Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 110 Serangan Dadakan


__ADS_3

Shena sengaja mengajak suami dan seluruh keluarganya datang kemakam Sasa. Sahabat Shena sewaktu mereka kuliah dulu. Gadis inilah alasan kenapa Shena sangat membenci Leo kala itu, meski mati-matian ia menghindari orang yang kini telah menjadi suaminya, tetap saja takdir telah menyatukan mereka berdua dalam sebuah ikatan suci yang didambakan setiap orang, yaitu ikatan tali pernikahan. Walau Leo dan Shena kini telah berbahagia terlepas dari semua masalah yang menimpa mereka, tetap saja Shena tidak bisa melupakan Sasa. Meski kini Shena tak bisa lagi bertemu dengan Sasa, ia tetap akan meminta maaf pada almarhum sahabatnya.


“Maaf, kami datang terlambat Sasa,” ujar Shena sambil meletakkan sebuket bunga diatas makam almarhum sahabatnya. “Harusnya kami datang sejak dulu. Hal itu karena banyak hal yang terjadi pada kami berdua sehingga baru kali ini aku bisa mengunjungimu. Maafkan aku, maaf untuk semuanya. Dan terimakasih juga karena cintamu pada Leo begitu tulus sampai kau rela mengorbankan nyawamu sendiri. Semoga kau tenang dialam sana Sasa, dan semoga kau juga bahagia.” Shena menatap lurus makam almarhum temannya. Sedikit banyak ia mengenang masa-masa saat mendiang masih hidup, serasa manis dan penuh tawa walaupun itu hanya sesaat.


Sementara Leo hanya berdiri diam disamping Shena tanpa bicara apa-apa. Tidak ada yang tersisa dihati Leo karena ia hanya menganggap Sasa seperti adiknya sendiri, tak lebih dari itu. Karena itulah ia tak bisa mengatakan apapun untuk disampaikan.


“Sayang, jika kau masih lama … aku mau ke toilet dulu.” Leo memegang bahu istrinya.


“Ehm, sebenarnya … aku sudah selesai, tapi aku akan menunggumu disini!” ujar Shena.


Leopun tersenyum sambil mengecup kening Shena lalu iapun pergi meninggalkan Shena dan bibi Egha bersama pengasuh Yeon yang sedang menidurkan Yeon. Leo mengusap lembut kepala putranya sebelum ia pergi seolah-olah akan terjadi sesuatu.


“Kenapa suamimu aneh sekali hari ini?” bisik bibi Egha pada Shena.


“Aneh bagaimana, Bi?” Tanya Shena tidak mengerti.


“Masa ia mau pergi ke toilet saja sampai harus mengusap kepala putranya seperti itu seakan ia mau pergi jauh saja!”


“Leo memang begitu, Bi. Dia sangat menyayangiku dan Yeon. Sedetik saja kami tidak bertemu, rasanya bagai sewindu. Bibi jangan kaget, lama-lama pasti Bibi juga akan terbiasa dengan sikapnya yang mamang kadang tidak biasa.”


“Begitu, ya? Ya sudah kalau begitu. Lalu … makam siapa ini? Kenapa kau minta maaf padanya? Apa yang sudah kau lakukan?”


“Dia teman baikku semasa kami kuliah, Bi. Banyak hal yang terjadi dan berkat dialah akhirnya aku dan Leo bertemu. Awalnya aku membenci Leo karena temanku ini. Namun, setelah mengetahui semuanya … aku mulai jatuh cinta pada suamiku. Ceritanya panjang dan juga sangat rumit, yah seperti itulah anak muda Bi. Aku rasa … bibi mengerti.”

__ADS_1


“Ehm, apa seperti kisahku dan kedua orangtua Leo?” tebak bibi Egha.


“Iya … seperti itulah kira-kira.” Shena tersenyum dan tiba-tiba saja, ada sekelompok orang tak dikenal menyerang mereka semua.


Tentu saja, Shena sangat shock dan juga panik. Sebab, serangan ini begitu mendadak dan tanpa bisa diduga. Yang lebih mencurigakan lagi adalah, sepertinya serangan dadakan ini sengaja direncanakan. Shena sungguh tidak tahu darimana orang-orang ini datang.


Para pengawal Leo yang berjaga disekeliling mereka langsung sigap melawan orang-orang tak dikenal itu. Sayangnya, pasukan Leo kalah jumlah sehingga mereka bisa dengan mudah dilumpuhkan.


“Siapa kalian?” teriak Shena. Ia sama sekali tidak mengenali orang-orang ini. Apakah mereka ini perampok atau bukan, Shena sungguh tidak tahu.


“Ikut kami!” bentak salah satu orang yang paling dekat dengan Shena dan keluarganya berdiri.


Shena sengaja berdiri paling depan untuk melidungi bibinya dan Yeon yang ada dalam gendongan pengasuhnya. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keluarganya.


“Jelaskan dulu, apa mau kalian? Kenapa menyerang kami tiba-tiba!” gertak Shena, ia sudah mengambil ancang-ancang untuk melawan mereka semua sampai Leo datang.


Tanpa menunggu waktu lama, beberapa orang tak dikenal itu langsung menangkap Shena dan juga bibi serta pengasuh Yeon lalu menyeret mereka pergi kesuatu tempat.


“Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?” Shena hendak memberontak tapi ia tidak bisa melihat Yeon disakiti. Orang-orang ini pasti akan menggunakan Yeon untuk mengancamnya agar tidak melawan mereka.


“Sudah, jangan banyak bicara! Jika kalian kooperatif, maka kami tidak akan menyakiti kalian!” ancam orang yang sedang menggiring Shena.


“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri! Jika sampai suamiku tahu, habisalah kalian semua!” bentak Shena kesal. Bukan karena dirinya sedang diserang dan tidak bisa melawan, tapi karena Leo tak kunjung datang juga. Kemana perginya suami terkerennya itu? Kenapa tidak datang menolong?

__ADS_1


“Lepaskan mereka!” terdengar suara yang lembut dan sangat familiar bagi Shena, tapi agak sedikit berbeda.


“Leo!” seru Shena senang.


Akhirnya suami yang ditunggu-tunggunya datang. Leo menatap tajam mata Shena dan juga yang lainnya. Ditangan kirinya, Leo sudah memiting kepala salah satu anak buah penjahat yang menangkap Shena.


“Aku bilang lepaskan mereka atau kalian semua akan mati sia-sia disini!” Leo sudah mulai mengeluarkan senjata apinya dan semua orang yang ada disekeliling Leo terdiam. Beberapa pengawal Leo yang tadi ikut dengannya juga langsung melumpuhkan anak buah penjahat itu.


Penjahat yang mencengkeram tangan Shena juga tidak mau kalah. Ia menodongkan senjata apinya tepat dikepala Shena. “Hei bocah! Apa kau yang bernama Leopard Bay Pyordova?” Tanya penjahat itu.


Leo menodongkan pistolnya tepat kearah penjahat yang menjadikan Shena sandera. “Memangnya kenapa kalau iya? Siapa kalian? Ini peringatan terakhir dariku. Jika kau tidak menurunkan senjatamu, maka terpaksa timah panas ini bakal menembus kepalamu!” ujar Leo dengan tatapan penuh amarah.


“Huh, jika kau menarik pelatukmu, maka … istri dan anakmu serta seluruh keluargamu yang ada disini juga akan mati bersamaku. Tembaklah!” gertak penjahat itu tak gentar dengan ancaman Leo.


Leo memerhatikan sekeliling. Ia menyadari kalau dirinya sedang terdesak karena kalah jumlah. Para anak buah penjahat itu terus saja bermunculan dan langsung menodongkan senjata api mereka kearahnya dan kearah keluarganya berada.


“Apa maumu? Kenapa kau menyerang kami?” Tanya Leo sengaja mengulur waktu untuk mencari cara agar ia bisa mengalahkan semua musuh-musuhnya.


“Keinginanku adalah ....” belum juga penjahat itu menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Leo jatuh pingsan dan ambruk ketanah. Rupanya, suami Shena itu terkena tembakan bius yang entah darimana datangnya.


“Leo!” teriak Shena panik. Ia hendak berlari menghampiri suaminya tapi tangannya dicekal kuat oleh penjahat itu. “Lepaskan aku! Aku ingin melihat bagaimana kondisi suamiku!” teriak Shena sambil terus memberontak.


“Diam kau! Suamimu hanya pingsan, belum saatnya dia mati,” bentak penjahat itu dengan keras. “Bawa bocah tengik itu! Kita harus segera kembali ke markas!” ujar penjahat itu pada seluruh anak buahnya. Mereka semua akhirnya pergi dari pemakaman ini sambil membawa Leo yang sedang pingsan beserta seluruh keluarganya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2