Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 300 Perlindungan untuk Yuna


__ADS_3

Sebulan telah berlalu sejak kepergian Leo dan seluruh keluarganya. Yuna menjalani kehidupannya seperti biasanya bersama dengan keluarga Rizal. Hanya saja, Yuna sudah tidak lagi disiksa oleh ibu dan kedua kakak angkatnya dan lebih banyak diam seolah menganggap Yuna tidak ada. Mereka juga tak melarang Yuna melakukan apapun yang tunangan Yeon itu suka.


Bukan tanpa alasan mengapa Larasati dan kedua putrinya tak bertegur sapa ataupun mengusik kehidupan Yuna. Bahkan sebisa mungkin mereka menjauhi Yuna. Hal itu karena, meskipun keluarga Leo telah pergi meninggalkan negara ini. Leo mengirim pengawal bayangan untuk selalu melindungi dan menjaga Yuna selama 24 penuh tanpa Yuna ketahui.


Apa yang dikhawatirkan Leo dan Shena memang terjadi. Begitu selesai pesta pertunangan Yeon dan Yuna selesai digelar. Malam harinya, Larasati datang menyelinap ke kamar Yuna dan hendak menikam calon menantu Leo itu dengan sebilah pisau tajam. Sayangnya, aksinya gagal total karena ternyata ada pengawal Leo yang bersembunyi di balik lemari dan langsung melumpuhkan Larasati lalu membawanya ke tempat eksekusi sebelum ia sempat menyakiti Yuna.


“Ini peringatan pertama, dan terakhir bagimu. Jika sampai sekali lagi kau menyentuh Nona Yuna, maka di detik itu juga, nyawamulah yang akan melayang. Camkan kata itu baik-baik! Jangan coba-coba cari masalah dengan keluarga Pyordova kalau masih ingin hidup panjang. Kami mengawsimu selama 24 jam. Silahkan coba kalau kau tak percaya,” ancam pengawal setia Leo itu sebelum kembali membebaskan Larasati setelah sempat semalaman disekap di gudang bawah tanah mengerikan.


Sejak saat itu, Larasati mulai menjauhi Yuna dan tak ingin dekat-dekat dengannya. Setiap kali Yuna muncul, Larasati selalu berlari pergi masuk ke dalam kamarnya. Tentu aksi Larasati yang aneh itu mengundang tanda tanya besar bagi kedua putrinya dan semakin bencilah mereka berdua pada Yuna.


Yuna dan kedua saudara angkatnya bersekolah di tempat yang sama dan ketika ada kesempatan, keduanya menyeret Yuna kebelakang sekolah lalu mengintimidasinya. Mereka berdua menuduh Yuna melakukan sesuatu yang buruk pada ibu mereka sehingga Larasati tampak selalu ketakutan bila melihat Yuna.


“Apa yang sudah kau lakukan pada ibu kami? Kenapa ia seperti terlihat sangat takut padamu? Kau apakan dia?” tanya Viona, kakak angkat pertama Yuna.


“Aku tidak melakukan apa-apa! Sungguh! Sejak pesta malam itu, ibu tak pernah bicara lagi padaku.” Yuna mengatakan yang sebenarnya dan tentu saja kedua kakak angkatnya ini takkan percaya.


“Huh, masih berani kau memanggilnya ibu, ha? Dasar tidak tahu diri!” sengal Viola, kakak kedua Yuna yang paling syirik dengan tunangan Yeon ini.


Yuna tidak ingin menanggapi, dan hendak pergi meninggalkan dua orang menyebalkan itu. Namun, bahu Yuna yang cedera dicekal kuat oleh Viola lalu dengan kasar ia mendorong gadis malang itu hingga membentur dinding. Sontak Yuna merintih kesakitan karena lukanya belum sembuh total. Ia langsung memegangi bahunya yang kesakitan.


“Apa maumu?” tanya Yuna tak takut.


“Huh, masih punya nyali juga kau, ha?” Viola hendak melayangkan tangannya ke arah Yuna, tapi tiba-tiba saja ada salah satu teman sekelas Yuna datang dan menghentikan aksi pengeroyokan ini.

__ADS_1


“Apa yang kalian lakukan?” tanya Lala dengan lantang. Ia adalah teman sekelas Yuna. Gadis itu berlari cepat menghampiri Yuna dan langsung mengajaknya pergi meninggalkan tempat ini. “Jika kalian berdua macam-macam, akan aku laporkan kepala sekolah!” ancam Lala dan berlalu pergi meninggalkan Viona dan Viola yang sama sekali tak merasa bersalah.


“Terimakasih, La?” ujar Yuna pada temannya.


“Jangan berterimakasih, seseorang memberitahuku untuk segera datang ke belakang gedung, awalnya aku kira ada penggemar beratku yang mau nembak aku, eh nggak tahunya kau sedang di bully oleh mereka. Kenapa kau tidak melaporkan aksi kejam mereka kepada bapak ibu guru? Mereka kakak angkatmu, tapi sangat kejam padamu.”


“Belum saatnya, selama mereka tidak melewati batas aku masih bisa bertahan. Kau tenang saja, kapan kau pindah sekolah?” tanya Yuna pada sahabat satu-satunya yang sebentar lagi akan pindah sekolah karena kedua orang tua Lala di pindah tugas dinas.


“Minggu depan kami sudah pindah,” jawab Lala agak sedih. “Maafkan aku, Yuna. Kita akan berpisah dan entah kapan bisa bertemu lagi.”


“Kau tidak perlu minta maaf. Berikan saja nomer ponselmu, nanti akan aku hubungi.”


“Kau sudah punya ponsel?” tanya Lala girang tanpa tahu kalau sahabatnya ini adalah calon menantu dari keluarga sultan. Artinya, Yuna sekarang sudah berkecukupan. Namun, ia tak ingin memmeprlihatkan pada siapapun. Dan menggunakan uang pemberian Shena hanya untuk kebutuhan pendidikannya.


“Kelamaan, keburu ganti nomer aku!” seru Lala.


“Makanya jangan ganti dulu sampai aku menghubungimu. Oh iya, Siapa yang menghubungimu, tadi?” Yuna masih penasaran bagaimana bisa Lala sampai di belakang gedung dan menemukannya.


“Tidak tahu, aku mencoba menghubungi kembali nomer ini dan sudah tidak aktif lagi.” Jawaban Lala sangat mengejutkan Yuna. Tunangan Yeon jadi berpikir kalau ada sesuatu yang janggal.


Pertama, keanehan terjadi pada ibu angkatnya yang seolah sangat menghindari Yuna. Kedua, tiba-tiba saja ada yang menghubungi sahabatnya Lala, supaya menemukannya di belakang sekolah saat ia sedang kesulitan. Semua ini bukan kebetulan Pasti ada seseorang yang mengaturnya. Itulahlah pikiran Yuna kali ini, dan tiba-tiba saja, ia menyadari sesuatu.


“La, kau balik duluan saja ke kelas, ada hal yang ingin kupastikan. Sampai ketemu lagi, oke!” tanpa menunggu reaksi Lala, Yuna langsung berlari kembali ke tempat tadi ia di bawa Viona dan Viola.

__ADS_1


“Eh, mau kemana?” teriak Lala sambil mengamati punggung Yuna yang terus berlari kencang. Karena penasaran, iapun ikut berlari menyusul sahabatnya.


Benar dugaan Yuna, Ola, dan Ona, begitulah sapaan mereka, sudah tak ada lagi di tempatnya. Mereka hilang tanpa jejak. Yuna langsung khawatir dan ini pasti ada hubungannya dengan keluarga calon suami Yuna mengingat siapakah Leopard Pyordova. Mereka memang sudah tidak ada lagi di negara ini, tapi bayang-bayang mereka ada di mana-mana. Seperti yang mereka lakukan sekarang.


“Ada apa?” tanya Lala dengan napas ngos-ngosan.


“Sepertinya kedua kakak angkatku menghilang,” jawab Yuna masih mencari sekeliling, tapi sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sini.


“Mungkin mereka sudah balik lagi ke kelas. Yuk kita balik juga, kita bisa kena hukuman kalau wali kelas kita tahu kita keluar kelas tanpa izin.” Lala menyeret paksa Yuna meninggalkan gedung belakang sekolah yang tak terpakai. Meskipun Yuna masih keberatan dan penasaran akan keberadaan Ola dan Ona. Ia pun tak punya pilihan lain selain mengikuti ajakan temannya.


Kedua kakak angkat Yuna bukannya menghilang, tapi mereka berdua sengaja dibawa pergi oleh pengawal Leo yang bertugas melindungi dan menjaga Yuna dimanapun ia berada. Orang yang mengirimi pesan pada Lala adalah orang-orang Leo. Begitu Lala membawa Yuna pergi, para anak buah Leo datang dan lansgung menculik dua gadis resek itu karena telah berani menyakiti Yuna. Mereka berdua dibawa ke gudang eksekusi tempat dimana ibunya pernah disekap.


“Siapa kalian? Kenapa kalian menculik kami?” bentak Viona kasar.


“Kalian salah pilih culik orang, kami keluarga miskin, tidak punya uang untuk membayar tebusan, harusnya kalian culik gadis yang benama Yuna. Dia calon menantu sombong dari keluarga sultan. Kalian bakal mendapat hadiah uang banyak jika menculiknya.” Viola malah memprovokasi orang yang ia kira sebagai penculik supaya ikut menculik Yuna tanpa tahu bahwa orang-orang ini adalah bawahan calon mertua dari Yuna.


Plak!


Tanpa di duga sebuah tamparan keras mendarat di pipi gadis bengek itu.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2