Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 92 Shena


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Leo hanya diam membisu dan memandang lurus kedepan. Shena sendiri juga tidak berani memulai pembicaraan. Ia tahu suami tercintanya ini sedang kalut. Shena tidak ingin membuat perasaan Leo semakin kacau jika ia membuka mulutnya. Karena itulah Shena memutuskan mengikuti kemanapun suaminya pergi dalam diam, tapi tetap terus memerhatikan Leo dengan segenap cinta yang Shena punya.


Saat dalam perjalanan, tiba-tiba terdengar bunyi perut keroncongan. Leo yang sedang fokus menyetir langsung tersadar suara apa itu. Seketika ia menepikan mobilnya dan menatap Shena yang sejak tadi juga menatapnya.


“Kau lapar, Sayang? Bagaimana kalau kita cari makan dulu,” tawar Leo. Ia jadi merasa bersalah pada Shena karena telah membiarkan Shena kelaparan gara-gara dirinya.


Shenapun mengangguk setuju sambil tersenyum menatap Leo. Ia tak bisa menolak ataupun berkomentar apa-apa. Sebenarnya, ia sangat khawatir dengan Yeon, tapi kondisi perasaan suaminya sekarang juga sangat membuat hati dan pikiran Shena tidak tenang sama sekali.


Shena mencoba mengirim pesan pada bibinya untuk menanyakan apakah Yeon baik-baik saja, dan Shena langsung lega setelah bibinya mengirim gambar kalau Yeon sedang tertidur pulas. Seketika, rasa khawatir Shena jadi berkurang. Kini, ia bisa fokus menemani suaminya yang sedang butuh teman.


Leo memarkirkan mobilnya dihalaman restoran mewah. Ia menggandeng tangan istrinya dan membukakan pintu restoran untuk Shena. Perhatian Leo tak hanya berhenti sampai disitu, ia menarikkan kursi agar Shena bisa duduk lalu ia pun duduk dihadapan Shena sambil memerhatikan wajah istrinya.


“Kau mau makan apa, Sayang?” tanya Leo mesra.


“Ravioli,” jawab Shena sambil tersenyum. “Itu makanan kesukaanmu.”


Leo tersenyum, “Kau saja yang makan, aku tidak lapar.”


“Kalu begitu ayo kita pergi dari sini.”


“Kenapa? Bukankah kau lapar?”


“Aku tidak mau makan jika kau juga tidak makan.” Shena bangun berdiri. “Aku akan menunggumu di mobil.” Shena hendak melangkah menuju pintu keluar tapi langkahnya ditahan oleh Leo.


“Duduklah!” pinta Leo.


“Kau harus makan denganku,” ujar Shena.


Leo menarik tangan Shena hingga duduk dipangkuannya. “Aku akan menyuapimu makan. Kau harus banyak makan supaya bisa menghasilkan banyak ASI untuk Yeon. Sungguh aku kehilangan selera makan, Sayang. Tolong jangan paksa aku.”


“Begini saja, satu suap satu ciuman. Aku akan menciummu jika kau makan sebanyak sendok yang masuk ke dalam mulut ini.” Shena menyentuh bibir suaminya lalu mengecupnya pelan.


Sebenarnya Shena malu harus melakukan ini semua apalagi di tempat umum seperti ini, tapi ia membuang harga dirinya dan rasa malunya jauh-jauh demi Leo. Ia mencoba berusaha menjadi seperti Leo yang nggak ada akhlak supaya suami tercintanya ini tak lagi sedih. Shena siap di cap sebagai wanita nakal tak bermoral asalkan Leo bisa kembali seperti semula.

__ADS_1


“Sejak kapan kau jadi liar begini, Sayang?” Leo tersenyum melihat Shena. Ia terus memangku Shena tanpa peduli pada banyaknya pasang mata yang melihat ke arahnya.


“Sejak kau kehilangan senyum tampanmu. Aku tidak suka kau sedih seperti ini, Sayang. Aku memang tidak bisa membantah ataupun melarang setiap keputusan yang kau ambil. Yang bisa aku lakukan adalah mengembalikan senyumanmu seperti semula. Saat kau tersenyum, matamu berbinar cerah. Dari situ aku bisa melihat betapa besar cintamu padaku. Tapi sekarang, aku tidak bisa melihat sinar cinta itu lagi dimatamu, karena wajah suamiku sedang sedih.”


“Kau marah padaku? Maaf kalau aku mengambil keputusan tanpa bicara dulu padamu. Keinginan terbesarku adalah aku tidak ingin ....”


“Ayah dan ibu berpisah,” sela Shena. “Aku juga menginginkan hal sama, tapi kita tidak tahu apa permasalahan mereka sehingga harus memilih jalan ini, yang perlu kita lakukan adalah mencari akar permasalahannya. Kau dan aku harus mencari tahu penyebab ayah dan ibu bercerai. Setelah itu, kita akan satukan kembali mereka ....” Shena berhenti bicara dan membisikkan sesuatu ditelinga Leo sehingga mata Leo jadi terbelalak tak percaya.


“Sayang, aku sangat mencintaimu! Bagaimana bisa kau berpikiran begitu? Pikiranku tidak sampai kesitu. Baiklah, aku seuju denganmu. Kau memang benar-benar istriku yang luar biasa, cantik, dan juga seksi,” ujar Leo langsung mencium Shena dengan penuh gairah. Wajahnya yang tadinya sedih kini terlihat bersemangat.


“Apa yang kau lakukan? Malu dilihat orang?” Shena mendorong tubuh Leo menjauh darinya karena suaminya benar-benar ganas sekarang.


“Sudah terlambat untuk malu sekarang, Sayang. Lagipula aku tidak peduli.” Leo kembali menciumi Shena sehingga Shena jadi risih sendiri.


“Matilah aku, si raja singa Leopard sudah bangun dari tidurnya,” gumam Shena.


“Aku bisa mendengarmu, Sayang.” Leo menatap tajam Shena. “Oke, kita tunda sampai nanti malam saja. Sekarang pesanlah makanan dulu.” Leo membuka daftar menu makanan yang tersedia dimeja.


“Hm.” Leo menoleh ke arah Shena.


“Bisa kau turunkan aku? Sungguh aku malu dilihat banyak orang jika kau terus memangkuku seperti bayi begini.”


“Biarkan saja, aku akan terus memangkumu seperti ini. Sudah lama aku tidak bermesraan denganmu. Kalau perlu, aku akan menunjukkan surat nikah kita dihadapan mereka supaya mereka semua percaya kalau kita adalah pasangan suami istri yang baru saja menjadi papa dan mama muda.” Tak main-main dengan ucapannya, Leo langsung mengeluarkan salah satu buku nikahnya dengan Shena dari dalam tas kecil Leo yang selalu ia bawa kemana-mana. Mulut Shena langsung menganga melihat betapa gilanya suaminya ini.


“Jadi, selama ini kau membawa buku nikah kita ini kemanapun kau pergi? Untuk apa?” tanya Shena tak percaya, matanya melotot melihat Leo.


“Untuk menunjukkan pada dunia kalau kau adalah istriku dan aku suamimu,” jawab Leo santai dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.


“Kau gila?” Shena hanya bisa tepok jidat mengetahui apa yang dilakukan Leo selama ini.


“Terimakasih pujianmu Sayang, aku memang sudah gila seja dulu, kalau tidak begitu, mana mungkin aku mendapatkanmu dan menjadikanmu istriku.”


Shena hanya meringis mendengar suaminya berkata seperti itu. Namun, ia senang akhirnya Leo kembali ceria lagi. Kini, keduanya hanya tinggal melakukan apa yang seharusnya mereka berdua lakukan, yaitu menjalani hari-hari sebagai pasangan suami istri dan orangtua bagi anak pertama mereka, Yeon.

__ADS_1


Pesananpun datang, tapi Leo masih enggan menurunkan Shena. Leo menagih janji Shena yang akan menciumnya jika ia makan sebanyak sendok yang masuk ke dalam mulutnya.


“Cium aku,” pinta Leo pada Shena setelah ia memakan sesuap ravioli.


Shena mengamati sekeliling. “Disini?” tanya Shena pura-pura nggak ngeh.


“Kau mau di depan panggung itu?” Leo malah balik bertanya. Ia menujuk sebuah panggung kecil yang tersedia di restoran ini dengan dagunya.


“Ehm, Leo ... kau kan sudah sembuh ....”


“Kapan aku sakit?” Leo memotong kalimat Shena sambil menyembunyikan tawanya.


“Bukan begitu, maksudku ... kau kan sudah tidak sedih lagi, aku mengatakan itu hanya untuk menghiburmu. Berhubung kau sudah kembali gila seperti biasanya, bisakah kita lakukan setelah pulang kerumah nanti. 2 ronde! Bagaimana?” tawar Shena, tapi tidak ada reaksi dari Leo. Suaminya itu malah terus menatapnya tajam sedangkan Shena sendiri sudah tidak tahu mau ditaruh dimana lagi muka cantiknya ini. “Kita harus cepat pulang, Yeon mungkin saja menangis dan mencari kita.” Shena mulai beralasan lagi.


“Aku ... tidak akan membiarkamu pergi dari restoran ini sebelum kau menepati janjimu. Satu ciuman disetiap suapan, cium aku sekarang atau ... kau tidak bisa bertemu dengan Yeon semalaman ini.” nada bicara Leo terdengar tandas dan sedikit mengintimidasi. Bahkan kini ia barani menggunakan Yeon untuk mengancam istrinya sendiri.


Dasar Leo nggak ada akhlak, sekali nggak ada akhlak dia tetap nggak ada akhlak! Aku menyesal kenapa tadi harus berjanji seperti itu. batin Shena kesal. Ia menghela napas panjang untuk meredakan kekesalannya.


***


Hehe ...


yang ingin tahu cuplikan Leo kalau lagi natap Shena, bisa lihat di igku ... zariya_zaya.



itu cuplikan videonya .. simak video-video cuplikan Leo yang lainnya nanti .. biar halunya komplit. Terimakasih atas semua dukungannya selama ini.


Terimakasih juga buat semua yang ngasih hadiah Bunga, kopi dan juga koinnya .. serta like dan komentarnya sehingga bikin aku semangat nulis terus ... love you all ...


Terus simak cerita selanjutnya, apakah Shena dan Leo berhasil menyatukan kembali Byon dan Biyanca?


Untuk novel baru ... mohon sabar ya ... karena masih proses.

__ADS_1


__ADS_2