Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 51 Polisi itu ....


__ADS_3

Kedatangan orang tak terduga itu memang dirasa sangat aneh bagi Leo. Apalagi, orang tersebut mengajaknya ikut dengannya tanpa sebab. Tentu saja Leo sangat terkejut dan tidak ingin percaya begitu saja pada polisi brengsek yang masih saja mencari gara-gara dengannya.


“Minggir, jangan halangi jalanku!” tandas Leo dan ia menarik tangan Shena untuk melanjutkan perjalanan daripada menggubris kata-kata polisi bengek itu.


“Dengarkan aku tuan muda Leo. Anda dan istri anda bisa mati jika kalian berdua naik pesawat itu?” polisi itu tetap berusaha menyakinkan Leo. Wajahnya terlihat sangat serius seolah apa yang dikatakannya itu benar dan bukan mengada-ngada.


“Kau pikir aku akan percaya pada orang sepertimu? Apa rencanamu kali ini, ha? Menyingkir dari hadapanku atau aku akan menghabisimu,” geram Leo sambil menatap marah pada polisi yang tidak lain adalah pria berkumis tebal. Tidak salah lagi, pria itu adalah polisi yang sempat bersitegang dengan Leo gara-gara penghadangan jalan seenaknya yang dilakukannya demi pejabat kota. Selain itu, polisi ini terkenal dengan kejelekannya yg suka memanfaatkan orang-orang tak berdaya. Sangat aneh jika tiba-tiba saja, polisi bengek itu peduli dengan keselamatan Leo dan Shena.


“Silahkan bunuh saya jika itu bisa membuat anda berada disini sedikit lebih lama. Saya siap sedia.” tandas polisi itu tanpa ragu. Ia bahkan menyerahkan pistolnya kepada Leo untuk segera membunuhnya jika memang itu yang diinginkan Leo.


Sementara Shena hanya bersikap waspada tanpa berani ikut campur urusan pria.


Aksi yang dilakukan polisi itu membuat Leo jadi sedikit ragu dan bertanya-tanya. Siapa sebenarnya orang yang kini ara didepannya dan kenapa ia melakukan semua ini demi mencegahnya agar tidak jadi menaiki pesawatnya. Namun, belum sempat Leo bertanya, tiba-tiba ada beberapa orang mulai berjalan mendekat ke arah mereka dan polisi itu bergegas meminta Leo dan Shena segera bersembunyi disuatu tempat sementara ia akan menghalangi orang-orang itu agar tidak menemukan mereka berdua.


“Cepat sembunyi dulu tuan muda! Tidak ada waktu lagi, nanti akan saya jelaskan semua tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi sekarang, keselamatan istri anda jauh lebih penting dari apapun. Kali ini, tolong percayalah pada saya,” pinta polisi itu pada Leo sambil mengamati area sekitar. Suara beberapa orang terdengar semakin dekat ke arah mereka berada saat ini.


Meski ragu, tidak ada pilihan lain bagi Leo untuk mencoba percaya pada polisi bengek itu. Ia dan Shena langsung masuk ke sebuah ruangan yang bertulisakan ‘Khusus Staf’. Leo dan Shena menutup pintu itu tepat setelah gerombolan beberapa orang datang menghampiri polisi tersebut.


“Sebenarnya ada apa ini Leo?” bisik Shena pada suaminya saat keduanya berada di balik pintu.


“Aku juga tidak tahu, Sayang. Kemungkinan besar misi paman mengawal kita telah diketahui musuh?”


“Lalu, bagaimana dengan polisi itu?”

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu siapa dia sebenarnya. Kita simak saja obrolan mereka.” Leo memerhatikan Shena yang terlihat cemas. “Apa kau takut, Sayang? Lagi-lagi, kita berdua dalam bahaya.”


“Aku memang takut, tapi ada kau bersamaku. Jadi aku tidak takut lagi. Bahaya apapun yang mengancam kita, kita berdua pasti bisa melaluinya. Kau sendiri tadi yang bilang begitu padaku. Jangan khawatirkan aku, Leo junior juga baik-baik saja.”


“Kau tidak menyesal menikah denganku? Semua wanita pasti mendambakan kehidupan yang nyaman, damai, dan tenteram. Tapi aku tidak bisa menjamin kehidupan seperti itu padamu. Bersamaku kau hanya akan mengalami kesulitan, bahkan nyawamupun terancam.”


“Kau ini bicara apa? Kenapa aku harus menyesal? Justru aku bahagia bersamamu Leo. Kenapa kau bicara seperti itu? Atau jangan-jangan, kau yang menyesal menikah denganku.” Shena tidak habis pikir apa alasan Leo berkata seperti itu padanya setelah semua hal yang mereka lalui bersama.


“Maafkan aku Sayang, pikiranku sedang kacau.” Leo mencium mesra bibir istrinya yang mulai berkaca-kaca. “Aku benar-benar kesal sekarang. Aku juga bersumpah akan menghabisi semua orang yang sudah berani menempatkan kita dalam posisi ini.” Leo mengepalkan tangannya dengan sangat kuat sambil mengamati apa yang terjadi diluar sana malalui lubang kecil yang ada di pintu.


Sementara Shena memegang tangan suaminya agar ia tidak terbawa emosi. Shena sangat mengerti situasi yang sedang mereka hadapi saat ini. Leo tidak bisa memercayai siapapun sekarang, musuh sangat teliti dan pergerakan mereka juga cepat. Sedangkan Leo sendiri belum punya persiapan apapun untuk melawan mereka. Kejadian ini benar-benar mendadak dan Leo butuh waktu untuk mempelajari dan menguasai medan perang yang sepertinya sudah dimulai tanpa aba-aba terlebih dulu.


“Kau sedang bicara dengan siapa?” tanya salah satu rombongan para pria tak dikenal pada polisi itu. Leo mengintip dari balik lubang kecil untuk mengetahui siapakah orang-orang itu dan hasilnya, Leo sama sekali tidak mengenali siapapun dari mereka.


“Owh, apa mereka berdua sudah sampai kemari?” tanya orang itu lagi.


“Mobil yang disiapkan belum datang, artinya mereka belum sampai kemari. Jika mereka datang pasti akan langsung menaiki pesawat itu. Pergilah bersiap-siap agar tidak ada yang curiga. Aku akan memantau kedatangan mereka dari sini.”


“Pastikan mereka berdua menaiki pesawat itu. Huh, aku tidak sabar ingin memberitahu kabar ini pada bos kita.” Para gerombolan orang yang memakai seragam petugas bandara itupun pergi meninggalkan polisi tersebut tanpa curiga.


Setelah dirasa aman, Leo dan Shena keluar dari tempat persembunyian dan menemui polisi itu sambil bertanya, “Siapa kau?” Leo menatap tajam wajah polisi yang berdiri menatapnya.


“Ikutlah denganku, akan aku jelaskan siapa aku sebenarnya.”

__ADS_1


“Jawab dulu pertanyaanku! Siapa kau? Kau adalah salah satu anggota geng kapak itu, kan?” Leo tetap tidak bergeming dari tempatnya.


Sebelum polisi itu menjawab pertanyaan Leo, ponsel polisi itu berdering dan ia mengangkat panggilan teleponnya. “Ya, Sir. Ehm ... tuan muda Leo dan istrinya sedang bersama dengan saya. Tapi sayanganya ia tidak percaya dengan apa yang saya katakan, tolong bantu jelaskan padanya. Kami sudah tidak punya waktu lagi.” polisi itu menyerahkan ponselnya pada Leo dan betapa terkejutnya Leo setelah tahu siapa orang yang menelepon polisi itu.


Dengan ragu, suami Shena itu mendekatkan ponsel tersebut ditelinganya. “Ayah,” ujar Leo yang langsung membuat Shena mengatupkan mulutnya dengan kedua tangannya.


“Leo, dengarkan aku. Ikuti polisi itu, sekarang juga! Sudah tidak ada waktu lagi, kita akan bertemu kembali jika kau mau mengikutinya,” ujar Byon dari seberang sana.


“Baik ayah,” ujar Leo lirih dan mengembalikan ponsel milik polisi itu tanpa berkata apa-apa lagi.


Suami Shena itupun tidak bisa membantah apa yang dikatakan ayahnya meski dalam hati, ada sejuta pertanyaan yang akan Leo ajukan pada ayahnya dan orang yang kini berdiri dihadapannya. Terutama, hubungan mereka berdua dan bagaimana bisa polisi bengek ini mengenal ayahnya. Namun sepertinya Leo harus menahan diri, karena keselamatan Shena harus diutamakan.


Mereka bertiga bergegas pergi menuju kesuatu ruangan rahasia yang sepertinya hanya polisi itu yang tahu. Sebab pintu rahasia itu baru bisa dibuka menggunakan scane jantung, sidik jari dan kornea matanya saja. Leo bahkan tidak tahu kalau bandara ini memiliki tempat rahasia seperti ini.


“Wuah daebak, aku kira hal semacam ini cuma ada di dalam film action saja. Tidak kusangka ternyata memang benar-benar ada,” gumam Shena tetapi Leo masih diam menatap tajam pergerakan polisi itu, ia sangat penasaran tentang siapa sebenarnya orang yang berjalan dihadapannya ini.


“Ruangan ini, khusus dibuat oleh tuan Byon sejak pertama kali tuan muda Leo lahir ke dunia yang fana ini, nona Shena.” polisi itu pun bahkan tahu nama Shena padahal semenjak mereka bertemu hingga detik ini, Shena tidak pernah sekalipun menyebutkan namanya di depan orang ini.


“Apa?” ujar Leo dan Shena bersamaan dan mereka pun saling pandang karena sama-sama tidak mengerti maksud dari apa yang barusan dikatakan polisi itu. semakin heranlah Shena karena sosok polisi itu benar-benar misterius.


BERSAMABUNG


***

__ADS_1


__ADS_2