Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 104 Sempurna


__ADS_3

Hari pertandinganpun dimulai, seluruh peserta yang mengikuti ajang kompetisi terbesar tingkat nasional ini sudah berkumpul di gedung pertandingan. Semuanya mendapat pengarahan langsung dari penyelenggara pertandingan yang pastinya disambut antusias para peserta yang mengikuti kompetisi ini, sebab hadiah yang diberikan bagi para pemenang terbilang menggiurkan.


Bila semua orang yang ada disini berharap menang supaya bisa mendapatkan hadiahnya, lain halnya dengan Shena dan Leo, mereka mengikuti pertandingan ini hanya untuk memberikan Aryani pelajaran supaya wanita sombong itu tidak bersikap seenaknya lagi pada Shena dan yang lainnya. Shena tidak butuh hadiahnya karena suaminya Leo adalah Billionaire yang kekayaannya tidak akan pernah habis tujuh turunan. Tujuan utama Shena adalah membuat Aryani sadar akan kesalahannya yang sudah melebihi batas.


Setelah selesai melaksanakan upacara pembukaan, kompetisi pertamapun langsung dilaksanakan di dalam gedung yang sudah disediakan. Pertandingan pertama yang digelar hari ini adalah memanah. Seluruh peserta harus bersiap-siap pada posisi mereka masing-masing. begitupula dengan Shena dan yang lainnya. Mereka berkumpul untuk mendukung Leo sebagai peserta yang terdaftar dalam pertandingan memanah ini. Kebetulan hari ini, Leo masuk cloter terakhir. Jadi, masih ada waktu untuk bersiap-siap selagi yang lainnya bertanding.


“Sayang, kau tunggu disini. Aku harus ke suatau tempat dulu. Para petinggi perusahaan, ada diluar. Aku akan menemui mereka sebentar,” ujar Leo pada Shena sambil mencium kening istrinya.


“Ehm, cepatlah kembali, karena sebentar lagi giliranmu.” Shena menatap suaminya sambil tersenyum.


“Ehm, aku tidak lama.” Leo mengusap lembut pipi Shena sambil membalas senyumannya. Setelah itu, ia pergi diiringi beberapa pengawalnya keluar dari gedung pertandingan.


“Mau kemana suamimu?” tanya Dody.


“Ada urusan, sebentar lagi juga dia akan kembali lagi kemari,” jawab Shena. Ia mengamati para peserta lain yang terlihat sangat terampil dalam hal memanah.


Mereka semua sangat terlatih dan sudah ahli dibidangnya. Fisik mereka juga kekar dan kuat. Melihat hal itu, Shena jadi ragu apakah Leo bisa mengalahkan mereka semua? Sebab, Leo hanya penembak jitu saja dan tidak pernah berlatih memanah. Walau kedua olahraga itu hampir sama, tapi tekniknya berbeda karena alat yang digunakan juga tidak sama.


“Kenapa wajahmu pucat begitu? Apa kau takut tidak bisa mengalahkan mereka semua?” tanya seseorang dari balik punggung Shena. Orang itu ... siapa lagi kalau bukan Aryani, sepupunya.


Shena menoleh ke arah sepupunya berada dan ia sedikit terkejut karena dibelakang wanita sombong itu ada banyak sekali atlet-atlet berkelas sedang berdiri tegak disekitar Aryani. Tak tanggung-tanggung, para atlet itu juga sudah sering memenangkan pertandingan dalam berbagai lomba dan bahkan pernah juga masuk berita utama.


Sial! Dari mana Ary mendapatkan para atlet-atlet itu? Gila! Dia benar-benar gila! Batin Shena.

__ADS_1


Namun, sebisa mungkin Shena mencoba bersikap tenang dan rileks seperti biasa. Istri Leo itu terus meyakinkan diri, tak peduli seberapa ahli dan terampilnya para atlet yang ada di gedung ini, suaminya Leo pasti bisa mengalahkan mereka semua.


“Kau jangan terlalu sombong hanya karena kau memiliki atlet terlatih dibelakangmu, sebab pertandingan baru saja dimulai dan kau belum tahu seperti apa kemampuan timku. Akan aku pastikan, kau ... tidak akan pernah bisa mengangkat kepalamu lagi saat berhadapan denganku!” Shena menatap tajam mata sepupunya.


“Huh.” Aryani tertawa sinis melihat tatapan tajam mata Shena. “Aku iznkan kau bermimpi. Tapi jika kau sudah bangun nanti, bersiap-siaplah hengkang dari tempat ini karena yang akan memenangkan pertandingan ini adalah aku, bukan kau!” Aryani tertawa mengejek. “Ngomong-ngomong, siapa yang ikut pertandingan memanah itu? Dia? Si bodoh itu?” tanya Aryani sambil menunjuk Dody dengan dagunya.


“Siapa yang kau sebut bodoh, ha? Dasar Nyi lampir!” ujar Dody kesal, ia hendak menyerang Arayani tapu tubuhnya dihalau oleh Fitri dan Vitapun yang juga kesal dengan sepupu Shena yang sombongnya nggak ketulungan.


“Sabar, Dod. Jangan gegabah, kau bisa merusak segalanya.” Fitri menahan kuat tubuh Dody begitu pula dengan Vita.


Shena hanya diam saja melihat tingkah menyebalkan Aryani yang terlalu menganggap remeh dirinya dan Leo. Kau hanya belum tahu saja seperti apa suamiku, Ary. Kalau dia mau. Jangankan pertandigan ini, semua peserta yang ada disini bisa jadi daging cincang bila dia sudah mengangkat senjatanya, geram Shena dalam hati.


Ingin sekali Shena mengumpat kasar, tapi tidak enak dengan yang lainnya. Alhasil, Shena hanya mengepalkan kedua tangannya saja tanpa mau bersuara.


“Bersiap-siaplah untuk kalah,” bisik Aryani di telinga Shena. Setelah itu ia langsung pergi berlalu begitu saja.


“Dimana suamimu, Shena? Ini sudah waktunya,” ujar Fitri.


Shena juga cemas, jadi ia menelepon suaminya. Untunglah panggilannya itu segera diangkat oleh Leo. “Sayang, kau dimana? Ini sudah giliranmu,” ujar Shena dengan ekspresi khawatir dan juga panik karena Leo tak kunjung datang juga.


“Disini, Sayang.” tiba-tiba saja, Leo memeluk pinggang Shena dari belakang sambil memegang ponselnya. Sungguh, aksi Leo ini jadi bikin iri semua mata yang memandang kemesraan antara Leo dan Shena.


Shena terkejut dan berbalik badan menghadap Leo. “Kau ini, kenapa tidak bilang kalau sudah disini? Tahu gitu aku tidak perlu meneleponmu!” Shena memukul pelan dada suaminya.

__ADS_1


“Aku memang menunggu telepon darimu, Sayang. Aku suka kalau kau mengkhawatirkanku seperti ini.” Leo memamerkan gigi putihnya yang rata. Bisa-bisanya Leo menggoda Shena disaat ia hendak bertanding.


“Sudah sana, sekarang giliranmu!” Shena mendorong tubuh suaminya ketempat yamg sudah disediakan khusus untuk para pemanah. “Kau harus menang.”Shena memberikan semangat 45.


“Tentu, aku tidak akan melewatkan 5 ronde malam ini.” Leo menyeringai sambil mengedipkan salah satu matanya pada Shena. “Aku sudah banyak minum vitamin, jadi aku sangat bugar sekali sekarang,” tambah Leo dan itu membuat Shena tercengang.


Vitamin apa yang dia minum sampai dia jadi gila begitu? Batin Shena, tapi ia juga tersenyum melihat suami nggak ada akhlaknya ini.


Leo sudah standby di tempatnya dan bersiap-siap untuk menembakkan anak panahnya ke papan tembak yang sudah terpajang rapi di hadapan Leo. Suami Shena itu berkosentrasi penuh dan mulai menarik anak panah dari busurnya sebelum dilepaskan. Sekali lagi, Leo memusatkan sasarannya. Dan ...wusssh ... anak panah itupun melesat cepat menuju papan tembak dimana ternyata Leo bisa mengenai sasaran dengan sempurna. Tembakan anak panah Leo, tepat mengena diangka 10. Dialah satu-satunya pemanah paling sempurna dalam pertandingan ini karena ia anak panahnya menancap pas ditengah-tengah angka 10 itu.


Sorak sorai teriakan Shena dan timnya juga terdengar paling keras diantara yang lain karena Leo berhasil mencapai targetnya. Tanpa pikir panjang, Shenapun berlari memeluk suaminya. Dan Leo menyambut pelukan Shena dengan menggendong tubuh mungil istrinya.


“Kau berhasil, Sayang. Kau hebat! Kau memang luar biasa, aku cinta padamu!” ujar Shena senang dan Leo sendiri juga ikut senang melihat istri tercintanya tertawa lepas seperti itu.


“Aku juga cinta padamu, Sayang.” Leo mencium mesra Shena tepat dihadapan banyak orang tanpa merasa malu sedikitpun.


“Wuah, aku baru tahu kalau mereka berdua adalah pasangan nggak ada akhlak,” ujar Fitri, Dody dan Vita dengan kalimat yang sama.


BERSAMBUNG


***


Video aksi Leo saat memanah, sudah aku post di ig. Silahkan di cek.

__ADS_1


Selamat hari kemerdekaan gaes, anggap saja Leo lagi ikut lomba untuk merayakan hari kemerdakan negara Republik Indonesia tercinta ini ya ... hehe ... omegot haluku!



__ADS_2