani mengganggumu. Roy juga tak tega meninggalkanku untuk menolong kalian sewaktu kau dan Leo dalam kesulitan.”
“Sudah tidak apa-apa. Kami berdua bisa melewati setiap masalah itu dengan baik. Apa Roy tidak cerita padamu bagaimana keluaraga Pyordova melenyapkan musuh-musuhnya? Mengerikan, kau bahkan tak bisa membayangkannya. Siapapun yang cari gara-gara dengan keluarga Leo, mereka harus siap-siap setor nyawa.”
“Iya, Roy pernah cerita. Tapi kau sangat beruntung, karena kaulah satu-satunya wanita yang bisa menjadi bagian dari keluarga menakjubkan itu. Kau bahkan mendapat tempat di hati mereka. Leo begitu mencintaimu sampai wanita manapun tak pernah ada yang diliriknya. Dan berkat hubungan kalian berdua pula, aku mendapatkan Roy.”
“Kau benar, kaupun juga terlihat ahagia bersama Leo emskipun suamimu itu menyebalkan sekali,” tambah Laura.
Keduanya saling tertawa bersama, berbincang-bincang ria dan saling melepas kerinduan satu sama lain saking lamanya tak jumpa.
***
Sementara Roy dan Leo berada di sebuah taman yang ada di area rumah sakit sambil tertawa riang karena rencana menjahili Shena dan Laura sepertinya berhasil. Leo bahkan bisa mendengar jeritan Shena sewaktu memanggil namanya.
“Sudah puas tertawanya?” tanya Roy yang melihat Leo memegangi perutnya karena kram kebanyakan tertawa.
Sedangkan tangan Leo yang satunya memegangi kereta dorong Yeon yang sedang melihat-lihat pemandangan sekitar. Mungkin balita imut itu bingung dengan apa yang terjadi dengan ayah nggak ada akhlaknya itu.
__ADS_1
“Aku sangat penasaran seperti apa ekspresi istrimu dan istriku saat melihat badut keluar dari dalam kado! Buahahaha ….” Leo masih tertawa.
“Kau sama sekali tidak berubah, tetap saja menyebalkan seperti dulu. Padahal kau mau punya dua anak. Tapi kau masih saja kekanak-kanakan!” ledek Roy.
Mendengar ledekan temannya, Leopun diam dan mencoba bersikap wajar layaknya seorang gensgter. “Oke, kita lupakan masalah badut, bagaimana dengan orang yang datang menemuiku di kampung halaman Shena, apa yang salah dengan orang itu?” tanya Leo.
“Orang itu menggelapkan dana perusahaanku,” terang Roy. “Aku memecatnya dan menyita semua aset yang dia punya. Dia sedang dalam keadaan terpuruk dan istrinya yang tamak tak bisa menerima semua itu. Parahnya lagi, ada perusahan asing yang sepertinya dendam denganmu lalu meminta orang itu mendapatkan tanda tanganmu atas nama proyek kerjasama.
“Untungnya mantan karyawanku itu tak tahu menahu seperti apa wajahmu, jadi aku meminta orang-orangku untuk memanipulasi wajahmu dan menyembunyikan identitas aslimu. Aku bekerjasama dengan kak Xionai dalam hal ini. Jadi, mantan karyawanku itu takkan bisa melihat wajahmu yang sesungguhnya meskipun ia mencari data tentangmu di bagian informasi. Saranku, jangan tanda tangani berkas apapun jika kau tak mengenal baik orang itu.”
“Oke, saran dan kerja bagus, Roy. Besok kita adakan saja rapat dewan direksi dan menyingkirkan semua orang-orang yang cari masalah dengan kita. Aku sudah mengantongi semua nama-nama itu. Mereka harus dieksekusi supaya tak berbuat kejahatan lagi.”
“Bagaimana dengan mantan karyawanku dan istrinya? Kau apakan mereka?” tanya Roy penasaran.
“Berdolah supaya orang itu tak dimakan binatang buas di hutan!” lagi-lagi, Leo tersenyum sinis.
Sudah jelas kalau orang yang dibicarakan Leo dan Roy ini adalah pasangan suami istri dimana kunci mobilnya berhasil di curi dan dibuang Leo ke laut sehingga pasangan songong tersebut tak bisa kemana-mana kecuali kalau ada yang memberi mereka tumpangan. Itupun kalau mereka berdua selamat dari ganas dan terjalnya gunung yang sengaja Leo tunjukkan untuk menyesatkan pasangan suami istri songong itu.
BERSAMBUNG
***
karena levelku naik, aku nggak jadi Tamatin Leo dan Shena, jadi aku baru bisa Tamatin bulan depan.Gak apa-apa ya ..semoga tidak bosan. Tapi setelah ini, aku bakal loncat waktu ke masa kecil Yeon dan adiknya ... dan bulan depan lanjut ke novel kisah mereka.
Untuk Laura dan Roy masih punya anak satu, di episode sebelumnya, ada kata 'putra pertama dari buah hati kita berdua' bukan kedua. Maaf kalau katanya belibet ya .. lope youuuuuu 😍😍
__ADS_1