
Fey membenarkan komentar yang diutarakan Shena mengenai suami-suami mereka. Meski kakak beradik itu selalu bertengkar bila bertemu, mereka berdua tetap saling menyayangi satu sama lain. Terutama Refald, sebenarnya ia sangat menyayangi adik sepupunya yang nggak ada akhlak itu. Terlebih sejak kecil Leo memang sudah sering menjadi incaran semua musuh-musuh bebuyutan ayahnya.
Sewaktu Leo diculik dulu, Refald masih belum bisa berbuat apa-apa karena ia belum punya kekuatan seperti yang ia punya saat ini. Namun, kali ini berbeda, Refald yang sekarang bisa menyelamatkan siapapun yang ia kehendaki tanpa takut kehilangan kekuatannya.
“Ehm, kau benar Shena. Refald benar-benar mengkhawatirkan Leo saat suamimu itu dalam bahaya besar. Tapi lihat kalau mereka bertemu, Tom and Jerry saja kalah dengan mereka berdua.”
Shena tersenyum mendengar Fey berkata seperti itu. “Sekali lagi terimakasih banyak Kak, entah apa yang terjadi pada Leo jika kalian berdua tidak ada.” Shena ikut mengusap lembut kening Rey yang sudah mulai terlelap lagi.
“Kau tidak perlu berterimakasih Shena. Sudah tugas Refald menjaga keselamatan seluruh keluarganya. Dia tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti keluarga besarnya. Yang Refald lindungi bukan hanya aku dan putranya saja, tetapi seluruh anggota keluarga besar Refald termasuk kau dan Leo. Jangan katakan itu lagi ya, kita adalah keluarga, dan sebagai keluarga kita harus saling menyayangi dan menjaga satu sama lain.” Fey menggenggam tangan Shena yang berbinar-binar menatapnya. Shena jadi semakin mengidolakan Fey yang begitu berkharisma dan juga bijaksana. “Kau mau menggendongnya? Rey tidur lagi.”Fey menawarkan Shena untuk menggendong putranya yang tertidur lelap.
“Aku tidak berani, Kak,” ujar Shena cepat.
“Tidak apa-apa, cobalah!” paksa Fey.
Meski agak ragu dan takut melakukan kesalahan, Shena mencoba menggendong keponakannya yang sedang tertidur pulas itu. Sungguh Shena merasakan ada sensai berbeda saat menggendong Rey dalam pangkuannya. Jiwa keibuan Shena seolah bangkit. Ia sangat bahagia melihat wajah imut dan tampan si bayi mungil kemerahan ini.
“Dia tampan sekali, dan juga sangat menggemaskan. Wajahnya kombinasi kalian berdua. Benar-benar campuran yang sempurna.” Shena tak henti-hentinya memuji betapa luar biasanya keponakannya ini.
“Tapi aku merasa. Ia lebih mirip kakek buyutnya yang ada di Jerman. Tidak sepertiku dan Refald yang berwajah Asia karena ibuku dan ibu Refald sama-sama keturunan orang Asia.”
“Jangan-jangan anakku nanti juga berwajah bule seperti saudaranya ini, karena mereka berdua memiliki kakek yang sama. Ibuku dan Ibu Leo juga orang Asia.”
__ADS_1
“Sepertinya begitu, siapa yang tahu?” Fey dan Shena tertawa bersama. Shena sungguh menikmati momen menggendong bayi Fey dan Refald meski tidak berani lama-lama.
***
Sementara Refald dan Leo berada di luar ruangan untuk membicarakan hal yang harus keduanya lakukan mengenai persiapan pernikahan Zaya dan Sanha. Saat ini, semua orang sedang sibuk di sebuah gedung yang nantinya akan menjadi pesta pernikahan adik sepupu perempuan mereka.
“Apa ayah dan ibu juga ada disana?” tanya Leo pada Refald. Kalau sedang serius, mereka malah tidak bertengkar lagi seperti sebelumnya.
“Ehm, semua anggota keluarga kita sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. tinggal menunggu hari H-nya saja. Begitu urusan disana selesai, mereka semua akan segera kemari. Sedangkan tugas kita adalah membawa para calon mempelai pengantin ketempat seharusnya mereka berada. Kau bertugas membawa Zaya dan aku membawa Sanha.”
Refaldpun menjelaskan kronologi apa yang terjadi antara Sanha dan Zaya. Leopun cepat mengerti dan ia menyanggupi akan melakukan apa yang dikatakan Refald barusan.
“Tunggu seluruh keluarga kita datang kemari. Baru aku bisa lega meninggalka istriku.” Refald menatap Fey dari balik pintu yang terlihat sedang bercanda ria dengan Shena. “Sepertinya, istrimu itu sudah cocok menjadi seorang ibu. Bagaimana dengamu? Apa kau siap menjadi ayah?” tanya Refald pada Leo.
“Aku lebih dari siap! Bahkan aku berencana begitu Leo junio lahir ke dunia, aku mau program anak lagi dengan Shena. Aku ingin punya banyak anak supaya putraku tidak kesepian sepertiku.”
“Kau sinting!”
“Aku tidak mau anakku merasa kesepian sepertimu dan aku. Rumah besar, dan kita punya segala hal yang kita inginkan, tapi aku sungguh kesepian karena kedua orang tua kita yang sama-sama sibuk dengan urusan mereka. Aku tidak ingin putraku merasa seperti itu. Ia akan punya banyak saudara dan mereka bisa menghabiskan waktu bersama. Dengan begitu, rumah kami akan jadi ramai nantinya. Bagaimana denganmu? Apa kau tidak mau program anak lagi?”
“Kita lihat saja nanti! Aku tidak semesum dirimu! Dasar buaya darat!” ledek Refald pada Leo
__ADS_1
“Kau kakaknya buaya darat! Kau lebih parah dariku!” Leo balas meledek.
Sejujurnya, bukannya Refald tidak mau punya banyak anak. Hanya Refald tidak tega melihat Fey kesakitan saat ia hendak melahirkan putranya beberapa waktu lalu. Bahkan bekas gigitan Fey di tangan Refald juga masih terasa sakit hingga sekarang. Refald benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan ketika melihat secara langsung bagaimana pengorbanan istrinya berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan putra pertamanya. Tak bisa dibayangkan jika Refald melihat Fey seperti itu berkali-kali jika ia menginginkan banyak anak darinya.
"Leo, ada satu hal yang harus aku katakan padamu. Kemungkinan besar, kau dan Shena juga masih dalam bahaya besar. Sebaiknya, kau dan Shena pergi ke suatu tempat diman tempat itu tak bisa didatangi oleh sembarang orang."
"Apa maksudmu?" tanya Leo tidak mengerti.
"Kau harus pergi ke desa dimana kau dulu dilahirkan. Biarkan Shena melahirkan disana juga sementara kami semua mencari orang-orang yang mencoba mengincar nyawa kalian." Mata Refald terlihat serius menatap tajam mata Leo.
Jika Refald sudah bicara seperti itu, Leo tak bisa mendebatnya lagi. Ia menatap Shena dari balik kaca pintu ruangan. Istrinya itu terlihat begitu bahagia.
"Kau harus tetap berada disamping Shena sampai dia melahirkan. Jangan pernah sedetikpun kau meninggalkan dia sendirian." Refald menepuk pelan bahu Leo sambil berlalu pergi kesuatu tempat.
BERSAMBUNG
****
Acara pernikahan Sanha dan Zaya tidak aku tulis disini, karena di Be My Lover sudah ada detailnya. Setelah ini aku langsung loncat ke proses menuju Shena yang akan melahirkan. Seperti apa kisah mereka dan apakah Leo dan Shena bisa melalui semuanya ... simak terus lanjutannya ya ...
Terimakasih atas semua dukungannya ...Love you all 😘😘
__ADS_1