Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 195


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, setelah puas membahas masalah pekerjaan dengan Roy, Leopun kembali ke ruangan Laura karena Yeon tertidur pulas di dekapannya. Meskipun Leo adalah orang yang menyebalkan, ia tetap sosok papa muda idaman yang peduli pada putranya. Leo tak canggung menggendong Yeon sambil mengobrol ria dengan Roy dan enjoy saja walau banyak orang mengamati aksinya. Bagi Leo, ia sangat menikmati menjadi seorang ayah diusianya yang masih muda.


Tanggung jawab Leo juga semakin bertambah karena Shena, kini sedang hamil muda. Kehamilan kedua Shena kali ini semakin membuat Leo bersemangat. Pria yang dijuluki sebagai gangster nggak ada akhlak itu harus lebih sering memerhatikan dua orang paling penting dalam hidupnya agar baik Shena ataupun Yeon tak merasa kekurangan kasih sayangnya.


“Kau begitu menyayangi putramu,” komentar Roy saat keduanya berjalan beriringan menuju ruangan Laura.


“Tentu saja, Yeon dan Shena adalah pelita dalam hidupku yang suram. Bersama Shena aku baagia. Kaupun akan merasakan hal sama sepertiku karena kau punya putra sekarang.”


“Sepertinya begitu, aku harus belajar banyak darimu. Jangan lupa besok kau harus hadir di rapat dewan direksi.” Roy memerhatikan wajah Leo yang langsung berubah murung begitu keduanya sudah hamoir sampai di ruangan Laura. “Kenapa wajahmu manyun begitu?” tanya Roy.


“Roy,” ujar Leo dengan ekspresi aneh tanpa mau menjawab pertanyaan sahabatnya. “Kau jalan dulu didepanku,” pintanya.


“Kenapa?” tanya Roy bingung.


“Sudah, lakukan saja!” Leo menyerahkan Yeon pada pengasuhnya dan menyuruhnya beristirahat di ruang yang sudah Leo pesan sejak tadi. Letaknya, ada disebelah kamar Laura.


Roy curiga pada Leo, gelagatnya jadi aneh dan ia malah menempel dibalik punggung suami Laura. “Kau ini kenapa, sih?”


“Tidak apa-apa, ayo masuk!” ajak Leo sambil tersenyum.


Meskipun ada yang aneh dengan sahabatnya, Roy menuruti saja permintaan Leo dan mulai membuka pintu ruangan. Begitu pintu kamar terbuka, sebuah bantal besar melayang di udara menuju ke arah Roy dan Leo yang bersembunyi dibalik punggung Roy. Suami Laura itu tersentak dan spontan menundukkan tubuhnya untuk menghindari serangan bantal tersebut. Akibatnya, Leolah yang kena timpukan bantal.


Bantal tak berdosa itu sengaja di lempar Shena karena ia tahu, suaminya bakal kembali kemari. Karena itulah Shena sengaja menyiapkan bantal besar dan akan melemparkan bantal tersebut begitu pintu ruangan dibuka dari luar. Dan dugaan Shena memang benar.


Buk!

__ADS_1


Bantal empuk itu sukses menimpuk wajah Leo karena Roy menundukkan tubuhnya. Padahal, tadinya ia sudah mengira kalau hal ini bakal terjadi. Itulah mengapa Leo bersembunyi dibalik punggung Roy agar Roylah yang kena timpuk Shena, tapi reaksi Roy sangat cepat dan bisa menghindar sedangkan Leo tak bisa menghindari kecepatan bantal itu. Akhirnya, ialah yang kena timpuk. Maksud hati ingin menjadikan temannya sebagai tameng, tapi malah Leo sendiri yang kena serangan.


“Rasakan!” ujar Shena puas. “Itu balasan atas kado yang kau berikan pada Laura.


Melihat Leo terdiam akibat kena timpuk bantal dari Shena, Roypun tertawa terbahak-bahak. Bahkan tubuhnya membungkuk melihat ekspresi Leo. Namun, tawa Roy langsung reda setelah mendapat lirikan tajam dari Leo.


Setelah puas melirik Roy, kini giliran Shena yang mendapat tatapan tajam dari mata elang Leo. Perlahan, pria itu berjalan mendekat ke arah istrinya yang berdiri di samping Laura. Leo bahkan melipat kedua lengan kemejanya sampai ke siku.


“Mau apa kau?” tanya Shena memelototi Leo.


“Mau memakanmu!” jawab Leo santai, tapi tatapan matanya tak pernah lepas dari Shena.


“Berhenti disitu atau aku …”


“Aku apa, Sayang?” Leo terus maju selangkah dan Shena pun mundur selangkah. Leo terlihat seram kalau seperti itu.


“Teriak saja, nggak bakal ada yang mau dengerin teriakanmu, Sayang. Roy dan Laura pasti akan menutup mata dan telinga mereka jika terjadi sesuatu diruangan ini.” Leo mulai jail lagi menggoda Shena.


“Sebenarnya kau ini mau apa sih? Kenapa pakai cincing-cincing lengan segala?”


“Supaya lebih mudah menangkap dan memakanmu, Sayang. Kau membuat kesalahan besar dengan membangunkan singa yang sedang lapar. Tak ada seorangpun di dunai ini yang berani menimpukku dengan bantal kecuali dirimu. Dan sebagai hukumannya, singa yang lapar ini akan memakanmu hidup-hidup dengan cintanya.” Tak hanya lengan baju Leo yang dilipat, tetapi suami Shena itu mulai membuka kancing kemejanya satu persatu hingga terlihatlah kaos dalam Leo yang berwarna putih tanpa lengan.


“Leo, hentikan. Jangan kekanak-kanakan! Salah sendiri, siapa suruh kau memberi kado badut yang hampir saja membuatku dan Laura jantungan! Apa tidak ada kado yang lebih bagus lagi, apa?”


“Sayang, itu adalah kado ucapan selamat dariku. Semua orang suka badut dan kado seperti itu sedang tren. Harusnya Laura senang dengan kejutan pembukaan dariku, masih ada banyak kejutan lain untuk Laura nanti. Kalau kau mau, aku juga akan menyiapkan kejutan sama untukmu.” Leo terus maju mendekat ke arah Shena dan langsung menarik pinggang istrinya kedalam dekapan Leo.

__ADS_1


“Lepaskan aku!” pinta Shena menghindari tatapan mata Leo.


“Sudah kubilang, aku mau memakanmu hidup-hidup. Katakan padaku, kau mau dimana? Di sini … atau di tempat lain?”


“Apanya?” tanya Shena masih belum ngeh.


“Adegan makan memakanmu,” Leo menyembunyikan tawanya melihat ekspresi bingung istrinya.


“Leo, aku serius.”


“Siapa yang mengajakmu bercanda, Sayang.” Leo semakin mendekati wajah Shena seolah hendak menciumnya. Laura yang melihat adegan itu jadi greget sendiri.


“Ini rumah sakit ….”


“Siapa yang bilang ini kuburan?” Leo mencoba menggigit kecil telinga Shena sehingga gadis itu menggeliat geli dipelukan Leo.


“Leo, hentikan. Ada Laura dan Roy!” Shena mencoba lepas dari pelukan Leo yang sedang kumat gilanya.


“Aku tahu, mereka sedang melihat kita.” Leo beralih menatap dua orang yang menatap ngeri melihat perilaku nggak ada akhlaknya Leo. Bisa-bisanya Leo bermesraan didepan mereka secara terang-terangan. “Hey kalian berdua,” seru Leo pada Roy dan Laura. “Tutup mata dan telinga kalian. Jika mendengar ada yang berteriak, kalian pura-pura tidak dengar saja, oke!” Leo mengedipkan mata pada sepasang suami istri yang menatap sinis wajah menjengkelkan suami Shena itu.


Laura hendak bicara tapi langsung dilarang oleh Roy, suaminya itu meminta Laura agar tidak ikut campur urusan Leo dan Shena. “Jangan ikut campur Sayang. Kita jadi penonton saja,” bisik Roy pada istrinya.


Sebenarnya, Laura tak setuju dengan aksi Leo yang sedang mengintimidasi istrinya sendiri. Mereka berdua jadi terlihat aneh kalau seperti itu. Namun yang dikatakan Roy juga benar, bagaimanapun juga Leo dan Shena adalah sepasang suami istri dan Laura tak punya hak apapun untuk ikut campur urusan rumah tangga mereka apalagi itu adalah urusan ranjang. Sahabat Shena itu hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah konyol Leo yang sama sekali tak berubah sejak dulu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


***


__ADS_2