Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
Episode 44 Jalan Tol


__ADS_3

Leo dan keluargnya memang bukanlah orang baik yang tidak berbuat kejahatan, tapi mereka selalu menghancurkan orang-orang yang berbuat jahat pada sesama. Sebagai bagian keluarga Pyordova yang ditakuti banyak musuh-musuhnya, Shena merasa bangga dan juga beruntung bisa masuk dalam kehidupan Leo walau keselamatannya juga menjadi incaran banyak orang yang tidak suka dengan keluarga Leo. Namun, hal itu tidak membuat Shena takut, dan malah senang menjadi bagian dari keluarga Leo.


Ditambah lagi, Leo juga sangat mencintainya dan keluarga besarnya sangat menyanginya layaknya keluarga kandung, bukannya menantu. Kasih sayang yang keluarga Leo berikan padanya melebihi keluarganya sendiri dan Shena sangat mensyukurinya.


Bertahun-tahun Shena hidup seorang diri dan tidak pernah mendapat kasih sayang yang layak dari keluarga. Tak penah terbayangkan bahwa hadirnya Leo dihidupnya bisa menghapus rasa kesepian itu dan berganti dengan kebahagiaan tak terkira. Kini, Shena mendapat kasih sayang berlimpah dari keluarga Leo dan tentunya cinta yang begitu besar dari suami tercintanya ini.


"Apa yang kau pikirkan, Sayang?" tanya Leo membuyarkan lamunan Shena.


"Ehm, tidak ada. Aku hanya merasa kalau perutku semakin bertambah besar saja." Shena menyembunyikan perasaannya dan mengelus pelan perutnya diikuti tangan Leo yang menempel diatas punggung tangan Shena.


"Tentu saja, usia kandunganmu sudah memasuki bulan ke-6, 3 bulan lagi, Leo junior kita akan lahir. Kau dan aku akan menjadi orang tua dengan sebutan 'ayah' dan 'ibu'."


Shena merebahkan kepalanya di dada Leo untuk menyembunyikan air matanya yang mulai berkaca-kaca mendengar suaminya berkata seperti itu. Rasanya, baru kemarin ia dan Leo menikah dan kini, buah hati mereka akan segera lahir.


“Tuan muda," ujar sang sopir yang lagi-lagi mengganggu keromantisan Leo dan Shena. "Ini adalah data dari polisi yang mengejar kita. Rupanya ia sering mendapat uang suap dari pejabat tinggi di kota ini untuk urusan pribadi para pejabat tersebut. Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang sudah polisi itu lakukan untuk memperkaya diri sendiri. Dan yang lebih parah adalah, polisi itu memeras beberapa orang yang melaporkan kasus mereka padanya. Kebanyakan para pelapor adalah korban permainan politik para pejabat tinggi di kota ini. Pejabat yang paling menonjol adalah ....”


“Orang yang mobilnya aku hadang tadi. Huh, sepertinya masalah ini semakin menarik saja. Hubungi Refald, apa dia bisa datang kemari?”


“Baik, Tuan muda.”


“Kenapa kau melibatkan kak Refald lagi? Bukankah kau bisa mengatasinya sendiri?”


“Karena memang ini berhubungan dengannya, Sayang. Lagipula, kita tidak sedang berhadapan dengan udang, tapi ikan paus. Para ikan paus besar adalah tangkapan keluarga Refald. Sedangkan para mafia yang berdiri dibelakang mereka, adalah tangkapanku dan ayahku.” Leo menyeringai dan Shena hanya menebak-nebak saja apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kalau dua keluarga keren seperti Leo dan Refald sudah turun tangan itu artinya polisi dan orang-orang yang ia temui tadi bukanlah orang sembarangan dan mereka pastilah sangat berbahaya.


"Apa kau mengenal para mafia yang kau maksud itu?"

__ADS_1


"Ehm, aku dan Roy sudah menyelidikinya. Beberapa diantaranya pernah bertemu denganmu dan hampir saja menjadikanmu istri bergilir mereka. Mengingat hal itu, rasanya aku ingin sekali mencincang tubuh mereka semua."


"Hah, maksudmu ... mafia itu ... adalah geng kapak?" pekik Shena. Mendengar nama geng itu membuat bulu kuduk Shena menjadi merinding.


"Iya, tapi kau jangan khawatir. Selama aku masih bernapas, tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu dan juga keluarga kita. Selama ini, aku sudah cukup bersenang-senang. Sekarang, saatnya aku memberi pelajaran sekelompok orang yang dulu hampir saja menjadikanku anak yatim."


"Apa maksudmu?"


"Bukan apa-apa. Lupakan apa yang tadi aku katakan. Ehm Sayang, dengarkan aku! Mulai sekarang, kau harus selalu ada di dekatku. Geng kapak itu sudah mulai menyadari kalau anggotanya sudah aku lenyapkan. Setelah pulang dari sini, kita akan langsung kembali kerumah. Tempat ini terlalu berbahaya untukmu."


"Bagaimana dengan geng kapak itu?"


"Mereka tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini. Aku akan menghabisinya bila saatnya sudah tiba."


"Ada apa Leo, apa yang kau sembunyikan dariku?"


Keduanya saling berhadapan satu sama lain dengan perasaan dan pikiran masing-masing. Entah kenapa, ada sedikit kekhawatiran di hati Shena tentang apa yang sedang mereka bicarakan ini. Meski keluarga Leo terkenal sangat kuat dan tak terkalahkan, tetap saja sepertinya geng kapak itu tak bisa dianggap remeh.


Semoga saja, tidak ada hal buruk terjadi, batin Shena.


***


Beberapa menit kemudian, mobil Leo sudah memasuki sebuah jalan tol yang dimaksudkannya tadi. Sedangkan mobil para pengawal Leo sedang berusaha mengapit mobil polisi dari samping kanan, kiri, depan, dan belakang mobil tersebut sehingga polisi itu tidak bisa berkutik ataupun bergerak bebas.


Salah satu pengawal Leo memberi isyarat agar ia mengikuti saja kemana ia akan membawa para polisi itu pergi.


"Ikuti petunjuk orang itu," ujar polisi berkumis tebal pada sopir yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Apa kita perlu bantuan, Pak?"


"Tidak perlu, kita tidak tahu siapa orang-orang ini dan apa yang mereka inginkan dari kita. Kau jangan khawatir, tidak akan ada yang bisa membunuhku," ujar polisi itu dengan sombongnya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang akan ia hadapi didepannya.


Begitu memasuki tol yang tadi juga dilewati Leo, tiba-tiba saja mobil-mobil pengawal Leo sudah tidak lagi mengapit mobil polisi itu. Mereka berjalan sendiri-sendiri dan membiarkan sopir polisi itu berkendara sesuka hati.


"Sebenarnya ada apa ini?" Gerutu sopir tersebut. "Apa kita perlu putar arah, Pak?"


"Terus saja, aku penasaran apa yang terjadi didepan sana."


"Baik, Pak."


Dengan sikap tenang, sopir berkumis tebal itu terus memandang kedepan. Dari kejauhan ia melihat sebuah mobil mewah yang tadi ia kejar berada di tengah jalan dan sepertinya sengaja dia berhentikan untuk menghalangi jalan polisi itu.


Mobil itu adalah milik Leo dimana sang pemiliknya juga sedang berdiri tegap disamping mobilnya. Leo melakukan hal sama seperti yang dilakukan polisi itu saat ia menghentikan jalan dan membuat kemacetan hanya karena ada pejabat kota yang mau lewat.


"Berhenti!" Pinta polisi itu pada sopirnya. Ia langsung keluar dari mobil dan berjalan pelan menuju ke arah Leo berdiri.


Leo sendiri memang sedang menunggu kedatangannya. "Anda mencariku, Pak polisi?" Tanya Leo dengan ekspresi menantang.


"Siapa kau?" Bukannya menjawab, polisi itu malah balik bertanya pada Leo.


BERSAMBUNG


***


maaf up-nya telat, terimakasih buat semua yang udah ngasih hadiah poin dan koinnya. Aku jadi lebih semangat lagi ... oh iya jangan lupa like, vote dan komentarnya juga ya ... love you all ...

__ADS_1



__ADS_2