Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 146 Akhir yang Indah


__ADS_3

Shena berhenti berjalan saat Leo membimbingnya keluar dari mall. Sebenarnya, ada yang masih mengganjal hati Shena tentang apa yang ia alami bersama dengan Fey selama berada disini. Sayangnya, Shena enggan mengungkapkannya pada Leo. Ia lebih memilih menyimpan rasa itu di dalam hati saja. Namun, bukan Leo namanya kalau ia tidak tahu apa yang dirasakan istrinya saat ini. Diam-diam, Leo memerhatikan ekspresi galau Shena.


"Ayo, Sayang ... kita shoping bersama," ujar Leo untuk menyenangkan hati Shena.


"Tapi ... tadi aku sudah beli banyak barang bersama kak Fey. Aku juga sudah memberikan beberapa untukmu. Karena aku pikir kau membutuhkannya untuk kompetisimu nanti," ujar Shena.


"Oh iya, itukan saat kau berbelanja bersama dengan kak Fey, kau belum berbelanja denganku. Kita harus ke distro khusus untuk para kaum high class." Mata elang Leo, menatap tajam Shena yang tercengang mendengar ucapan suaminya. Shena langsung mengerti maksud Leo.


"Kau tahu?" tanya Shena memastikan.


Leo tak langsung menjawab, ia mengambil alih Yeon yang tertidur di gendongan Shena dan meletakkan putranya di kereta dorong mewahnya supaya Yeon merasa lebih nyaman. Leo juga meminta baby sitter Yeon untuk berjaga-jaga dan menyiapkan beberapa pengawal untuk melindungi Yeon dan baby sitternya selama Leo dan Shena sibuk berbelanja ria menghabiskan uangnya.


"Aku tahu semua hal yang terjadi pada istri tercintaku. Hatiku dan hatimu ini, sudah bersatu padu, Sayang." Leo meletakkan telapak tangan Shena didadanya dan menatap istrinya dengan mesra. "Apapun yang kau rasakan, aku juga bisa merasakannya. Jika kau senang, maka akupun juga ikut senang. Dan sebaliknya, jika kau sedih, aku juga ikut sedih. Bahkan jika kau sedang kesal atau marah pada seseorang, akupun merasakan hal yang sama.


"Kau ... adalah wanita yang paling berharga dalam hidupku, Shena. Takkan kubiarkan siapapun memandang rendah lagi permaisuri hatiku ini. Ayo, kutunjukkan pada dunia, bahwa kau adalah wanitaku, istri dari seorang Leopard Bay Pyordova." Leo, memeluk pinggang Shena dengan kedua tangannya, lalu mendekatkan tubuh mungil itu agar menempel dengan tubuh Leo.

__ADS_1


Shena terdiam mendengar kalimat manis suaminya yang langsung membuat Shena meleleh dibuatnya. Sungguh Shena beruntung mendapat cinta dan kasih sayang murni yang berlimpah dari seorang Leo dan seluruh keluarganya. Bersama dengan Leo, hidup Shena menjadi sempurna. Entah apa yang terjadi pada Shena bila bukan Leo yang menjadi pendamping hidupnya. Tanpa sadar, Shena merebahkan kepalanya didada suaminya.


"Aku menyesal, maafkan aku," ujar Shena lirih.


Alis Leo langsung berkerut menatap wajah cantik istrinya. "Kenapa? Kau ... tidak baha ...."


Shena langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir seksi Leo sehingga suaminya itu tak bisa melanjutkan kalimatnya . "Aku menyesal karena dulu, aku sangat membencimu ... tapi sekarang, sungguh aku ... cinta mati padamu, aku tak menginginkan apapun selain selalu berada disisimu selamanya, sampai hari tua dan menyaksikan anak cucu kita tumbuh dewasa bersama-sama." Shena mengecup pelan bibir Leo. "Terimakasih suamiku, sudah memilihku menjadi pendamping hidupmu. Aku mencintaimu." Shena tersenyum manis pada Leo.


"Sama-sama. Aku ... juga sangat mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, Sayang. Akulah yang harusnya berterima kasih padamu, karena bersedia menjadi pendamping hidupku di dunia ini. Aku berharap, dikehidupan kita selanjutnya, kita kembali menjadi pasangan suami istri lagi dan lagi." Leo tersenyum bahagia.


Awalnya, Shena malu mendengar teriakan-teriakan itu dan spontan memisahkan diri dari Leo, tapi suaminya itu malah bersikap bodo amat dan menarik tubuh Shena kembali dalam dekapannya lalu menciumnya lagi. Sepertinya, urat malu Leo sudah lama putus, ia sama sekali tak peduli dengan pikiran orang-orang tentangnya dan juga Shena.


Saat ini, Leo sangat bahagia, ia memiliki Shena dan keluarga yang amat sangat dicintainya. Bagi Leo, tak ada yang lebih berharga dibandingkan dengan keluarga kecilnya ini. Apalagi, sebentar lagi keluarga kecil Leo akan bertambah satu lagi, semakin lengkaplah kebahagiaan yang menghiasi bahtera rumah tangga Leo dan Shena.


"Dasar si Leo benar-benar nggak ada akhlak! Bisa-bisanya dia mesum di depan banyak orang begitu," cetus Fey agak sedikit keki dengan sikap Leo yang sok pamer kemesraan di tempat umum.

__ADS_1


Dan Fey semakin kesal lagi karena Refald malah bersikap cuek padanya dan tak peduli pada apa yang dilakukan Leo sehingga menciptakan kehebohan dimana-mana. Refald lebih fokus menatap Kristin yang masih terduduk lunglai meratapi nasib sialnya. Entah apa yang ada dipikiran Refald saat ini, Fey tak bisa menebaknya. Hanya saja, Fey tidak suka jika Refald menatap wanita lain seperti itu. Mungkin, inilah yang dinamakan dengan cemburu. Namun, Fey berusaha keras menepis perasaan itu jauh-jauh. Sebab, Fey sangat tahu bahwa cinta Refald, hanya untuknya seorang.


"Aku akan beromantis ria denganku nanti, Honey. Bersabarlah sebentar." Refald melirik Fey yang langsung membuang muka karena Refald bisa membaca pikirannya. "Saat ini, banyak hal yang aku urus, Honey. Bukan berarti aku tidak ingin bermesraan denganmu dan menyaingi si gengster mesum itu. Aku harus menagih hutang 150 T yang sudah dihabiskan oleh si Fabio terlebih dulu. Perusahaan bisa rugi besar, kasihan semua karyawanku." Refald memberikan penjelasan. Tatapan mata raja dedemit itu kembali tertuju pada Kristin.


Fey langsung kembali menatap wajah suaminya setelah ia sempat salah paham dan mengira suaminya yang bukan-bukan. Jadi, karena itu Refald menatap Kristin sejak tadi? Pasti Refald ingin Kristin yang mengembalikan semua uang perusahaan yang dicuri oleh suaminya, si penipu itu. Aku kira ... Refald bersimpati padanya karena kemalangan nasibnya. Ternyata ..., batin Fey.


Fey jadi ikutan trenyuh juga saat melihat betapa menyedihkannya wanita yang dijuluki 'tuan putri' itu. Entah dosa apa yang Kristin lakukan dimasa lalu sehingga garis hidupnya jadi miris begitu, padahal ia berasal dari keluarga berada.


Sedikit banyak, Fey sangat tahu, sebenarnya Kristin bukanlah wanita yang jahat, hanya saja sifat sombongnya karena berasal dari keluarga Sultan membuat ia harus mengalami semua ini. Seandainya Kristin membuang sedikit sifat angkuhnya itu, dan lebih bersahaja terhadap sesama, mungkin hal ini tidak akan terjadi padanya.


Refald berjalan berjalan pelan kearah Kristin saat wanita itu mulai bangkit berdiri.


"Miss, Kristin Hanakomachi, aku turut berduka cita atas apa yang menimpa nasib hidupmu, tapi bagaimanapun juga, kau harus menanggung semua kerugian dan wajib mengembalikan uang curian yang disebabkan suamimu karena kau adalah istri sahnya. Pengacara perusahaanku akan memberikan berkas-berkas yang harus kau tanda tangani serta membuat kesepakatan bersama. Kebetulan orang itu sudah berdiri disampingmu. Aku harap kau mau bekerja sama dan jangan mempersulitku," ujar Refald tanpa dosa dengan ekspresi muka datar yang tak menunjukkan rasa belas kasih sama sekali.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2