Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 55 Perang


__ADS_3

Begitu Leo turun meninggalkan pesawat dan berlari menuju lorong. Pasukan khusus dari anak buah ayah Refald tidak bisa membiarkan Leo pergi begitu saja. Misinya adalah melindungi Leo dan Shena walau apapun yang terjadi. Hal itu membuatnya harus berpikir ulang mengatur strategi agar ia bisa kembali membawa Leo dalam keadaan selamat.


“Pak Pilot, tunda dulu keberangkatan pesawatnya, seperti yang diminta tuan muda Leo. Beri kami waktu 30 menit, apa kau sanggup?” tanya pasukan khusus itu.


“Akan kami usahakan, Sir. Namun, jika lebih dari 30 menit, kalian belum kembali kami tidak bisa lagi menunda waktu. Akan sangat berbahaya jika terlalu lama berada disini,” jawab pilot itu.


“Haiish sial. Tuan mudaitu benar-benar merepotkan. Kalian semua, ayo ikuti aku, kita tidak bisa membiarkan tuan muda tukang buat onar itu berperang sendirian. Sisanya tetap disini dan jaga nona Shena. Jangan sampai ia terluka, ini perintah langsung dari kolonel. Prioritaskan keselamatan nona Shena lebih dari apapun,” tegas pasukan khusus itu pada anak buahnya.


“Siap, Kapten!” jawab seluruh anak buah orang yang dipanggil kapten itu.


Setelah memberi komando, kapten itu dan anak buahnya meluncur turun dan menyusul kepergian Leo sambil berjaga-jaga kalau ada musuh yang mengincar nyawa mereka.


Sedangkan Leo sudah berada di depan pintu tertutup lorong yang menghubungkan jan menuju ruang rahasia milik ayahnya. Ia menekan tombol merah yang ada disamping pintu untuk membukanya. Begitu pintu terbuka, sebuah serangan sudah disiapkan untuknya. Namun, Leo yang sudah memprediksi hal itu bakal terjadi sudah bersiap-siap menghindari peluru yang mengarah padanya dengan bersembunyi di dinding lorong.


Peluru-peluru yang diarahkan ke kaki Leo tidak bisa mengenainya karena terhalang oleh pipa besi yang digunakan Leo sebagai tempat bersembunyi. Begitu pintu lorong terbuka sepenuhnya, Leo langsung menghujani serangan balasan dengan menembak seluruh kaki-kaki musuh yang menyerangnya barusan sehingga kaki mereka lumpuh seketika karena terkena tembakan Leo.


Tak berhenti sampai disitu, dengan brutal Leo menembak kepala musuh-musuhnya tanpa ampun sebagai pembalasan atas apa yang sudah mereka lakukan. Entah sudah berapa banyak nyawa tak berdosa melayang ditangan mereka. Karena itu Leo tak segan-segan menghabisi seluruh anggota geng kapak yang ia temui dengan cara sama seperti yang biasa mereka lakukan. Setiap anggota geng kapak memeiliki ciri khusus, yaitu ditangan kiri anggota geng tersebut terdapat tato kecil bergambar kapak. Itulah cara Leo membedakan mana musuh dengan yang bukan musuh, kebetulan semua orang yang ia habisi ini memiliki tato yang sama.


Polisi itu, pasti sedang dalam bahaya sekarang, mengingat beberapa musuh sudah mengahdang langkah Leo disini. Suami Shena itu mencari cara untuk masuk ke dalam ruang dimana polisi itu berada tanpa diketuahui oleh musuh-musuhnya. Leopun akhirnya bertukar pakaian dengan musuh yang terkapar dan mengambil beberapa senjata dan peluru milik mereka lalu menyamar sebagai salah satu anggota musuh tersebut.


Leo yang memakai seragam berlumuran darah pura-pura terluka dan berjalan masuk ke dalam ruang rahasia yang ternyata, sudah ada banyak orang didalamnya. Dan benar saja, ia melihat polisi itu sudah terkapar tak berdaya akibat terkena luka tembak dibahu dan kakinya.


“Hei kau! Apa yang terjadi diluar sana? Dimana bedebah itu?” tanya seseorang yang sedang duduk di kursi besi pada Leo.


Orang itu tepat berada di depan polisi yang terkapar. Sepertinya orang itu tidak sadar kalau anak buahnya sudah tewas semuanya di tangan Leo.

__ADS_1


“Mereka mati, hanya aku saja yang hidup.” Leo menatap tajam mata semua musuh-mushnya.


Pak Polisi yang menyadari kalau itu adalah suara Leo langsung, menoleh ke arahnya. Betapa terkejutnya polisi tersebut setelah melihat Leo berlumuran darah seperti itu. Matanya terbelalak dan hampir saja berteriak kalau saja Leo tidak cepat-cepat memberi kode agar polisi itu diam saja, jika tidak bisa-bisa penyamarannya terbongkar. Polisi itu pun mengerti maksud Leo dan kembali bersikap biasa lagi.


“Apa maksudmu, ha? Kau berhasil membunuh bedebah itu? Dimana mayatnya?” tanya orang yang tidak lain adalah pemimpin kelompok itu.


Leo tahu, orang itu bukanlah pemimpin geng kapak yang sesungguhnya. Kalau Leo tidak salah tebak, orang ini hanyalah kaki tangannya saja.


“Disini!” ujar Leo sambil menyeringai dan ia pun langsung menembak seluruh anak buah orang itu tanpa ampun.


Beberapa orang langsung tumbang terkena senapan Leo. Namun ada beberapa orang yang tersisa dan mereka semua membalas serangan Leo. Leo sendiri langsung mencari tempat perlindungan agar terhindar dari peluru yang menuju ke arahnya.


Gerakan Leo yang lincah membuat musuh kualahan karena tak satupun peluru-peluru itu menembus kulit Leo. Leo bersembunyi di balik meja sambil mengisi ulang pelurunya yang ia dapat dari musuhnya tadi. Acara baku tembak pun tak terelakkan dan Leo unggul dalam peperangan ini.


Sayangnya pemimpin kelopok itu tahu apa yang diinginkan Leo sehingga repot-repot mau datang kemari. Orang itu langsung mencekal paksa tubuh polisi yang terkapar itu dan menodongkan senjata api dikepalanya.


“Sial!” umpat Leo karena tak punya pilihan lain lagi selain menuruti apa yang diinginkan orang itu. Namun, senyum Leo mengembang setelah ia mendengar sesuatu.


Dengan gaya kerennya, Leo keluar dari tempat persembunyiaannya sabil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Ekspresinya terlihat tenang dan tanpa merasa takut sedikitpun bahkan Leo masih sempat-sempatnya tersenyum. Dua orang anggota geng kapak yang tersisa bergegas menghampiri Leo dan menodongkan senjatanya tepat di kepala dan punggung Leo.


“Huh, kena kau sekarang!” ujar kaki tangan pemimpin geng kapak itu merasa menang. “Katakan apa keinginan terakhirmu sebelum ku kirim kau ke neraka!” bentak orang itu.


“Kau tidak akan bisa mengirimku ke neraka karena yang berangkat duluan kesana adalah kau sendiri!” ujar Leo dengan gaya meremehkan.


“Dasar bocah tengik! Sudah mau mati masih saja kau sombong. Baiklah! Kita buktian saja siapa yang lebih dulu pergi ke neraka! Aku bersenjata, sedangkan kau tidak!”

__ADS_1


“Belum tentu!” Sanggah Leo penuh percaya diri. “Kau yakin aku tidak bersenjata?” Leo menatap tajam mata musuhnya sambil terus mengangkat kedua tangannya. Ekspresi Leo yang menyebalkan membuat musuhnya itu ingin segera menghabisinya.


“Apa maksudmu?” tanya orang itu dan Leo hanya menjawabnya dengan seringai liciknya.


Beberapa detik kemudian, sebuah tembakan berasal dari belakang tubuh Leo langsung memberondong tubuh musuh-musuh Leo tepat mengenai tubuh mereka termasuk dua orang yang berdiri disamping Leo.


Dor! Dor! Dor!


Mereka semua, langsung tumbang seketika.


“Huh, sudah kubilang. Kau lah yang lebih dulu ke neraka,” ujar Leo sambil berjalan mendekat ke arah polisi yang terluka itu untuk memberikan pertolongan pertama.


Tidak salah lagi, orang yang menembak para anggota geng kapak itu adalah pasukan khusus suruhan paman Leo yang tadi juga sempat menghalangi langkah Leo menuju kemari. Syukurlah mereka datang tepat waktu sehingga baik Leo atapun polisi itu selamat dari maut. Setelah membalut luka di bahu dan kaki polisi itu, Leo membantunya berdiri.


“Anda tidak apa-apa tuan muda Leo?” tanya sang kapten.


“Aku tidak apa-apa. Ayo cepat kembali, ini sudah hampir 30 menit.” tugas Leo diambil alih oleh pasukan khusus untuk menggantikannya memapah polisi itu keluar dari tempat ini.


Sayangnya, didetik-detiik terakhir, pemimpin musuh yang tertembak tadi ternyata masih hidup dan ia menggunakan sisa tenaganya untuk menembakkan senjatanya ke arah Leo. “ Aku ... tidak akan ... pergi ke neraka sendiri. Ka-kau ... harus ikut denganku!” kaki tangan pemimpin geng kapak itu menarik pelatuknya dan ...


Dor!


Suara tembakan pun melesat di udara..


“Sial!” umpat Leo dengan kilatan api kemarahan yang begitu besar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2