Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 126 Berkas Byon


__ADS_3

Semua orang terkejut melihat aksi Leo yang menggampar Refald tanpa sebab. Baik Byon, Biyanca dan juga Shena, sama sekali tak menyangka Leo bisa bersikap tidak sopan pada kakak sepupunya sendiri. Awalnya, Shena sangat terharu melihat Yeon berada dalam gendongan kakak iparnya, tapi saat ini ia juga sangat mengkhawatirkan suaminya yang terlihat emosi pada Refald. Seketika, Shena berlari kencang dan memeluk tubuh suaminya dari belakang. Ia berharap emosi Leo segera mereda.


“Hentikan, Sayang. Kenapa kau memukul kak Refald? dia sudah banyak membantu kita,” ujar Shena sambil menatap dari balik punggung suaminya yang melihat tajam ke arah Refald.


“Biarkan saja, Shena. Aku pantas mendapatkannya,” sela Refald sebelum Leo buka suara.


“Jangan ikut campur urusan mereka, Shena.” Fey ikut buka suara. Istri Refald itu terlihat tidak keberatan sama sekali dengan apa yang dilakukan Leo terhadap suaminya. Sebab, Fey sangat tahu apa alasan Leo memukul wajah tampan Refald dan itu membuat Shena semakin heran.


“Kakak ipar tidak marah? Tapi kenapa?” Tanya Shena berbalik arah menatap Fey.


“Jika Refald mau, ia bisa saja menangkis serangan adiknya, tapi ia memang sengaja membiarkan Leo memukulnya.” Fey tersenyum menatap suaminya dan juga Shena secara bergantian, sma sekali tidak ada kemarahan disana. Sungguh pasangan yang aneh bin ajaib. “Kau jangan khawatirkan mereka Shena. Itu cara mereka menyelesaikan masalah sebagai sesama laki-laki. Berbeda dengan kita yang sudah emak-emak rempong begini. Adu kekuatan, bukan gaya kita,” gurau Fey.


Shena terdiam, kalau kakak iparnya sudah berkata seperti itu maka tidak ada yang bisa Shena lakukan sekarang. Iapun mengambil alih Yeon dari gendongan Fey. Shena terus saja menatap wajah Yeon yang menggemaskan. Putranya itu tetap tertidur lelap meskipun keadaan disekitarnya sedang kacau balau. Benar-benar anak yang pengertian. Fey menepuk pelan bahu Shena sambil melempar senyum manisnya.


“Jika kau masih belum puas, kau boleh memukulku lagi. aku tidak akan menghindar. Mumpung aku lagi berbaik hati padamu,” ujar Refald dengan suara santai menghadapi amarah Leo.


“Kenapa kau berbohong padaku! Aku tahu kalau samurai itu masih hidup dan kaulah yang menghidupkannya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, kenapa kau mau menuruti permintaan ibuku? Jawab aku, Kak! Aku ingin tahu apa alasanmu,” tandas Leo dengan tanduk yang sudah mulai keluar dikepalanya.


“Aku tidak menghidupkannya, aku mehidupkan cinta yang dia punya. Meskipun bibi Biyanca tidak meminta bantuanku, aku akan melakukan apa yang menurutku benar,” tegas Refald


“Kau ingin samurai itu merebut Shena dariku?” nada suara Leo kembali meninggi. Sepertinya, ia salah paham dengan maksud ucapan Refald.


“Cinta samurai yang kumaksudkan, bukan untuk Shena lagi, tapi untuk orang yang sudah ditakdirkan untuknya. Saat ini, kalian mungkin tidak akan pernah bertemu dengan samurai itu, tapi suatu saat … kalian pasti akan bertemu dengannya tepat ketika ia sudah melabuhkan hatinya untuk seorang gadis yang ditakdirkan untuknya. Aku harap, bila saat itu tiba ... kau dan Shena sudah memaafkannya.” Refald menatap tajam mata adiknya yang terdiam.

__ADS_1


Leo termenung seketika, segala keputusan yang diambil Refald selalu benar. Meski ia marah dan sedikit tidak terima karena telah dibohongi, tak ada yang bisa dilakukan Leo selain menuruti apa yang diharapkan kakak sepupunya. Melihat sikap adiknya yang sedikit jinak, Refald berjalan pelan dan langsung memeluk tubuh Leo dengan erat. Sekelebat bayangan masa kecil Leo terlintas dibenak Refald. Tak terasa, kini adik kecilnya ini sudah dewasa dan bertambah kuat serta tak terkalahkan. Entah sudah berapa tahun Refald tak memeluk Leo seperti ini.


“Aku punya kabar bahagia untukmu, Leo.” Refald tersenyum penuh makna dan langsung membisikkan sesuatu ditelinga Leo sehingga membuat suami Shena itu tertegun. Spontan, Leo menatap wajah Shena lekat-lekat dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, antara shock dan juga senang. “Kuharap kau suka dengan kabar ini. Oh iya, masih ada kejutan satu lagi, tapi itu nanti saja, sekarang aku dan Fey harus kembali. Kami sudah terlalu lama meninggalkan Yeon.” Refald berbalik badan melesat cepat menghampiri Fey yang langsung menyambutnya dengan pelukan.


“Kau tida apa-apa, Suamiku?” Tanya Fey sambil mengamati luka memar di wajah Refald akibat gamparan Leo tadi.


“Tidak apa-apa. Kau bisa menyembuhkanku kan, Honey. Dengan nutrisi yang kau berikan padaku, aku pasti akan segera pulih dalam waktu cepat.” ujar Refald sambil memeluk erat pinggang istrinya.


“Tanpa nutrisi dariku, kaupun bisa menyembuhkan dirimu sendiri, bilangs aaj kalau kau minta ahdia atas apa yang sudah kau lakukan ini?” Fey malah melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.


“Ehm, pokoknya setelah ini ... beri aku nutrisi sebanyak mungkin.” Refald menempelkan dahinya di dahi Fey tanpa merasa malu dilihat paman dan bibinya yang langsung memelototi Refald. Seakan tahu apa yang dipikirkan Byon dan Biyanca, Refald menjelaskan makna ucapannya. “Hanya bercanda Paman, Bibi. Beginilah caraku dan istriku kalau minta jatah, hehe … tapi aku senang, kalian berdua sudah kembali. Urusanku sudah selesai, kami pamit undur diri.” Tanpa menunggu persetujuan Byon dan yang lainnya, Refaldpun membawa Fey menghilang dari pandangan hanya dalam hitungan detik seperti yang biasa ia lakukan.


“Terimakasih Kak,” gumam Leo lirih dan langsung berjalan pelan kearah Shena. Ia terus menatap Shena dari atas hingga bawah sehingga membuat istrinya itu risih sendiri.


“Bukan sesuatu yang buruk, tapi sesuatu yang bahagia.” Leo tersenyum, ia juga menatap senang wajah Yeon yang mulai tergolek digendongan ibunya.


“Apa itu?” Tanya Shena msih penasaran.


“Nanti saja aku beritahu, oke. Setelah aku memenangkan kompetisi.”


“Astaga! Benar juga, kau masih ingin melanjutkan kompetisi ini?”


“Tentu saja. Aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai.” Leo hendak mencium mesra Shena tapi niatnya ia urungkan karena ayahnya berdeham keras.

__ADS_1


“Ehem,” deham Byon. “Kalian mau pamer kemesraan didepan kami setelah apa yang terjadi?” Tanya Byon datar tanpa ekspresi.


“Memangnya kenapa, Yah? Kalian berdua juga bisa bermesraan seperti kami?” goda Leo yang langsung disambut tawa Shena.


“Tidak sebelum ibumu menandatangani surat-surat ini,” jawab Byon dan iapun menyerahkan lipatan berkas yang sudah Byon siapkan sejak lama dalam saku jasnya. “Urusan kita berdua, masih belum selesai, Bii. Tanda tangani berkas-berkas ini.” Byon menatap wajah tegang Biyanca.


“Ayah!” seru Leo terkejut dengan berkas yang diberikan Byon pada ibunya, begitupula dengan Shena. Ia terpana melihat berkas yang ada ditangan ayah mertuanya. Pikiran Shena langsung traveling kemana-mana.


“Ayah,” ujar Shena dengan nada gemetar. “Apa yang Ayah lakukan? Berkas apa itu?” mata Shena menatap tajam wajah Byon sambil berkaca-kaca.


“Berkas, yang wajib ditandatangani oleh ibumu,” jawab Byon dan ia kembali menatap wajah istrinya yang shock.


BERSAMBUNG


****


Maaf kalau upnya telat. Terus sabar nunggu upnya lagi, periapan kontes final Leo. Ada yang tahu siapa lawannya? Hehehe … Ehm … kira-kira Byon ngasih berkas apa ya?


Terimakasih atas semua dukungan kalian salama ini, jujur kemarin aku sempat down dan berkat dukungan kalian semua aku kembali semangat nulis lagi. ka ariju ari, ka lusi, ka enok, ka sofi, ka berdoa saja, ka syakila dan semua yang tidak bisa kusebutkan satu persatu, terimaksih atas kesetiaan kalian menunggu up karyaku. Love you all. Tanpa dukungan dari kalian semua mungkin aku nggak akan sampai seperti ini. Entah bagaimana cara menyampaikannya yang jelas, aku sayang kalian semua.



bayangin visual Leo dan Shena yang lagi gendong Yeon

__ADS_1


__ADS_2