
Perdebatan Biyanca dan Egha masih saja berlanjut dan menarik perhatian banyak orang. Leo juga sudah tak ingin ikut campur lagi urusan emak-emak setelah ia sempat kena semprot. Suami Shena itu lebih memilih bermain-main dengan Yeon dan menerobos masuk ke dalam ruangan Shena selagi duo the power of emak-emak sedang sibuk berperang.
Byon yang kebetulan sudah selesai menelepon merasa risih sendiri mendengar perdebatan itu. Ia jadi tidak enak dengan Shena yang mendadak diam tanpa suara seolah sedang bingung tentang apa yang terjadi pada ibu mertua dan bibinya. Sebagai keponakan sekaligus menantu dari duo wanita yang berdebat itu, tentu Shena tak bisa melakukan apa-apa. Apalagi Leo, sekuat apapun dia di medan perang, kalau sudah terkena mulut berbisa emak-emak, si gengster nggak ada akhlak itu langsung tak bisa berkutik.
"Kau tidak apa-apa, Shena?" tanya Byon membuyarkan lamunan menantunya.
"Tidak apa-apa, Ayah." Shena berbohong, raut wajahnya tak menyiratkan kalau dia baik-baik saja.
"Jangan khawatir, biar aku yang akan mengurus mereka." Byon tersenyum penuh arti dan itu membuat Shena berpaling pada Leo yang kebetulan, lagi sibuk berbicara sendiri dengan Yeon kecil.
"Apa yang akan dilakukan, Ayah? Kau saja kena semprot mereka? Bagaimana dengan ayah?" bisik Shena pada Leo sambil mengamati gerak gerik Byon yang berjalan mendekat ke arah Biyanca dan Egha berdebat.
"Entahlah, kita lihat saja bagaimana wasit melerai peperangan mereka." Leo tersenyum, ia merasa lucu juga melihat ibu dan bibi Shena beradu mulut seperti itu. Mereka terlihat seperti anak kecil yang berebut mainan dan sama-sama tidak ada yang mau mengalah.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Shena.
"Tidak apa-apa, hanya lucu saja. Ibuku yang sangar itu bisa berubah seperti anak-anak kalau bertemu dengan bibimu. Tadinya kukira mereka akan saling pukul dan saling jambak menjambak satu sama lain. Tapi ternyata, mereka hanya berdebat untuk hal yang tak penting seperti anak kecil."
__ADS_1
"Sebenarnya apa sih permasalahan mereka? Bibi juga sudah menikah dan punya anak meskipun sekarang, ia kembali single lagi. Lagian, ayah sangat mencintai ibu sama seperti kau mencintaiku melebihi apapun. Harusnya masa lalu mereka sudah berakhir, kenapa masih berlanjut hingga sekarang?" Shena sungguh tidak habis pikir. Mulut emak-emak kalau sudah diadu, ternyata mengerikan juga. Tajemnya melebihi pedang.
"Justru karena sekarang bibimu single lagi, itulah yang membuat ibu begitu. Mungkin ada suatu kejadian yang membuat ibu tak bisa bersikap baik pada bibimu. Entah apa itu, aku juga tidak tahu karena tak ada yang mau menceritakan apa yang terjadi pada mereka di masa lalu."
Shena dan Leo sama-sama menatap kearah kedua orangtua mereka. Dan betapa terkejutnya ayah dan ibu yeon ini ketika melihat aksi Byon yang tiba-tiba saja menarik tangan Biyanca lalu menciumnya dengan mesra tepat dihadapan banyak pasang mata.
Tentu saja, hal itu sengaja Byon lakukan untuk membuat Biyanca tak lagi beradu mulut dengan Egha sehingga menjadi pusat perhatian banyak orang, meskipun apa yang dilakukan Byon sekarang malah mengundang lebih banyak perhatian orang termasuk Shena dan Leo. Mulut Shena bahkan menganga lebar saat menyaksikan adegan life streaming teromantis yang pernah Shena lihat selain dirinya dan Leo tentunya.
"Wuah ... daebak! Sekarang aku baru tahu, Leo ... sifat mesummu itu kau dapat darimana, ternyata dari ayah ...," gumam Shena tanpa kedip. Namun yang dirasakan Shena tak sama dengan yang dirasakan Leo. alih-alih takjub melihat betapa romantisnya kedua orangtuanya, Leo malah merasa kesal.
"Eist! Tidak sekarang! Kau sedang menggendong Yeon. tunggu sampai putramu itu tidur dulu!" tegas Shena.
"Kelamaan, Sayang. Kau sudah membuatku tidur sendirian di rumah dan sekarang ayah pamer kemesraan. Masa aku tak dapat jatah darimu juga hari ini? Itu namanya tidak adil." Leo mulai menunjukkan aksi protesnya.
"Sudah kubilang, Yeon harus tidur dulu. Kenapa kau jadi ikut-ikutan mereka, sih?" Wajah Leo cemberut akut karena keinginannya ditolak mentah-mentah oleh Shena. Namun Shena tidak peduli. Sekarang, bukan saatnya ia dan suaminya ini unjuk kemesraan apalagi ditengah suasana yang canggung.
Sementara itu, Byon mengakhiri ciuman mautnya setelah Biyanca merasa tenang. Sedangkan Egha jangan ditanya, sejak tadi bibi Shena itu langsung pingsan ketika melihat orang yang dulu pernah ia cintai mencium mesra wanita yang pernah ia benci.
__ADS_1
Para pengawal Leo yang berjaga, langsung sigap mengangkat tubuh Egha dan membawanya masuk keruangan yang lain untuk disadarkan kembali. Sementara semua orang yang tadinya berhenti berjalan karena terkejut, akhirnya mulai melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
"Jangan berdebat lagi dengan Egha, Bii. Sudah, cukup. Kasihan menantu kita. Ia tak bisa mebelamu ataupun bibinya. Baginya, kita semua adalah keluarganya. Lupakan masa lalu. Kau tahu aku hanya mencintaimu." Byon mengusap lembut kedua pipi Biyanca.
"Tapi dialah satu-satunya wanita yang mendapat perlakuan baik darimu selain aku! Padahal, kau selalu bersikap kasar bahkan pada Eshild sekalipun." Terdengar nada cemburu yang begitu besar mengganjal di hati Biyanca.
"Bii ... berapa kali aku bilang, Egha adalah adik Rendra, besan kita sendiri dan bibi satu-satunya dari menantu kita. Sudah sepantasnya kita bersikap baik padanya. Kita tak bisa menyalahkan Egha jika dia memang cinta mati padaku. Karena tak ada yang salah dengan cinta, Bii. Aku juga tak bisa membenci samurai itu jika dia juga cinta mati padamu. Yang penting kau dan aku saling mencintai dan tidak ada orang lain lagi di hati kita. Baik dulu ... ataupun sekarang. Kau mengerti, Bii? Tolong jagalah perasaan Shena. Jangan buat dia banyak pikiran, sebab itu bisa berpengaruh pada janin yang dikandungnya." Mata Byon menatap tajam mata istrinya yang juga menatapnya.
Seperti biasanya, amarah Biyanca spontan hilang setelah mendengar ucapan suaminya. Ia langsung pergi ketempat Shena yang masih shock melihat keromantisan mertuanya sendiri.
"Maafkan aku, Shena. Aku tidak bermaksud bersikap kasar pada bibimu, tapi aku memang tidak bisa mengontrol emosiku saat bertemu dengan bibimu. Tapi ... aku akan mencoba untuk tidak kasar lagi. Jangan banyak pikiran dan fokuslah pada kesehatanmu." Biyanca mengusap lembut rambut Shena dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan Shena malah tak bisa berkata apa-apa. Ia sangat menyayangi bibi dan mertuanya. Yang bisa dilakukan Shena sekarang cuma berharap supaya permasalahan yang terjadi antara bibi dan mertuanya cepat selesai.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1