
Baik Byon maupun Leo, sangat menikmati wajah ketakutan Rega yang kini sudah tak berdaya. Seluruh tubuhnya sudah babak belur karena habis dihajar habis-abisan oleh Leo. Mata Rega tak berkedip melihat dua orang ayah dan anak itu berdiri tegak dihadapannya. Dimata Rega, mereka berdua terlihat seperti dewa kematian yang siap menjemput mautnya kapan saja.
“Leo,” panggil Byon pada putranya.
“Iya Ayah,” jawab Leo.
“Kau mau apakan orang ini?” tanya Byon.
“Apalagi, tentu saja memberikan hukuman megah ala keluarga Pyordova. Entah kenapa aku sangat merindukan Leopard milik ayah. Sudah lama juga aku tidak pernah kesana. Aku berencana mau memberi dia makan dengan memotong setiap inci bagian tubuh orang ini sebagai makanan Leopard, binatang kesayangan ayah. Itu hadiahku untuk si raja hutan itu.” Leo tersenyum sinis begitupula dengan Byon.
“Ide yang bagus, aku yakin Leopardku pasti bakal menyukai sampah seperti orang ini.” tatapan mata Byon semakin terlihat mengerikan. Ada beribu kemarahan terpancar dibalik manik mata biru itu.
Byon sang mantan mafia terkenal di dunia dan putranya, Leo si gengter kelas kakap yang nggak ada akhlak, mereka berdua sama-sama menatap lurus Rega yang sudah gemetar menahan rasa takut yang amat sangat begitu mengetahui seperti apa sesunggunya Leo, sang suami Shena dan keluarga mafianya. Sepertinya, Rega ingin melarikan diri, tapi Leo sengaja menginjak kakinya sehingga suami Aryani itu mengerang kesakitan dan tak bisa bergerak.
“Arrggghh! Lepaskan aku! Kalian tidak bisa membunuhku! Para penegak hukum di negara ini pasti akan menangkap kalian! Lihat saja! Kalian berdua akan dijebloskan ke penjara!” teriak Rega emosi, tapi juga takut.
Byon dan Leo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Rega. Leo berjalan mendekat kearah cowok itu dan langsung menjambak rambut bagian belakangnya supaya menengadah menatap wajah tampan suami Shena.
“Ada satu hal yang mungkin kau tidak tahu, selama ini … tak ada hukum apapun yang bisa membuatku atau seluruh keluargaku menginap di hotel prodeo. Kau tahu kenapa? Karena kami adalah mafia. Dan aku tidak perlu menjelaskan padamu apa pengertian dari mafia itu. Membunuh orang sepertimu adalah pekerjaan kami. Dan hukum yang kau sebutkan itu, sama sekali tidak berlaku pada kami.
“Saatnya bagimu untuk menerima eksekusi. Kau akan merasakan sakit disetiap hembusan napasmu karena sudah berani menyentuh Shenaku. Rasa sakitmu akan terus menusuk sampai kedalam tulang-tulangmu. Nikmati saja proses hukuman megah yang bakal kau terima. Bagiku, kematianpun masih belum cukup menebus dosa-dosa yang sudah kau lakukan karena hampir saja membunuh putraku.” Leo menahan geram setiap kali ia mengingat betapa kejamnya Rega saat meminta anak buahnya menyuruh melenyapkan putranya. Sampai kapanpun, Leo tidak akan pernah bisa memaafkan perbuatan Rega.
“Apa yang kau bicarakan?” elak Rega pura-pura tidak tahu dan Leo semakin menguatkan cengkeramannya seolah ia ingin mencabut seluruh rambut Rega dari akarnya.
“Jangan pura-pura tidak tahu, setiap gerakanmu selama berada disini, aku mengetahui semuanya termasuk rencana busukmu yang menyuruh anak buahmu melenyapkan putraku. Anakku itu hampir saja mati. Hampir … artinya, bayi tak berdosa itu masih hidup dan selamat hingga sekarang,” bisik Leo pelan ditelinga Rega. Suami Shena itu sengaja ingin memberitahu bahwa segala upaya tindak kejahatan Rega sudah berhasil Leo gagalkan.
__ADS_1
Leo bangun berdiri sebelum ia semakin tak terkendali. Rasanya, ingin sekali Leo membunuh Rega saat ini juga, tapi ia tidak ingin bajingaan ini mati dengan mudah. Selama sisa hidupnya … Rega harus mendapat hukuman setimpal atas semua perbuatannya yang telah berani mengusik ketenangan hidup Leo dan keluarganya.
Shena langsung berlari kearah suaminya dan memeluk erat Leo tepat dihadapan Rega. Tanpa Leo mintapun, Shena mengecup mesra pipi suaminya sebagai hadiah karena sudah berhasil mengatasi semua ini.
“Hanya di pipi?” protes Leo sambil menatap wajah cantik Shena.
“Sisanya nanti saja, tidak enak dilihat semua orang yang ada disini.”
“Mereka semua sudah tahu seperti apa kita bila sudah bersama, Sayang. Tak perlu pedulikan mereka. Cium lagi! Yang mesra!” pinta Leo tanpa malu. Tentu saja hal itu membuat Kun cuma bisa manahan geram atas sifat nggak ada akhlaknya Leo sang kembarannya.
Tak ada yang bisa dilakukan Shena selain menuruti permintaan suaminya. Keduanya saling berciuman mesra tanpa peduli lagi dengan tatapan tajam semua orang yang melihat aksi nggak ada akhlak pasangan suami istri gesrek itu.
“Mereka benar-benar menyebalkan sekali! Bagaimana bisa aku punya kembaran model dia?” Kun pun memilih pergi dan menunggu Leo di mobil. Ia gunakan kesempatan itu untuk tidur karena setelah ini, masih banyak hal yang harus ia lakukan terutama saat ia kembali menjadi seorang artis idola.
“Pengawal,” panggil Leo pada salah satu anak buahnya yang sejak tadi berdiri dibelakangnya.
“Seret si brengseek ini pergi darisini dan masukkan dia kedalam ruang eksekusi keluarga Pyordova. Jangan lakukan apapun sebelum aku dan ayahku datang kesana,” perintah Leo pada pengawalnya.
“Baik Tuan muda.” Pengawal itu langsung membawa pergi Rega tanpa bisa melakukan perlawanan.
Tamat sudah riwayat Rega kali ini. Selamanya, ia takkan pernah bisa hidup dengan tenang karena keluarga Leo akan membuatnya menderita dimulai dari sekarang.
“Kasihan sekali dia,” gumam Shena dipelukan Leo saat Rega diseret kaluar.
“Salah sendiri, siapa suruh dia cari gara-gara dengan kita. Harusnya orang itu tak membangunkan singa yang sedang tidur.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena dan hendak menciumnya tapi suara Byon menghentikan aksi Leo.
__ADS_1
“Ehem.” Byon berdeham karena sudah tak tahan lagi melihat kemesraan putra dan menantunya yang tak pernah tahu tempat itu.
Masih sambil menggandeng tangan Shena, Leo beralih manatap wajah ayahnya. “Ayo kita pulang Ayah,” ajak Leo. Namun Byon tak mau menjawab dan itu membuat Shena jadi khawatir.
“Kenapa Ayah? Ayah tidak mau pulang bersama kami, kah?” Tanya Shena. Suasana yang tadinya romantis kembali menjadi tegang.
“Ayah tidak bisa pulang Shena, maafkan Ayah.” Byon menudukkan kepalanya dan itu membuat Shena dan Leo saling pandang.
“Kenapa? Tolong jelaskan pada kami berdua apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa Ayah tidak mau pulang bersama kami?” hati Shena mulai was-was kalau ayahnya ini tetap ingin berpisah dengan ibu mertuanya.
Byon terdiam karena ia tidak tau harus mulai cerita darimana. Berkali-kali, pria paruh baya itu menarik napas panjang dan menghembuskannya seolah ada beban berat yang sedang ia emban dan sulit dilepaskan.
“Ayah,” ujar Shena mulai mendekati ayah mertuanya. “Aku dan Leo tidak tahu apa yang terjadi diatara ayah dan ibu. Tapi, baik aku ataupun Leo, tak bisa menerima keputusan kalian yang ingin berpisah. Cinta kalian begitu kuat hingga bisa sampai saat ini. Haruskah sekarang berakhir begitu saja? Tidak adakah jalan keluar untuk mengatasi masalah kalian?” Shena sudah mulai berkaca-kaca melihat Byon hanya diam.
Sepertinya, ayah Leo itu masih berperang dengan hatinya mengenai apakah ia harus menjelaskan atau tidak duduk perkaranya dengan Biyanca sehingga ia harus mengambil keputusan besar ini.
“Biar aku yang jelaskan,” ujar suara lembut seorang wanita yang tiba-tiba saja datang. Wanita anggun itu berjalan mendekat kearah Shena dan yang lainnya berdiri.
BERSAMBUNG
***
Maaf, upnya telat.
Pasti tahu siapa wanita itu, hehe … kira-kira apa alasan Byon memilih berpisah, ya … ada yang tahu?
__ADS_1
video visual Kun yang lelah, nanti aku up di Ig ya .. silahkan cek nanti sore.