Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 252 Romantis


__ADS_3

“Aku datang Sayang?” ucap seseorang itu. “Ini aku, suamimu! Aku datang untuk menjemputmu.” Seseorang yang ternyata adalah Leo, sengaja merentangkan tangannya agar Shena mau menyambut kedatangannya dengan pelukan.


“Apa ini mimpi? Aku bertemu dengan Leoku?” tanya Shena. Iapun berlari dan memeluk Leo erat tubuh suaminya.


Itu adalah adegan yang terlintas dibenak Shena selama ia pingsan. Samar-samar ia mendengar suara yang tak asing lagi, terus-terusan memanggil-manggil namanya.


“Shena! Sadarlah! Kau bisa dengar suaraku? Bangun, Sayang!” seru Leo tak menyerah dan terus membangunkan Shena agar istrinya ini tidak kehilangan kesadaran.


Usaha Leo ternyata membuahkan hasil. Berkat suara merdunya dan juga cinta Leo yang begitu besar pada Shena, Leo telah berhasil menyadarkan Shena kembali. Perlahan, istrinya itu membuka matanya dan menatap wajah cemas Leo.


“Leo,” ujar Shena lirih sambil berkaca-kaca.


“Iya, Sayang. Ini aku! Aku sudah datang. Aku menemukanmu! Syukurlah kau baik-baik saja!” Leo langsung memeluk tubuh Shena dengan erat.


Shena sendiri juga menenggelamkan dirinya dalam pelukan suaminya. Untuk sesaat, keduanya berpelukan mesra sambil menghayati perasaan cinta mereka masing-masing. Ada kelegaan sendiri di hati Leo karena ia tak kehilangan Shena terlalu jauh.


Sedangkan Shena, mulai ingat sedikit tentang momen kebersamaan mereka di masa lalu meskipun yang ia ingat ini hanyalah sebagian kecil kenangan mereka berdua. Pasti ada banyak sekali kenangan-kenangan lain yang dialami Shena dan Leo sebelum ia hilang ingatan dan tak bisa diingat semuanya.


“Leo,” ujar Shena lirih. Ia masih betah berada dalam dekapan suaminya.


“Iya, Sayang. Katakan, apa yang kau inginkan?” tanya Leo dan terus saja memeluk istrinya.


“Tempat ini … kejadian ini, sama seperti saat kau menemukanku dulu, iya kan?” tanya Shena dan tentu saja Leo langsung tertegun mendengar pertanyaan Shena.


“Sayang … kau sudah ingat?” Leo melepas pelukannya dan mengamati wajah Shena dalam gelap.


“Hanya sedikit, aku … hanya ingat momen saat kita berpelukan di tempat ini. Aku rasa … ini adalah tempat yang sama, iya kan?” Shena mengamati sekelilingnya.


“Iya! Kau benar!” Leo tertawa sambil berurai air mata. Ia tidak menyangka Shena sudah bisa ingat sebagian kecil kenangan indah mereka. “Bagaimana dengan kepalamu? Kau bilang akan terasa sakit bila mengingat Sesuatu.” Leo memegang kedua pipi Shena untuk memeriksa keadaannya.

__ADS_1


“Sakit sih, makanya aku tadi tidak kuat dan pingsan, tapi aku berusaha keras menahannya dan aku ingat momen indah itu … hanya saja, itu momen apa? Kenapa kau bilang kalau kau menemukanku? Kau juga bilang kalau kau adalah suamiku? Masa seorang suami tega membiarkan istrinya pergi? Apa yang terjadi?” tanya Shena bingung dan Leo langsung tersenyum. Ia mengusap lembut pipi dari wajah polos Shena.


“Waktu itu, aku hanya asal bicara, Sayang. Aku sudah melamarmu dan kau bersedia menikahiku, tapi kita belum menikah saat kejadian itu terjadi. Aku sudah pernah bilang padamu, sebelum kita menikah, ayahku berpura-pura tak merestui hubungan kita. Itulah alasan kenapa kau pergi meninggalkanku. Walau pada akhirnya kita bisa bertemu lagi dan menikah hingga sekarang.”


Leo menggendong tubuh Shena yang terbengong melihatnya. Iapun membalas menatap wajah cantik istrinya. “Dan inilah adegan selanjutnya setelah kau menyambut kedatanganku dengan pelukanmu. Sama persis seperti dulu.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena dan Shena membalas Leo dengan merangkul leher Leo dengan kedua tangannya.


"Romantis," ujar Shena senang.


"Always, kita sering dapat julukan pasangan teromantis yang nggak ada akhlak dari para netizen." Leo mengatakan kalimat itu dengan bangga.


"Netizen? Siapa netizen yang kau maksud?" tanya Shena pada Leo yang mulai asal bicara.


"Siapa lagi? Yang mengetahui seluk beluk kisah cinta berdualah. Aku yakin, semua orang pasti senang kau sudah bisa ingat kenangan kita meskipun cuma sedikit." lagi-lagi Leo tersenyum.


Ucapan Leo sukses membuat Shena tak bisa berkata apa-apa lagi. Pasangan sejoli ini kembali dimabuk asmara sambil berjalan menelusuri hamparan padang teh yang begitu luas dimalam yang sunyi, tepat dibawah sinar bulan purnama. Langit-langit tampak cerah dengan taburan bintang disekelilingnya seolah ikut bahagia atas apa yang terjadi pada Leo dan Shena sekarang.


Kalau seperti ini, timbul semangat dalam diri Shena untuk mengingat semua kenangan-kenangan yang ia lupakan bersama Leo. Kali ini, giliran Shena yang tak bisa melepas tatapannya dari wajah sumringah Leo bahkan saat mereka berdua sudah sampai dikediaman mereka sendiri.


“Kau bisa jatuh cinta padaku jika terus melihatku seperti itu, Sayang.” Leo meletakkan tubuh Shena diatas ranjang. Dan ia sendiri malah berada diatas tubuh istrinya dan membalas tatapan manik mata indah Shena.


“Sepertinya begitu, aku … jatuh cinta padamu,” ujar Shena mulai berani mengungkapkan isi hatinya.


“Benarkah?” tanya Leo berbinar-binar senang. “Kau tidak bohong?” tanya Leo lagi.


“Apa … aku terlihat berbohong?” Shena balik bertanya dan sebuah ciuman mesra mendarat dibibir manis Shena. “Tunggu!” Shena menghentikan ciumannya dengan Leo.


“Ada apa?”


“Apa adegan selanjutnya adalah ini? Bukankah ... kau bilang dulu kita belum menikah?” pekik Shena mulai berpikiran yang bukan-bukan.

__ADS_1


“Tidak, alasan kenapa aku tergila-gila padamu karena kau … menjaga kesucianmu didepanku sampai tiba malam pertama kita. Seberapa kuat aku merayumu untuk jatuh ke dalam pelukanku, kau tetap mempertahankan milikmu yang berharga hanya demi aku. Kau akan menyerahkan segalanya tepat dimalam pertama pernikahan kita, karena kau adalah gadis baik-baik. Itulah yang kau katakan padaku.


"Ah Sayang, kau tahu … aku sungguh cinta mati padamu. Aku bahkan rela melakukan apapun demi bisa bersamamu selamanya. Tak hanya dikehidupan ini, tapi juga dikehidupan kita selanjutnya. Kaulah satu-satunya wanitaku. Hanya milikku.” Mata Leo menatap lembut mata Shena yang sudah mulai berkaca-kaca.


Istri Leo ini bahkan sampai tak bisa berkata-kata. Mulutnya terkunci rapat melihat kesungguhan hati dan cinta Leo untuknya. Wanita mana yang tidak bahagia bila mendapatkan suami seperti Leo yang rela melakukan apa saja demi orang yang dicintainya. Sudah tampan, tajir melintir pula. Sungguh sempurna hidup Shena karena menjadi pendamping hidup seorang Leopard Bay Pyordova.


“Ehm, Sayang … apa kau tidak keberatan jika kita … main bulan tertusuk ilalang?” tanya Leo senyam senyum. Ia juga masih betah ada diatas tubuh Shena.


“Hah? Apa itu?” tanya Shena bingung.


“Bulan tertusuk ilalang, Sayang. Hubungan intim sepasang suami istri. Kita berdua sudah biasa menyebutnya begitu.”


“Hah?” jantung Shena langsung berdebar-debar. “Se-sekarang?” tanya Shena gugup.


“Kalau kau belum siap, aku bisa menunggu sampai kau ….”


“Tidak, ehm maksudku … aku juga ingin tahu … seperti apa malam pertama kita.” Wajah Shena langsung berubah merah padam dan Leo sangat menyukai ekspresi ini.


“Kali ini, tidak akan sakit karena kau sudah turun mesin tiga kali,” ujar Leo sambil tersenyum senang dan memulai aksinya.


Pertama-tama Leo membantu melepas seluruh pakaian Shena dan setelah itu gilirannya. Keduanya langsung bergumul mesra di bawah selimut dan adegan ranjang bergoyang kembali mengguncang dunia Leo dan Shena.


Malam ini, adalah malam terindah dan sangat syahdu bagi dua insan yang sedang dimabuk asmara dengan gelora cinta yang membara. Kebahagian Leo dan Shena sudah dimulai lagi dan mereka berdua akan mengarungi hari-hari seperti dulu lagi.


BERSAMBUNG


***


hehe ... dilarang senyum kalau baca part ini loh ya, wkwkwk. Aku sangat berterima kasih pada semua yang mendukung Leo dan Shena. Semoga kalian tidak bosan bacanya. Love you ...

__ADS_1


__ADS_2