
Tak berselang lama setelah kepergian Leo, Shena dikejutkan dengan kedatangan semua teman-temannya. Para pengawal Shena langsung sigap menghalau agar teman-teman Shena yang terdiri dari Vita, Fitri dan Dody tak bisa mendekati Shena. Namun, Shena memberi kode agar para pengawal Leo itu memberi ruang pada teman-temannya karena mereka tidak berbahaya. Pengawal Leo itupun mengerti dan mereka kembali keposisi mereka.
Ketiga teman Shena langsung datang menghampiri Shena dan tanpa ragu, Fitri dan Vita langsung memeluk Shena dari arah kiri dan kanan Shena. Sementara Dody, langsung melihat putra pertama Shena yang sedang tertidur pulas digendongan ibunya.
“Putramu tampan sekali, Shena? Dia mirip sekali dengan suamimu.” Dody mengamati Yeon kecil.
“Bagaimana kabarmu, Shena? Kau jadi semakin cantik saja setelah menjadi mama muda. Tidak sepertiku yang terlihat tua,” ujar Fitri.
“Shena memang sudah cantik dari dulu, tidak sepertimu ang memang sudah tua sebelum waktunya,” ledek Vita.
“Diam kau!” sengal Fitri dan Vita langsung tertawa.
“Bagiku kalian berdua juga tetap cantik seperti dudu, tidak ada wanita jelek di dunia ini. Karena cantik itu relatif tergantung setiap mata yang memandang.”
“Lagian kalian berdua ini aneh sekali, sudah jadi emak-emak begitu masih saja ngurusin wajah. Kalian sudah laku, urus saja suami-suami kalian itu.” Dody ikut berkomentar.
“Diam kau bujang lapuk! Cantik itu penting juga untuk kami, supaya para suami kami semakin cinta pada kami, tidak sepertimu yang betah melajang hingga sekarang. Dasar bujang lapuk!”
“Salah siapa aku melajang, ha? Setiap kali aku dekat dengan wanita, kalian selalu saja merusak hubungan kami?” tuduh Dody dengan kesal.
“Bagaimana kami tidak ikut campur? Kau mengencani wanita beristri? Tidak adakah wanita lajang lainnya di desa ini sampai kau harus berurusan dengan suami wanita lain? Kau benar-benar membuat kami malu saja. Kalau saja kami tidak memutuskan hubungan kalian, para suami dari wanita-wanita yang kau kencani itu bakal membuatmu jadi daging panggang! Harusnya kau berterimakasih pada kami karena menyelamatkanmu dari kehancuran,” geram Fitri.
Sahabatnya itu memang tidak pandai mencari pasangan saking bodohnya dia. Wajahnya yang lugu dan polos, sering kali jadi incaran setiap wanita yang hanya mencari kepuasan semata.
Shena cuma bisa menganga mendengar percakapan mengejutkan tapi juga unik itu dari teman-temannya. Begitu banyak hal yang terjadi disini dan itu membuat Shena merasa bahwa setiap manusia memang memilk masalah mereka masing-masing.
“Oh iya, dimana suamimu, Shena?” tanya Vita.
__ADS_1
“Baru saja Leo pergi untuk perjalanan bisnis. Begitu urusannya selesai, ia akan segera kembali pulang kemari,” jawab Shena sambil tersenyum.
“Kenapa kau tidak bilang pada kami kalau kau sudah pindah kemari? Kami seperti teman tak berguna untukmu. Kami juga baru tahu kalau kau sudah lama ada di desa ini.” Fitri menatap Shena.
Keempatnya sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu rumah peninggalan keluarga Shena yang lama. Bibi Egha tiba-tiba saja datang dan mengambil alih Yeon untuk diletakkan ditempat tidurnya. Tentu saja teman-teman Shena terkejut melihat ibu Aryani kini ada dirumah Shena.
“Tante? Tante ada disini juga? Sejak kapan?” tanya Dody.
“Sejak Shena dan suaminya datang kemari. Kalian lanjutkan saja ngobrolnya, biar aku yang menjaga Yeon.”
Tidak ada yang menyahut karena semua teman-teman Shena terlalu terkejut melihat ibu Aryani kini tinggal dirumah Shena. Shenapun menjelaskan semuanya, dan untungnya teman-teman Shena langsung mengerti.
“Maaf, kepindahanku kemari juga tak terduga. Tiba-tiba saja Leo mengusulkan untuk tinggal disini sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Dan ada begitu banyak hal yang harus kami urus sampai aku lupa memberitahu kalian semua. Pasti kak Rega yang memberitahu kalian perihal kepindahanku kemari, kan?” tebak Shena.
“Ehm, kami tak sengaja mendengar perdebatan Arga dengan Aryani,” terang Fitri.
“Kau tahu? Sepupumu itu menikah dengan Rega sekarang, dan ia semakin sombong setelah Rega diangkat sebagai kepala desa disini. Si mak lampir itu bahkan tidak menganggap ibunya sendiri dan malah memutuskan hubungan ibu dan anak dengannya. Sebenarnya, Aryani tidak mengizinkan kau dan suamimu tinggal disini. Mereka tidak mau mengeluarkan ataupun menandatangani surat izin tinggalmu di desa ini.” Fitri menjelaskan duduk perkaranya pada Shena.
“Benarkah?” tanya Shena sedikit terkejut. Ia ingin marah tapi tidak enak dilihat teman-temannya. Ia juga masih menjaga perasaan bibinya. “Apa bibiku tahu soal ini?” tanya Shena was-was.
“Aku rasa dia tidak tahu, bukankah kau bilang kalian selalu bersama? Para tetangga yang lain juga tidak ada yang tahu. Kami semua sekarang bekerja di kantor kelurahan, jadi kami bisa mencuri dengar pembicaraan Arga sewaktu ia mebantu mengurus kepindahanmu kemari atas nama suamimu. Si mak lampir itu langsung merobek kertas yang diberikan Arga padanya. Terjadi perdebatan sengit kala itu, tapi Arga juga tidak mau kalah. Ia mengajukan ini kejalur hukum. Aku pikir kau sudah tahu!” ujar Vita.
Shena menyandarkan tubuhnya dikursi. Ia tidak menyangka, sepupunya itu masih saja membencinya tanpa alasan yang jelas. Kapan sadarnya, gadis itu? batin Shena.
“Aku harap, Leo tidak tahu masalah ini, jika sampai Leo tahu, maka Ary dan seluruh keluarganya bisa dibikin pepes pindang oleh suamiku,” ujar Shena masih agak sedikit terkejut tapi juga sedikit cemas. Ia tidak ingin Leo kalap jika mengetahui masalah ini.
“Memangnya kenapa? Kami datang kemari sengaja ingin memberitahukan semua ini pada suamimu? Kenapa kau malah tidak ingin suamimu tahu?” tanya Dody.
__ADS_1
“Kalian tidak tahu siapa suamiku sebenarnya, ia tidak akan pernah membiarkan siapapun yang cari gara-gara dengannya hidup tenang. Aku hanya tidak ingin melihat bibi Egha sedih jika sampai Leo menghancurkan hidup Ary karena telah berani cari masalah dengannya. Suamiku adalah gengster kelas kakap yang tak kenal kata ampun. Kalian harus bantu aku, tolong jaga rahasia ini jangan sampai bocor ke telinga Leo.” Shena menatap sekeliling berharap tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
“Benarkah suamimu sesadis itu?” tanya Vita seolah tidak percaya.
Sebab, dimata teman-teman Shena ini, Leo terlihat begitu charming dan cool layaknya seorang anak sultan sungguhan. Namun, mereka semua jadi bergidik ngeri setelah mendengar penjelasan dari Shena tentang seperti apa Leo sebenarnya.
“Ehm, dia mafia yang licik. Apalagi kalau sampai ia menggunakan cara mafianya. Semua musuhnya tidak akan berani lagi mengangkat kepalanya di depan Leo.” Shena kembali teringat apa saja yang sudah dilakukan suaminya selama ini dan yang terakhir adalah Leo berhasil membunuh ketua geng kapak yang terkenal kejam dan sadis itu. Walau Shena tidak melihatnya secara langsung, tapi dengan membayangkannya saja, Shena sudah tidak sanggup.
“Lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Fitri.
“Aku akan menemui Ary nanti. Jangan sampai ia cari masalah dengan Leo,” jelas Shena.
“Bagaimana kalau memang ia sengaja membuat kalian berdua kesal. Mereka bisa menyuap hukum, loh. Aku pernah mendengar Rega menyuap seorang jaksa atas tindakannya karena sudah menculik seorang wanita sehingga ia dibebaskan dari segala tuduhan.” Dody menambahkan ceritanya.
Shena tersentak mendengar pernyataan Dody, wajahnya langsung tegang.
“Ada apa Shena? kenapa kau terkejut begitu?” tanya Fitri. “Apa ... kau mengenal wanita yang pernah diculik Rega?”
Shena menatap tajam mata Fitri dan teman-temannya. “Ehm, aku tahu siapa wanita yang diculik Rega kala itu,” jawab Shena dengan ekspresi terkejutnya.
“Apa? Siapa dia? Katakan pada kami!” desak Fitri, Vita dan Dody bersamaan.
BERSAMBUNG
***
Yang sudah baca Leo season 1 pasti tahu siapa wanita yang diculik Rega, hehehe ....
__ADS_1
Setelah ini makin seru, jangan bosan baca kisah selanjutnya ya ... dan video-video unik lainnya, nanti pasti aku upload di Ig ku .. terimakasih untuk semuanya dan love you all ...