
Pernyataan Leo yang mengatakan bahwa ia dan Shena akan menetap di Jepang membuat Roy tercengang dengan keputusan dadakan yang diambil Leo. Di tambah lagi, pernyataan itu disambut antusias oleh Laura dan didukung sepenuhnya oleh Refald. Tak ketinggalan, Shena langsung memberikan hadiah ciuman mesra di pipi suaminya atas apa yang diutarakan suami tercintanya ini.
Dengan kata lain, jika Shena menetap di Jepang, ia dan Laura bisa bertemu kapan saja dan melakukan aktivitas sehari-hari bersama-sama. Itu adalah hal paling menyenangkan bagi Shena.
"Benarkah ini, Sayang? Kau ingin kita menetap disini?" tanya Shena sambil menggamit lengan Leo dengan manja.
"Tentu, Sayang. Kau bilang kau sangat suka tempat ini. Disini, kita bisa berkumpul dengan keluarga beserta teman kita. Ada kak Fey dan biksu Tong, serta ada Laura dan Roy juga." Leo menyentuh dagu Shena dan menatapnya dengan sejuta cinta. Keduanya tertawa bersama-sama. "Kau senang?" tanya Leo lembut.
"Tentu saja, kau selalu tahu apa yang membuatku bahagia. Aku mencintaimu, suamiku Leo." Shena memeluk suaminya dengan erat.
"Aku lebih sangat mencintaimu, Sayang. Kaulah hidupku sekarang." Sebuah ciuman manis mendarat di bibir ranum Shena.
Keduanya memadu kasih tanpa malu lagi dihadapan kakak dan juga teman mereka. Leo dan Shena sama-sama terhanyut dalam api gelora cinta yang membakar hasrat keduanya hingga lupa kalau di tempat ini, bukan hanya ada mereka berdua saja, melainkan ada orang lain juga. Namun keduanya tak peduli dan tetap bermadu kasih sehingga membuat jiwa para jomblo yang melihat keromantisan Leo dan Shena jadi meronta-ronta.
"Sepertinya, Shena sudah tak marah lagi pada Leo, adikmu itu benar-benar jahil sekali. Aku saja ikutan geram dan ingin sekali menggampar Leo. Untung saja Shena sabar menghadapi suaminya yang nggak ada akhlak itu," komentar Fey saat ia membantu membalikkan daging panggang yang ia panggang bersama dengan suaminya Refald.
"Kisah baru keduanya akan dimulai lagi, Sayang. Tak peduli seberapa besar masalah yang menimpa hidup dan cinta diantara keduanya. Mereka akan terus bersama selamanya, seperti cinta kita berdua. Dan untuk kali ini, aku tak bisa ikut campur lagi urusan takdir keduanya," ujar Refald penuh makna.
"Apa maksudmu?" tanya Fey bingung dengan ucapan suaminya. Entah kenapa Fey jadi merinding sendiri mendengarnya.
"Bukan apa-apa. Lupakan saja ucapanku. Bagaimana dengan Sakura? Kapan ia pulang dari Hongkong?" Refald tersenyum dan mengalihkan perhatian. Belum saatnya Refald memberitahu Fey apa yang ia ketahui tapi tidak diketahui oleh orang lain.
__ADS_1
"Secepatnya, begitu kakakku pulang, aku akan langsung menyambutnya." Fey menatap wajah suaminya yang mulai membuat teka-teki seakan ada sesuatu bakal terjadi.
Namun, melihat suaminya nampak tenang dan tak menunjukkan rasa cemas sedikitpun. Artinya, apapun masalah yang dihadapi Shena dan Leo nanti, pasti bakal berakhir indah dan bahagia.
Di sisi lain, Roy berjalan cepat kearah Leo dan Shena yang sedang bermesraan sehingga momen romantis mereka agak sedikit terganggu karena datangnya Roy. Laura sendiri tidak tahu ada apa dengan suaminya sehingga Roy terlihat berwajah manyun begitu bahkan nekat merusak momen indah Shena dan Leo yang sepertinya sudah berbaikan dan tidak marahan lagi.
"Oey, kampret! Sini kau!" Roy menepuk-nepuk pundak Leo dari balik punggung sahabatnya.
Leo enggan menoleh kearah Roy, sebaliknya ia malah menempelkan dahinya di dahi Shena. "Sebentar ya Sayang ... akan kubereskan cecunguk gila kurang jatah ini karena sudah mengganggu momen romantisme kita," ujar Leo dan Shena melirik Roy yang sedang kesal karena dipanggil 'cecunguk kurang jatah'.
"Jangan terlalu kasar padanya. Kasihan Roy, sudah puasa ranjang, masa masih kau kasih beban juga." Shena tersenyum dan ikutan menggoda Roy.
"Siap Tuan putri," ucap Leo sambil tertawa.
Tanpa suara, Leo menyeret tangan Leo pergi menjauh dari Shena. "Ada apa denganmu?" tanya Roy sambil berkacak pinggang.
"Tidak ada apa-apa denganku. Memangnya ada apa?"
"Dari sekian banyak tempat terindah di dunia, kenapa kau memilih Jepang?" Roy terlihat tidak suka kalau Leo tinggal di Jepang bersamanya.
"Shena sangat menyukai negara ini. Karena itulah, aku memutuskan tinggal di sini selama yang ia inginkan. Memangnya kenapa sih? Kenapa kau?" Leo heran melihat Roy jadi aneh begini.
__ADS_1
"Kau sadar dengan apa yang kau lakukan?" mata Roy menatap tajam Leo seolah terlihat tak setuju dengan keputusan yang Leo ambil barusan.
"Sadar, aku hanya ingin Shena bahagia, itu saja. Apa salahnya jika kami menetap disini? Memangnya ... masalah buatmu?" Leo mulai menatap lurus wajah sahabatnya. Sepertinya, ia tahu apa yang dirisaukan Roy.
"Aku punya firasat tidak enak kalau Laura dan Shena bersama," gumam Roy.
"Kau takut mereka bakal bikin ulah, karena itu kan kau memisahkan mereka berdua? Terakhir, kita bikin onar di China gara-gara ulah istri-istri kita." Bukannya ikut cemas seperti Roy, Leo malah tertawa.
Sebenarnya, Leo juga tahu alasan Roy memilih tinggal di Jepang, dan bukannya Jerman. Sebab, kalau di Jerman ataupun Indonesia, frekuensi pertemuan dua sahabat yang tak lain adalah Shena dan Laura akan selalu merisaukan hati Roy dan Leo dengan ulah dua cewek cantik itu. Mungkin kejadian di China beberapa waktu lalu telah membuat Roy mengantisipasi agar Laura tak begitu sering bertemu dengan Shena untuk menghindari hal sama terjadi lagi.
"Apa kau tidak khawatir?" tanya Roy heran dengan sikap Leo yang tak seperti dulu.
"Justru aku menunggu, kekacauan apalagi yang bakal dilakukan istriku. Sebab, karena dialah, hidupku yang suram, jadi lebih berwarna." Leo menepuk pelan bahu Roy. "Tak ada yang perlu kau khawatirkan Roy. Kalau mereka kabur lagi hanya untuk bertemu para cogan. Tinggal kita bereskan saja para cogan-cogan itu. Gampang, kan?" Leo kembali tersenyum dan pergi meninggalkan Roy yang tertegun.
"Bukan itu yang aku khawatitkan. Sepertinya, Laura bakal lebih sering pergi dengan Shena dibandingkan denganku," gumam Roy jujur dan Leo hanya tertawa kecil mendengar gumaman sahabatnya.
"Bagus kan? Dengan begitu Laura takkan bosan, selagi kita sibuk dengan pekerjaan di kantor, para istri kita bisa mengurus anak-anak kita bersama-sama. Sudahlah, ini hanya efek kau kurang jatah, makanya kekhawatiranmu jadi berlebihan begitu." Leo masih tertawa mengejek melihat wajah jutek Roy.
Bukan karena kekhawatiran akan kedekatan Laura dan Shena yang Roy rasakan sekarang, melainkan Leo baru tahu ... kalau ada wanita yang benar-benar dicintai sahabatnya melebihi apapun seperti dirinya yang cinta mati pada Shena.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Setelah ini, lompat ke 7 tahun ya ... semoga tidak bosan. hehe ...