Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 213


__ADS_3

Saat Shena sedang asyik ngobrol dengan suaminya, ia tak sengaja melihat Laura dan Roy ada di sebuah ruangan di dalam rumah. Awalnya Shena terkejut melihat Laura. Bagaimana bisa sahabatnya itu ada disini padahal tempat ini adalah markas rahasia Leo dan tak sembarang orang bisa masuk kemari. Namun, setelah dipikir-pikir, akhirnya Shena mengerti, kalau ternyata orang yang sedang ditunggu-tunggu Leo sejak tadi adalah Roy dan Laura.


"Suamiku, Sayang. Apa ... orang yang kau tunggu-tunggu, adalah mereka?" tanya Shena. Ia menunjuk posisi Laura dan Roy dengan dagunya.


Leo mengikuti arah pandang Shena dan mengangguk pelan. "Ehm, mereka sudah datang." Leo tersenyum. "Ayo kita temui mereka."


Tanpa banyak bicara, Shena menuruti ajakan suaminya. Keduanya saling bergandengan tangan menuju tempat Roy dan Laura berada tanpa mereka tahu bahwa Laura sedang ketakutan setengah mati karena mengira pasangan suami-istri itu telah tiada. Parahnya lagi, sahabat Shena itu malah menganggap Leo dan Shena adalah arwah gentayangan yang sedang menghantuinya.


Semakin lama, Leo dan Shena semakin dekat. Semakin takutlah Laura ketika melihat sosok yang ia kira adalah hantu. Buru-buru Laura berlari dan bersembunyi dibalik punggung suaminya karena ketakutan.


"Kalian berdua sudah datang, " Sapa Leo begitu ia membuka pintu ruangan.


Shena sangat senang melihat Laura, tapi senyumnya langsung hilang ketika melihat ada yang aneh dengan sahabatnya. Biasanya Laura memeluknya jika mereka bertemu seperti ini. Namun kali ini berbeda, jangankan berlari memeluk Shena, melihat wajahnya pun Laura enggan.


"Ada apa dengan Laura?" gumam Shena begitu melihat sahabatnya berada dibalik punggung Roy. Iapun beralih menatap Leo untuk menanyakan sesuatu. "Leo, apa ada yang aneh dengan wajahku?"


Leo mengamati wajah istrinya sambil tersenyum. "Tidak, Sayang. Kau cantik seperti biasanya. Memangnya kenapa?" Leo balik bertanya.


"Jika tidak ada yang aneh dengan wajahku, kenapa Laura tak mau melihat kita? Ia malah sembunyi di balik punggung suaminya. Padahal, tadi kan dia tidak apa-apa?" Shena jadi bingung.


"Benarkah?" Leo menatap tajam mata Roy. "Ada apa dengan istrimu, Roy?" tanya Leo.

__ADS_1


Sebelum Roy buka suara, tiba-tiba saja, Laura maju kehadapan Leo dan Shena sambil mengatupkan kedua tangannya. Ia duduk dan membungkukkan tubuhnya.


"Maafkan aku, Leo ... Shena. Bukannya kami tidak mau menghadiri pemakaman kalian, aku tidak tahu ada apa dengan Roy sehingga dia memaksaku kemari untuk bertemu seseorang. Tolong jangan hantui aku. Aku sangat sedih karena sudah kehilanganmu Shena, tapi aku juga berdoa agar kau dan Leo tenang di alam sana." Laura terisak dan menangis tersedu-sedu tanpa tahu dua orang didepannya terpaku mendengar apa yang dikatakan Laura. Sedangkan Roy jangan ditanya, mati-matian ia menahan tawa agar tidak muncrat keluar.


"Ra? Apa yang kau katakan?" tanya Shena masih sedikit terkejut karena sahabatnya ini mengira kalau dirinya dan Leo adalah hantu.


"Aku memang sangat ingin memelukmu, Shena. Tapi dunia kita sudah berbeda. Dan sejujurnya, aku sangat takut dengan yang namanya hantu. Aku akan selalu menyayangimu sampai kapanpun dan berjanji akan sering-sering mengunjungi makam kalian. Jadi, pergilah dan jangan hantui aku lagi," isak Laura


"Hah?" Semakin bingung lah Shena. Ia ikut duduk agar sejajar dengan Laura. Namun diluar dugaan, Laura ketakutan dan langsung berlari lagi dan bersembunyi dibalik tubuh Roy.


Shena tertegun melihat aksi sahabatnya yang benar-benar ketakutan saat melihatnya. "Ra, ini aku. Aku dan Leo belum mati, kami berdua masih hidup, dan kami bukan hantu," pekik Shena meyakinkan Laura.


Laura terkejut mendengar pernyataan Shena. Namun ia juga tak bisa percaya begitu saja. "Benarkah? Kau tidak bohong? Kau bukan hantu?" Laura jadi ragu.


Ucapan Leo bagaikan sambaran petir bagi Laura. Ia langsung menatap Shena dan suaminya secara bergantian mulai dari atas hingga bawah. Yang dikatakan Leo memang benar, dua pasangan suami istri itu tak terlihat seperti hantu. Mereka berdua malah tampak segar bugar dan tak seperti mayat.


"A-ada apa ini? Jika ... kalian berdua masih hidup? Lalu ... yang mati itu siapa?" tanya Laura terbata-bata antara percaya dan tidak percaya.


"Nah itulah masalahnya." Shena mengepalkan kedua tangannya sambil mencari-cari sesuatu. Matanya tertuju pada sebilah sapu yang berdiri tegak di gantungan dinding.


Dengan gerakan cepat, Shena meraih gagang sapu itu dan langsung melayangkannya pada Roy ."Dasar bengek kau Roy! Kaulah yang merencanakan semua ini, kan? Habislah kau!" Teriak Shena sambil memukul-mukul tubuh Roy.

__ADS_1


Suami Laura itu pun berlari menghindari serangan Shena yang tak terduga itu. "Apa maksudmu?" tanya Roy membela diri sambil berlari.


"Kau masih berani berkilah, ha?" teriak Shena penuh emosi.


"Sungguh aku tak mengerti maksudmu Shena."


"Sepertinya kau perlu dilempar sapu supaya ingatanmu kembali, ha? Berhenti kau disitu! Dasar pokemon!" Teriak Shena marah. Istri Leo itu sudah bersiap sedia melempar sapu yang ada ditangannya.


"Woy Leo! Tolong aku! Ada apa dengan istrimu. Hentikan dia? Sejak kapan dia jadi monster galak begitu."


"Gimana ya Roy, kalau aku membantumu aku tidak dapat jatah dari Shena. Jadi, aku tak bisa menolongmu." Leo menyeringai sambil mengedipkan matanya pada Shena.


"Diam kau disitu, pokemon!" Seru Shena dan mulai melempari Roy dengan sapu. Nun lemparannya meleset. Sebagai ganti, Shena malah mengambil vas bunga yang ada di meja. Jika sampai lemparan Shena kali ini mengenainya, maka tamatlah riwayat Roy.


"Tunggu-tunggu! Jelaskan dulu, memang apa salahku sampai kau mau melempariku sapu, ha?"


"Kau tak tahu kesalahanmu? Kau kan yang meminta Leo untuk memanipulasi kematiannya dan juga kematianku? Bahkan kau juga tak memberitahu Laura kalau sebenarnya kami masih hidup hingga Laura menganggap kami berdua hantu. Kau masih mau mengelak, ha?"


"Apa?" Roy terpana karena dituduh Shena yang bukan-bukan. "Siapa yang bilang kalau semua ini rencanaku. Itu semua rencana suamimu si kaampret Leo itu!" Roy beralih menatap kesal Leo yang cekikikan melihat Shena dan Roy kejar-kejaran bagai Tom and Jerry. "Dasar bengek kau Leo? Kenapa kau menjadikanku kambing hitam, ha? Kau mau cari mati?" Roy melipat kedua lengan bajunya dan hendak mengajak Leo berkelahi. Namun langkahnya dihadang oleh Laura dengan tatapan mata ingin mencincang habis Roy.


Suami Laura itu hanya diam terpaku melihat napas Laura naik turun karena ia merasa dibohongi oleh suaminya sendiri. "Mau kemana kau, ha?" tanya Laura menatap tajam Roy.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2