Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 184


__ADS_3

Abraham Lonpey memang berhasil melarikan diri dari Leo dengan menggunakan bom asap yang ia dapat dari bawah salah satu meja kedai dimana tempat adalah tempat penyimpanan bom yang khusus ia rancang untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Laki-laki itu mengambil diam-diam bom tersebut selagi Leo lengah saat menerima laporan melalui sambungan telepon.


Setelah aksinya berhasil, bukan berati bos besar sindikat perdagangan manusia ini benar-benar lolos dari jerat hukum, justru inilah yang memang diinginkan Leo. Sebab dengan kaburnya ketua mafia itu maka selesailah sudah tugas Leo. Sebab, pelarian yang dilakukan Abraham Lonpey ini memang sudah ditunggu-tunggu Refald sejak tadi. Itulah mengapa Refald tak ikut Leo masuk kedai.


Suami Fey itu sengaja menunggu kedatangan orang yang dicari-cari kepolisian dunia dalam keadaan sudah tak punya apa-apa. Baik yang ataupun anak buah. Abraham benar-benar sendiri dan malangnya lagi, ia keluar dari kandang singa, masuk kandang naga alias jebakan Refald si raja dedemit dari dunia lain.


"Si-siapa kau?" tanya Abraham saat Refald berdiri tegap dengan pakaian serba hitam dan tatapan tajam menawan.


"Jika aku memberitahumu soal siapa aku, aku takut kau akan pingsan dan itu ... akan sangat merepotkan. Lebih baik kau tidak tahu," jawab Refald santai dan masih standby ditempatnya.


"Minggir!" bentak Abraham.


"Menyerahlah, akan lebih mudah kalau kau menyerah tanpa harus melalui kekerasan. Kau harus mendapat hukuman atas apa yang sudah kau lakukan, baru arwah orang-orang yang kau bunuh merasa tenang."


"Jangan ikut campur urusanku? Kalau kau tidak ingin mati ditanganku ... menyingkir dari hadapanku! Sekarang!" bentak Abraham lagi sambil berlari menyerang Refald yang masih tak beranjak dari posisinya.


Namun, suami Fey itu mulai menunjukkan sedikit kekuatannya. Ia berpindah tempat dengan cepat sebelum Abraham menyentuh tubuhnya dan tiba-tiba saja Refald sudah berdiri dibelakang bos mafia yang bingung karena orang berbaju serba hitam tiba-tiba saja menghilang dihadapannya.


"Di mana orang itu?" tanya Abraham heran. Ia menoleh kesana-kemari untuk mencari keberadaan Refald. Ini pertama kalinya ia mendapat lawan aneh bin ajaib seperti Refald.


"Di sini," jawab Refald singkat dari balik punggung Abraham.


Belum juga si bos mafia itu menoleh kebelakang, tangan kiri Refald terayun dan ia memukul tengkuk Abraham dengan keras hingga pria itu pingsan seketika.


Seluruh anggota SWAT berkumpul dan langsung meringkus Abraham Lonpey yang menjadi buronan mereka selama berbulan-bulan setelah mendapat pukulan Refald. Kini, penjahat kelas kakap ini berhasil dilumpuhkan berkat kerjasama duo somplak Leo dan Refald.


Dari sini, tugas Refald diambil alih sepenuhnya oleh anggota ayahnya yang memang sudah bersiap-siap sejak tadi. Sebagai anak buah Dilagara selaku ayah Refald, mereka sudah tidak kaget lagi dengan aksi menakjubkan manusia super yang tiada duanya di dunia ini saat melumpuhkan semua penjahat. Orang-orang seperti Refald dan Leo memang dibutuhkan dunia agar perdamaian dan ketenangan manusia tetap terjaga. Sayangnya, keduanya menolak untuk menjadi bagian dari organisasi mereka dan hanya bersedia membantu bila dibutuhkan saja.


"Terimakasih Tuan muda. Seperti biasa, anda sangat hebat!" Salah satu anggota SWAT itu memberi hormat pada Refald dan Refaldpun ikut hormat juga.


"Di mana ayahku?"

__ADS_1


"Ada di kantor polisi. Tempat yang sudah dihancurkan adik anda. Kami harus membuat laporan untuk membayar ganti rugi yang disebabkan oleh adik anda sang ketua gengster itu."


"Ah ... kalau begitu selamat berjuang," ujar Refald sambil tersenyum dan hendak beranjak pergi.


"Anda mau kemana Tuan muda?" tanya salah satu anak buah ayahnya.


"Mau kencanlah, bye!" Refald pergi dengan gaya khasnya menuju tempat lokasi Fey berada.


***


Shena sama sekali tidak curiga pada apa yang terjadi dengan Fey selama ia membersihkan pakaian kotornya di toilet. Ia langsung mengajak Fey untuk membeli pakaian baru karena baju yang dikenakan Shena basah. Feypun setuju dan membantu Shena memilihkan baju yang pas untuk istri Leo itu ketika mereka sudah ada di dalam toko pakaian ala orang desa.


Meski tidak mewah dan barang-barang yang dijual bukanlah barang bermerek, tapi model dan kualitas baju di toko sederhana ini tak kalah bagus dengan baju-baju yang dijual di mall-mall kota. Shena lebih suka kualitas pakaian produk dalam negeri dibandingkan dengan produk luar. Sebab, Shena juga masih memiliki sedikit jiwa patriotisme.


"Kau cantik," komentar Fey saat Shena sudah berganti baju.


"Kakak, tak ingin beli juga?"


"Lain kali saja, aku sedang tidak mood. Kalau kau sudah selesai, ayo kita pulang sebelum Refald dan Leo pulang," ajak Fey.


"Kalau begitu, ayo cepat! Apa ada yang ingin kau beli lagi?"


"Tidak," jawab Shena cepat. "Aku rasa sudah cukup."


Fey dan Shena berjalan beriringan menuju pintu keluar toko setelah membayar barang-barang yang mereka beli. Namun, betapa terkejutnya Shena setelah melihat siapa orang yang berdiri diatas motor dengan pakaian serba hitam dan memakai jaket hitam yang pernah dibelikan Shena. Orang itu, siapa lagi kalau bukan Leo, suami yang amat sangat dicintainya.


"Leo!" ujar Shena senang karena suaminya menatap Shena dengan ekspresi yang sangat Shena suka.


"Hai Sayang!" Leo melambaikan tangannya dan berjalan mendekat kearah Shena dan Fey berdiri.


"Pergilah dengan suamimu. Dia datang kemari untuk menjemputmu," bisik Fey sebelum Leo sampai di depan mereka.

__ADS_1


"Lalu ... bagaimana dengan, Kakak?"


"Jangan khawatirkan aku. Nanti malam, aku dan Refald akan datang kerumahmu untuk makan malam bersama seperti yang sudah kita rencana sebelumnya."


Belum sempat Shena menjawab, Leo sudah berdiri dibalik punggung Shena sehingga wanita cantik itu tak jadi buka suara.


"Hai kakak ipar," sapa Leo pada Fey saat ia sudah berdiri tepat di dekat dua wanita cantik ini.


"Hai juga! Sepertinya, urusanmu sudah selesai disana." Fey balas menyapa.


"Iya, dan terimakasih karena sudah menjaga Shena untukku. Bolehkah kuculik istriku? Aku ... ingin berkencan dengannya mumpung ada waktu." Leo mengedipkan salah satu matanya pada Shena.


"Kau tak perlu minta izin padaku Leo, dia istrimu, bukan istriku. Pergi dan bersenang-senanglah. Sampai ketemu lagi nanti malam." Fey tersenyum melihat Shena dan Leo berbinar-binar bahagia.


Tanpa menunggu waktu lama, Leo menggenggam erat tangan Shena dan menggandengnya pergi meninggalkan Fey sendiri. Pasangan sejoli itu naik motor dan berkendara bersama. Shena melingkarkan kedua tangannya diperut Leo dengan erat sehingga membuat si gengster itu semakin menambah kecepatan laju motornya.


"Kapan kau beli motor ini? Aku tidak pernah tahu sebelumnya?" tanya Shena saat keduanya sedang berkendara bersama dengan mesra.


"Ini bukan motorku, Sayang. Ini punya anak buahku. Aku baru saja mencurinya," jawab Leo bangga.


"Hah?" Shena terkejut tapi juga tersenyum. "Dasar nggak ada akhlak, motor anak buah sendiri juga diembat!" gumam Shena sambil menempelkan dagunya dibahu Leo.


"Pegang yang erat Sayang. Aku akan ngebut!" seru Leo senang.


"Kita mau kemana?"


"Kencan!" teriak Leo dengan lantang.


Fey hanya tersenyum menatap kepergian dua sejoli nggak ada akhlak itu. Ia hendak berjalan pergi juga tapi satu tangannya tiba-tiba ditarik seseorang dari belakang. Awalnya Fey marah dan hendak memarahi orang yang berani menyentuhnya tapi tidak jadi karena ternyata orang itu adalah Refald, suaminya sendiri.


Refald menarik tubuh Fey masuk kedalam pelukannya dan keduanya langsung bertatapan mesra. "Mau kencan denganku?" tanya Refald sambil memamerkan senyum manisnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2